Jangan coba coba main petak umpet di China, karena teman anda akan lama sekali bersembunyi.

Tahun 2013. Di daerah Harbin, polusi asap mampu menghilangkan orang dalam jarak 3 meter.

Pemantauan CCTV atau camera security tidak akan berfungsi lagi. Kong Zilong seorang insinyur mengatakan, teknologi CCTV belum mampu menembus asap tebal.

Camera CCTV berkualitas terbaik saja tidak bisa melihat sampai jarak belasan meter.

Yang ada adalah teknologi infra red untuk menembus asap.

Asap polusi di China kali ini benar benar padat, seperti batu bata yang tidak tembus cahaya katanya.



National Natural Science Foundation of China bahkan membiayai 2 tim, satu dari sipil dan satu tim lain dari militer.

Kedua tim bertugas mempelajari masalah asap dan mencari solusi terbaik dalam waktu 4 tahun kedepan.

Gambar dibawah diambil pada hari Senin kemarin, semua gelap kecuali bagian belakang gedung yang sudah samar dan cahaya dari billboard saja masih terlihat jelas.





Dibawah ini video dari Dailymail, tidak diketahui kapan rekaman dibuat. Bisa terlihat suasana kota dalam kondisi berasap.

Di tahun 2014 Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan dan kongres Rakyat Nasional menyatakan peran terhadap asap.

Pada tahun 2018, China menang dengan sangat cepat. Kota kota mampu mengurangi konsentrasi partikulat halus dan rata rata mencapai 32%.

Dari data penelitian, peningkatan kesehatan masyarakat signifikan, memperpanjang rentang kehidupan mereka selama beberapa bulan bahkan tahun.

Di kawasan Beijing sebagai contoh, harus menurunkan polusi sampai 25%, dan menyisihkan dana $120 miliar.
Termasuk melarang pembangkit tenaga batu bara baru di wilayah tercemar, termasuk di sekitar kawasan Beijing.
Pabrik pabrik harus memangkas emisi mereka. Jika tidak bahan batu bara harus diganti dengan gas alam.
Mobil dibatasi di beberapa kota termasuk mega city Beijing, Shanghai, dan Guangzhou
Negara juga mengurangi kapasitas produksi pabrik pembuatan besi dan baja, serta menutup tambang batu bar.

Pemantauan dilakukan dengan 250 titik oleh kedutaan Amerika Serikat dan konsulat lain di Beijing. Saya menemukan perbaikan besar.

Sebagian besar wilayah melampaui target mereka. Walau kota paling padat penduduk juga mengalami penurunan.

Beijing tercatat hanya mampu menurunkan partikulat halus sampai 35%.
Provinsi Hebei di Shijiazhuang lebih baik dengan memangkas sampai 39%. Dan kota paling tercepar di China Baoding pada tahun 2015 mampu memangkas sampai 38%.

Yang dihitung adalah harapan hidup bagi masyarakat. 20 juta di kota Beijing dapat hidup 3,3 tahun lebih lama setelah menurunkan tingkat polusi. Shijiazhuang menambah 5,3 tahun, dan Baoding 4,5 tahun. Jurnal Uchicago.edu

Amerika di tahun 50-60an memiliki wilayah sabuk karat, atau wilayah industri baja dengan polusi sangat tinggi.
Dengan undang undang Clean Air, menurunkan emisi dalam 4 tahun. Polusi turun 20%, tapi butuh waktu belasan tahun kemudian untuk mencapai 32%.
China hanya membutuhkan 4 tahun untuk mencapai angka 30%.

Tentu saja karena polusi udara di China sudah jauh lebih tinggi melampaui ambang batas yang ditetapkan WHO.

Bila aturan mengikuti prosedur WHO, harapan hidup masyarakat China dapat naik dengan tambahan 1,7 tahun ke 4,1 tahun lagi.

Setidaknya pemerintah China telah memenangkan peperangan yang mereka buat sendiri dari asap dan polusi udara. Mereka mengunakan peraturan berbasis pasar yang amat tepat. Amerika lebih lama karena bersifat sementara.