Data dari tahun 1983 sampai 2012 ini, penduduk di bumi cenderung mengalami perubahan udara dan lebih panas.

Gambar dibawh ini dibuat oleh satelit Aqua milik Nasa, mengunakan instrumen AIRS. menunjukan posisi kandungan gas CO2 dengan warna lebih terang berada di Eropa, China, Rusia dan Amerika.

Bagian paling terang lebih banyak berada di bagian utara bumi, kecuali kutub utara yang sangat jarang manusia tinggal disana.
Data di bulan Mei lalu, kandangan gas CO2 menurun dibawah 400ppm. Karena sudah berada di musim panas, dimana tumbuhan sedang berkembang dan menyerap sinar matahari.


Data terakhir pada 15 September 2013, tingkat CO2 sudah mencapai 393.58ppm. Tahun lalu rata rata baru mencapai 390.74ppm. Mundur 10 tahun lalu rata rata hanya 373.01ppm. Pemanasan global ini baru dikemukakan pada panel PBB

Dampaknya, panas udara perlahana tapi pasti akan terus naik. (dari NYT)

Menurut penuliti Pieter Tans dari ESRL, bumi tidak lama lagi mendapatkan kandungan gas CO2 di angka 400ppm. Tidak perlu menunggu 10 tahun, dan paling lambat terjadi pada tahun 2016. Bila ditelaah, bumi masih satu satunya tempat tinggal.

Seperti kejadian di China, suhu panas dapat mengoreng telur di tengah jalan. Suhu pada bulan Maret di Shandong mencapai 38 derajat.C. Tahun 2010 ada 9 daerah yang terkena udara panas.

Siapa penyebabnya, pasti manusia. Tetap saja sebagian orang tidak peduli dan terus memompa gas CO2, dan melakukan pemborosan yang tidak perlu. Bila terus naik, suhu bumi akan meningkat.

Informasi lengkap bisa dibaca via ClimateChange2013.org