Sepeda listrik bisa menjadi alternatif kendaraan 200 juta unit bukan angka kecil


Kategori : Green | Date : 23 October 2013
Pakar transportasi dan produsen lebih fokus memperhatikan pengembangan mobil listrik Walau hasilnya masih mengecewakan, berbeda dengan sepeda listrik Angkanya sudah luar biasa

Pabrik sepeda listrik dari China sudah memproduksi 200 juta sepeda listrik. Penjualan naik di  Brazil sampai 2x lipat. Penjualan di Eropa juga kuat, dan di Asia hanya Filipina bahkan memesan sepeda listrik roda 3 sebanyak 100 ribu unit.



Kecepatan sepeda listrik rata rata antara 32-48km perjam. Hanya bermodalkan $1000 persepeda, jauh lebih murah dibanding mobil listrik. Bahkan anda bisa membuat sepeda listrik sendiri. Penguna sepeda listrik tidak pernah pusing dengan jalan macet, selama masih ada celah yang dilalui. Bersepeda dan berkeringat untuk masuk ke kampus atau kantor sudah dihapus dengan motor listrik. Kecuali anda mau lebih sehat, bisa mengayuh dengan bantuan motor assisted di sepeda.

Di Amerika memiliki undang udang tahun 2002. Sepeda listrik bebas pajak asalkan tidak melewati kecepatan 20mil perjam dengan kekuatan motor maksimum 750W. Tahun 2012 dari 29 juta produksi sepeda listrik, hanya 53 ribu unit saja dipasarkan ke Amerika.
Aturan di beberapa negara bagian juga berbeda. Sepeda listrik ada yang di ijinkan naik ke trotoar, sebagian masuk undang undang lalulintas.

Dari 200 juta sepeda listrik yang dipasarkan, apakah pemasaraan sepeda listrik ada yang salah. Tentu tidak, 200 juta unit yang sudah diproduksi menunjukan banyak penguna kendaraan memilih sepeda listrik untuk transportasi jarak dekat

Kemana saja produksi sepeda listrik mengalir dari tahun 2010 sampai 2012

Country 2012 2011 2010
Germany 380,000 310,000 200,000
Netherlands 171,000 178,000 166,000
Switzerland 52,900 50,000 35,000
France 46,100 40,000 38,000
Italy 48,200 45,000 40,000
Austria 40,000 32,000 20,000
Total EU states 738,200 655,000 499,000

Dari mana asal sepeda listrik diatas, diperkirakan 90% sepeda listrik diproduksi dan dipasarkan sendiri di China. Walau sudah di produksi masal, pasar sepeda listrik belum memiliki standar.

Mirip seperti mobil listrik yang masih melalui tahapan melakukan standarisasi pengisian baterai.
Sepeda listrik saat ini berbeda beda. Sistem adaptor untuk pengisian sepeda listrik, dan baterai berbeda beda kapasitasnya., Dari Jerman dengan komponen pabrik Bosch. Disain motor listrik lebih efisien tapi harganya relatif lebih mahal.


Semakin mahal sepeda listrik bahkan harganya hampir separuh harga sebuah kendaraan di Indonesia. Jarak tempuhnya dan teknologi yang dipakai semakin canggih.

Memang aneh, ada yang lebih efisien dengan sepeda listrik. Tapi banyak pemerintah terus memaksakan pengembangan mobil listrik. Dari sisi harga sebuah mobil listrik mencapai 15.000 dollar di Amerika. Untuk jarak dekat pastinya lebih hemat dengan sepeda listrik

Berita terkait
Mereka yang memiliki sepeda kadang bingung untuk menaruh sepeda di rumah. Karena tidak ada tempat, atau rumah terlalu kecil. Sekarang banyak rak sepeda, bahkan dapat dibuat sendiri untuk mengantung sepeda di dalam rumah. Seperti kita mengantung sepatu atau payung

Remaja ini membuat baterai sepeda listrik dari pack baterai notebook. Dengan 6 baterai notebook dapat disusun menjadi 22 volt DC. Keterangan ini untuk memberikan informasi pembuatan baterai dengan output voltase besar bagi sepeda listrik.



Sepeda listrik OHM Urban XU450 E2 memiliki disain unik. Tiang tengah hanya disanggah satu tiang penghuubung saja. Sepeda ini agak unik untuk sistem pemindah gigi. Kata produsen mengatakan pengendara tinggal duduk dan jalan.

Sepeda listrik Specialized Turbo e-bike mulai masuk pasar Amerika. Berat sepeda ini paling ringan dikelas sepeda listrik. Hanya 23kg saja.

Yu Yiqun 40 tahun seorang direktur kreatif perusahaan iklan di China, memiliki sepeda buatan tangan Alex Moulton seharga $16.000. Mungkin dia satu satunya yang memiliki sepeda itu di kota Beijing. Tetapi Yu Yiqun masih memiliki 35 sepeda high end lainnya. Beberapa sepeda unik yang dimiliki seperti Trek




No popular articles found.