Test benchmark atau lebih penting harga diskon


Hardware | 4 November 2013

Sekedar cerita dan pengalaman dari perkembangan hardware di dunia gaming.
Tidak peduli seberapa hebat hardware gaming. Bagi pembeli, harga dan kualitas menjadi kunci sukses sebuah produk. Dulu seorang gamer membeli perangkat hardware seperti VGA akan melihat hasil test VGA. Sekarang tidak lagi, karena performa VGA relatif sama dan tidak banyak berubah. Hanya lebih cepat sedikit bila muncul model baru.

Sekarang VGA sudah menyediakan game untuk perangkat hardware mereka agar menarik pembeli. Game asli pastinya sesuai dengan kemampuan VGA. Harga game akan memangkas harga bundle dari VGA lebih murah.

Dulu test benchmark seperti 3Dmark atau PCmark dipegang oleh produsen computer dan gamer. Dan mulai ditambahkan hasil test game lebih nyata dari beberapa judul game seperti Far Cry, Half-Life atau Doom. Harga VGA boleh mencapai $600, tapi yang laku dipasar hanya diantara $200-500.
Untuk memainkan game papan atas, tetap jalan dengan VGA kelas $100 keatas walau harus di setting agak minim.

Seorang gamer umumnya melihat satu performa benchmark sebuah VGA dengan hasil test game. Sekarang mereka sadar, angka test software benchmark tidak menjelaskan apapun. Lebih baik melihat hasil test secara nyata pada game. Media hardware mengunakan resolusi layar yang diuji. Mungkin saja performa berbeda bila mengunakan monitor seukuran 27 inch. Sementara di kalangan gamer masih mengunakan monitor 22-24 inch dengan resolusinya lebih rendah. Tentu tidak perlu membeli VGA seharga $600, kecuali di kalangan hardcore gamer dengan layar monitor 27 inch.

Produsen chip VGA kesulitan meningkatkan perfoma grafik. Biasanya VGA akan turun kelas ketika muncul produk baru dipasar. Tapi pemotongan harga (Nvidia dan AMD) tidak akan memicu perang harga, dan berakhir salah satunya merugi. Keduanya mempertahankan harga VGA agar tidak banyak terlalu turun. Produsen VGA berusaha memperbaiki driver agar VGA mereka lebih cepat pada game tertentu, bisa dilihat driver yang selalu di update berkala setiap 2-3 bulan. Seandainya produsen VGA melakukan kecurangan, mereka akan dilaporkan oleh media dan berdampak pada citra mereka.

Bagaimana produsen VGA menarik pembeli dengan bundle game. Kabarnya AMD dan Nvidia bisa membundle game sampai 3 judul untuk pembelian VGA kelas atas. Satu game dipasaran dijual $20 dan judul lain dijual $50. Kabarnya AMD dan Nvidia cukup membayar $10 untuk satu judul game. Misalnya pembeli mendapatkan satu VGA dengan bundle 3 game yang dipasaran $50 untuk setiap judul. Gamer dapat menghemat $100-150 dari setiap VGA yang dibeli. Membeli VGA dengan bundel game yang tepat, secara langsung akan menurunkan harga VGA. Tentu saja, karena VGA digunakan untuk game.

Bila seorang gamer membeli sebuah VGA model A seharga $350, apakah dia peduli dengan VGA yang performanya berbeda hanya 10% saja. Apalagi diberikan bundel game cukup banyak.

Kita bisa melihat procesor Intel dari generasi Sandy Bridge, Ivy Bridge dan Haswell. Apakah banyak perubahan dari procesor tersebut. Tidak juga. Sandy Bridge  dan Ivy Bridge yang dirilis 1-2 tahun lalu tetap mendominasi computer game, dan gamer belum mau menganti ke Haswell.
Sandy Bridge seperti Core i5/7 2000 memiliki clock speed lebih rendah 1.6Ghz default, dan meningkat diatas 3Ghz ketika semua core aktif.
Haswell sudah dipatok dengan kecepatan 3Ghz keatas untuk default speed dan turbo mendekati kecepatan 4Ghz. Siapa yang membutuhkan procesor 3Ghz hanya untuk mengetik dengan Microsoft Word. Apa bedanya ketika procesor Idle dengan 1.6Ghz di Sandy Bridge vs 3Ghz di Haswell. Tentunya Intel ingin mengejar score pada benchmark, sayangnya banyak gamer atau penguna computer sudah puas dengan Sandy Bridge atau Ivy Bridge yang lebih handal. Tentu kita berbicara dengan hardware PC, dan bukan untuk notebook atau ultrabook.



Test benchmark masih dibutuhkan untuk kalangan tertentu.
Hasil test benchmark tetap penting bagi industri seperti merek PC dan analis pasar. Tapi tidak mempengaruhi pasar nyata dalam mengambil keputusan. Karena inovasi grafik computer sudah melambat. Baik Nvidia dan AMD hanya tukar guling dari satu model VGA lalu diturunkan ke model lain setiap tahun.

Apakah kita percaya dengan perubahan hardware game diatas. Mungkin.


Berita terkait
Di setiap model procesor, biasanya ada yang memiliki kelebihan bagi antusias computer. Khususnya procesor yang dapat di overclock dengan harga lebih murah. Tetapi menandingi kemampuan procesor lebih tinggi. Satu lagi tombol turbo sempat ada di computer desktop tapi menghilang karena sudah tidak dibutuhkan.

Berapa banyak harddisk gagal bekerja setelah lama dipakai. Pabrikan menyebut 600 ribu jam, tapi ada saja yang gagal sebelum waktunya. Apakah SSD lebih baik. Keduanya memiliki resiko yang sama, dan berbeda dengan data yang diberikan oleh produsen. SSD atau Harddisk lebih baik.



Casing computer Lian Li PC V358 M-ATX dapat dibuka dibagian atas. Case ini berbentuk kubus, posisi motherboard dipasang horizontal dibagian atas. Power supply, dan storage ditempatkan dibagian bawah

Origin PC sudah berpengalaman 15 tahun lebih membuat gaming PC high end. Kabarnya tidak mau mengunakan AMD lagi, termasuk Radeon seri R9. Keputusannya seperti AMD tidak stabil dibanding Nvidia

Berbicara dengan VP AMD ROy Tayor mengatakan Nvidia CUDA mungkin sudah takdir, dan PhysX merupakan kegagalan total. Kenapa. Karena industri tidak seperti standar dengan Proprietary.




No popular articles found.