Perubahan iklim oleh Nasa 87 tahun ke depan satu ilmuan berkomentar


Kategori : Green | Date : 1 October 2013
Bila anda bisa tinggal di bumi lebih lama, apa yang terjadi pada 87 tahun mendatang. Khususnya dengan perubahan iklim. Bumi semakin panas, lebih panas dari hari ini, setidaknya pada tahun 2100 nanti.

Nasa menghitung dampak perubahan iklim dari laporan OPCC. Menghitung perubahan suhu, pekriraan curah hujan rata rata dari 4 skenario emisi berbeda. Dari data diatas dibuatkan sebuah simulasi ketika manusia akan memasuki abad ke 22 nanti.

Indonesia lebih beruntung, diperkirakan akan mengalami peningkatan suhu panas pada tahun 2060an keatas tapi tidak terlalu panas seperti negara lain. Australia yang sudah mendapatkan suhu panas tahun ini akan lebih panas lagi dalam beberapa tahun mendatang.
Setidaknya bisa dimulai dengan menghemat energi dari sekarang agar tidak memicu asap lebih banyak pada pembangkit listrik, lebih banyak menanam pohon, kurangi pengunaan kendaraan, mungkin membantu penurunkan suhu udara di negara kita. Siapa tahu...

Dibawah ini simulasi dari tim Nasa memprediksikan perubahan iklim menjelang abad ke 22.




Seorang ilmuan Eric Holthaus bahkan memposting di Twitter setelah dia mengunakan pesawat untuk pergi ke pertemuan perubahan iklim. Katanya ini harus menjadi penerbangan saya yang terakhir. Saya akan berhenti terbang karena tidak layak untuk iklim kita. Eric mengatakan solusi geoengineering dengan teknologi tinggi tidak akan berdampak bagi perubahan iklim.

Eric sendiri memiliki kesadaran untuk berubah. Dia memangkas semua alat yang menghasilkan gas CO2. Dia menadur ulang, tidak memiliki kendaraan, juga vegetarian. Yang membuat kecewa ketika data diberikan oleh IPCC, gas CO2 di Amerika masih 2x lebih babyak dari rata rata.

Entah benar atau tidak mantan WaPres Al Gore yang sering berteriak dengan perubahan cuaca kabarnya memiliki pesawat jet pribadi, rumahnya di Belle Meade Nashville memiliki 2 kamar dan 8 kamar mandi (Businessweek). Dia lebih banyak mengkonsumsi listrik dari rumah biasa lainnya. Sementara Al Gore dalam film dokumenter menyerukan Amerika untuk menghemat energi di rumah. Rata rata sebuah rumah di Amerika menghabiskan 10,656kWh, pada tahun 2006 rumah Al Gore menghabiskan 221 ribu kWh perjam. Biaya listrik rumah Al Gore sebulanya mencapai $1.359.
Itu baru listrik sedangkan biaya gas perbulan mencapai $1.080. Ini gaya Amerika, kalau bicara dan tidak melakukan pasti akan dikomentari oleh masyarakat dan media.

Menurut sebagian orang, Al Gore sebagai juru bicara pemanasan global seharusnya bersedia melakukan. Bukan hanya bicara saja kata badan pusat penelitian... Jadi beda tipis dengan bicara saja dengan orang yang benar benar berupaya memperbaiki iklim dunia seperti ilmuwan Eric.




Berita terkait
www.nasa.gov/content/goddard/climate-models-show-potential-21st-century-temperature-precipitation-changes/
Tidak perlu repot memerangi pemanasan global, suhu panas dan perubahan iklim. Yang tersedia saat ini, cukup menanam pohon di permukaan bumi. Tidak perlu seluruhnya di tanam pohon, karena Bumi cukup mendukung untuk menanam 1 miliar pohon baru. Tidak menganggu kota atau lahan pertanian, hanya menanam pohon baru saja.

Bila seseorang mulai mengurangi pemakaian kendaraan, mengecilkan AC, rajin mematikan lampu yang tidak terpakai. Dia tidak sendirian. Para ahli sudah mengatakan jauh hari, negara di Asia Selatan paling terkena dampak dan tidak dapat dirubah. Indonesia rangking 34. Prediksi mengerikan dari tahun 1912 sangat akurat tapi dikira palsu.



Ada di kutub selatan. Disebut Dome dengan rekor baru dan suhunya -92 derajat Celcius pada musim dingin. Tidak ada yang berharap ketika musim dingin, ada yang menginjakan kaki ke permukaan es.

Film Before the Flood, adalah film dokumenter yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Dibuat oleh National Geographic, sudah tayang jaringan TV Nat Geo. Apa saja yang akan hilang akibat perubahan iklim

Sebagian orang merasa bahagia tinggal di bumi, sebagian lain tidak. Ada yang merusak, menjarah hutan, mengirim racun ke udara, menghancurkan habitat alam. Semua dikemas dalam video yang diambil 30 tahun terakhir. Betapa kekuatan manusia bisa merusak, sebagian orang berusaha mempertahankan.

Dimana peningkatan suhu akibat pemanasan global. Indonesia masih relatif aman. Khususnya di daerah timur, seperti NTB yang sudah panas relatif tetap panas. Yang bertahan di Irian Jaya, tepatnya di daerah kepala burung.

Pemanasan global memang terjadi. AS, China, Rusia, Brasil, India, Jerman dan Inggris seharusnya bertanggung jawab atas 60% pemanasan global yang terjadi dari tahun 1906 sampai 2005. Dijelaskan dalam gambar oleh Damion.



Siapa yang tahu seberapa besar benua Antartika. Sulit digambarkan karena selalu tetutup es. Teatpi ilmuan dari Nasa sudah bekerja keras dan memperkirakan daratan disana seperti tanah alien.

Perubahan iklim dan udara panas sampai cuaca ekstrem belum terlihat di kota kota besar. tapi menurut peneliti dari universitas Hawai, mereka menghitung dengan matematika bahwa beberapa kota akan berubah. Di Indonesia termasuk yang pertama.

Membuat pot tanaman , tanaman gantung, atau tempat pot yang digantung di pagar rumah. Ada cara sederhana, biayanya lebih murah dan tidak memakan tempat seperti ukuran pot yang besar.

Telur bisa dimasak dengan suhu 70deg.C keatas.Tapi dari AP memberikan laporan seorang anak di provinsi Shandong sedang memasak telur di jalan. Gelombang panas sedang melanda di China. Sampai kolam renang sudah seperti kolam besar berisi begitu banyak orang dengan balon




No popular articles found.