Rahasia kabel bawah laut dunia, bukan 3 atau 4, tetapi ratusan kabel sudah terpasang


Kategori : News | Date : 23 September 2017

Sejak internet digunakan, awal dari koneksi internet ke seluruh dunia masih mengunakan teknologi satelit.

Kecepatan tranmisi satelit sangat terbatas, hanya dalam GB. Jaringan internet masih memerlukan sistem pendukung seperti parabola besar.

Kecepatan internet menjadi terbatas, karena harus tumpang tindih dengan jaringan telepon internasional (SLI) mengunakan sistem satelit.

Biaya yang sangat mahal, lambat membatasi sistem satelit untuk internet.

Pertumbuhan internet semakin cepat membuat langkah baru bagi teknologi kabel serat optik untuk menghubungkan antar benua.

Sudah banyak kabel bawah laut saat ini, ditanam di lautan pasifik, atlantik, laut India bahkan laut artik.

Menghabiskan milayaran dollar untuk investasi. Secara bertahap pemasangan satu jaringan kabel bawah laut membutuhkan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun.

Untuk menghubungkan kota London ke Tokyo, jaringan kabel internet misalnya harus meleweati Eropa, Mediterania, laut Merah, laut Arab, Samudra India dan melintas di laut Cina Selatan.

Sebuah kabel serat optik dengan tebal 3 inch dapat dilewati 40Gbps sampai 10 Tbps, kecepatannya hampir mendekati kecepatan cahaya dan dalam hitungan mili detik data sudah sampai ke setiap titik kabel.

Berapa banyak kabel optik yang menghubungkan antar negara sampai benua. Daftar dari www.cablemap.info ada dibawah ini (2011), termasuk tambahan kabel bawah laut baik yang sudah berjalan dan akan dipasang.





Koneksi kabel bawah laut paling besar
Kabel bawah laut terbesar nantinya
Di Australia, menghubungkan negara Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat (10.24Tbps, panjang 13000km, In Service:2014)
Jalur kabel dari Amerika Latin dan Afrika (12.8Tbps, 0km, In Service:2013)

Update Juni 2016

Jalur kabel bawah laut, Faster selesai dibangun. Menghubungkan Asia dan Amerika

Jaringan kabel bawah laut untuk internet 2016

September 2017
Sejak kabel optik bawah laut Marea instalasi mulai September 2016, setahun tepatnya September 2017 kabel baru Trans Atlantic telah selesai.
Menghubungkan pantai Virginia Amerika ke Spanyol Bilboa. Kabel yang dikerjakan proyek bersama Microsoft dan Facebook serta Telxius.
Kecepatan kabel tersebut mencapai 160TBps, membentang sejauh 6600km lebih.

Kabel Marea baru beroperasi penuh tahun 2018

Jaringan kabel bawah laut untuk internet 2017

Kabel bawah laut Indonesia 2017

Bila dihitung kapasitas kabel bawah laut untuk kabel data internet masih sedikit. Tertinggi dengan 20Tbps dari APX.

Sebagian terhubung ke hub jaringan internet internasional. Kebanyakan berada di Singapura sebagai tempat pembagian jaringan serat kabel optik.

Ke Jakarta jalur kabel bawah laut
APX West 3 titik sambung dari Singapura Jakarta Perth 4,6 ribu km, kecepatan 20Tbps, layanan 2015
Australia-Singapore, 3 titik Singapura Jakarta Perth sambung 4.600km, 6,4Tbps, layanan 2015
Matrix 3 titik sambung , Batam Singapura Jakarta, 1000km, 5,12Tbps, layanan 2008
APCN, 9 titik sambung, Filipina, Singapura, Jakarta, Hongkong, Malaysia, Jepang, Thailand, Korea, Taiwan, 5Gbps, layanan 1997.
Jakabare 4 titik Batam, Singapura, Jakarta, Pontianak sambung 1330km, 1,28Tbps, layanan 2009
SEA-ME-WE-3 , 39 titik sambung 39 ribu km, 960Gbps. layanan 1999
Trident, 4 titik sambung, Jakarta, Australia 3 titik. 7000km, kecepatan tidak tercatat, layanan 2015

Transit atau regional di kota lain untuk kabel bawah laut
SEA-ME-WE-5, 20 titik, Aceh hanya tertulis Landing Station, jarak 20 ribu km, kecepatan 24Tbps
I2I terhubung ke Dumai, 3200km, 8,4Tbps
Moratelindo Batam Dumai - MBDC 380km kecepatan 960Gbps
SEA-ME-WE ke Medan, panjang kabel 39 ribu km dengan 39 titik sambung, kecepatan 960Gbps.
AAE-1 Asia Afrika Eropa, 19 titik, sepanjang 26 ribu km.


BRICS Cable 7  Dumai ke Malaka, 150km, 320Gbps


Jaringan kabel bawah laut di Indonesia 2017

Kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di dunia 2017
Marea 160Tbps Microsoft, Facebook, Telxius
PLCN Google dan Facebook 120Tbps

Demikian penjelasan jalur serat kabel optik di Indonesia dan dunia. 20 tahun berlalu jaringan data telah berubah. Seluruh benua sudah terhubung mengunakan kabel optik.

Film kegiatan mata-mata Snowden mengatakan NSA memiliki semua data backdoor dari peralatan digital. Cerita Snowden akan dibuat sebagai film. Setelah dia menjadi bagian NSA, sebagai badan penyadapan Amerika. Seperti apa canggihnya, sampai setiap orang yang memiliki hubungan dengan teknologi digital dapat diketahui.

Kabel internet Faster menjadi kabel paling cepat dengan kapasitas 60Tb/s. Google mengatakan cukup untuk mengirim file foto selfie setiap 15 detik oleh warga Taiwan dari Taiwan ke Jepang. Google akan memperluas jaringan internet, termasuk data center Google di Singapura

Jaringan kabel bawah laut Fiber Artic diperkirakan selesai tahun 2016. Membawa jaringan internet dari London dan Tokyo lebih cepat 23ms. Tantangan di rute 15.600km ini lebih sukar dibanding jaringan kabel optik di daerah khatulistiwa. Karena rute yang dilewati adalah lautan es yang hanya terbuka di musim panas



Bell Labs berhasil mengembangkan kabel tembaga XG Fast yang mampu dilewati data 10Gbps. Walau jaraknya tidak jauh, tapi cukup untuk memperpanjang jarak dari kabel telepon tembaga dirumah.

Jalur kabel optik bawah laut milik konsorsium Asia Pacific Cable Network (APCN-2) sudah ditemukan letak kerusakannya minggu lalu. 2 kabel putus dan sudah kembali normal setelah diperbaiki minggu ini.

Dimana penguna internet terbesar. Untuk Indonesia ada di pulau Jawa dan Bali. Asia, di dominasi China, Indian, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang, Korea dan Taiwan.

Tanpa kita sadari, kehidupan manusia sekarang sudah bergantung dengan satelit. Apa yang terjadi bila suatu hari semua satelit berhenti bekerja. Kalau suatu hari nanti semua satelit terganggu dan tidak bisa mengirim signal apa yang terjadi.



Bila ke Taiwan, tidak perlu pusing dengan koneksi internet. Anda bisa melihat peta di Google Maps, daerah tempat makan, memeriksa cuaca dan lainnya. Pemerintah Taiwan baru swaja membuat kemudahan bagi wisatawan. Dan memperluas jaringan WIFI ke seluruh pulau.

Perusahaan telekom Sony Jepang mulai menawarkan internet kecepatan 2Gbps download dan 1Gbps upload. Khusus untuk penduduk di kota Tokyo di 6 distrik. Mirip seperti kecepatan internet Google di Amerika yang terbatas, ditawarkan dengan harga murah tetapi kencang.

Kabel SEA-ME-WE 4 menghubungkan jalur internet dari Perancis sampai Malaysia terputus. Negara yang terkena dampak sepeti India, Pakistan dan Mesir. Dari 3 negara tersebut akan mengalami kelambatan koneksi internet untuk membuka situs di Eropa dan Amerika.

Cuba bukan lagi negara terbelakang. Februari 2011 ada kabel bawah laut yang menghubungkan kota utama Cuba ke Venezuela. 2 tahun berlalu, misteri tentang kabel bawah laut tersebut terlihat sudah aktif. Disebut kabel ALBA-1, menghubungkan Jamaica dan Cuba

Berapa banyak manusia pintar, siapa yang paling cerdas. Siapa saja yang masuk kategori sangat super jenius. Manusia dengan IQ rata-rata lebih umum, tapi manusia dengan IQ paling tinggi amat jarang.  Dikatakan jenius bila seseorang memiliki IQ 130 atau lebih.

The Group atau Time Malaysia mulai masuk rancangan konstruksi dan peraawatan jalur kabel bawah laut Asia Pacific Gateway (APG). Kabel APG akan menghubungkan jalur kabel optik dari malaysia ke Korea dan Jepang.



Qualcomm adalah perusahaan perancang chip, sejauh ini tidak memiliki pabrik sendiri. Insinyur mereka bekerja dan duduk seharian di computer untuk merancang chip, Qualcomm kabarnya membuat chip dari pabrik Samsung.

Mengapa layar handphone ikut berputar dari 90 derajat atau lebih. Ada sensor sangat kecil membantu mengatur posisi gravitasi dari handphone. Sebuah chip disebut Accelerometer membantu mengatur layar

Intel bercerita tentang pasir yang dirubah menjadi keping silikon. Dimulai dengan bahan pasir, lalu dipanaskan sampai 1800 degC sampai mencair. Kembali di dinginkan dan dipadatkan dan dipotong menjadi lembar silikon.

Korea Daewo membangun kapal layar untuk membawa kontainer terbesar. Panjang 400 meter, mengangkut 18 ribu kontainer


No popular articles found.