Foto Bromo bisa melihat awan Megallanic ketika matahari terbit


Kategori : Digital | Date : 28 September 2013
Justin Ng masih memiliki foto pemandangan alam di Bromo yang menampilkan sisi dari galaksi. Justin bisa mengabadikan galaksi Bimasakti, awan Megallanic dan satu bintang Canopus. Itu di Bromo loh, dan fotonya masuk di website Space.com. Tidak mengunakan teropong, hanya camera saja dengan proses gabungan gambar.

Foto yang dirilis dibawah ini dikirim ke Space.com pada tanggal 10 September 2013. Justin mengatakan ini waktu terbaik untuk melihat 4 bagian galaksi, dari Large Magellanic Cloud, Small Magellanic Cloud, Andromeda Galaxy dan Milky Way Galaxy. Hanya satu malam saja di Bromo. Tidak mengunakan teropong, hanya camera saja.

Pada gambar terlihat 1 bintang Canopus paling bercahaya. 2 ditengah lain seperti awan adalah awan besar dan kecil dari Megallanic. Foto hi-res bisa dilihat di Facebook Space.com



Justin seorang fotographer dari Singapura sebelumnya mengabadikan pemandangan Time Lapse di Bromo
Justin mengatakan dia mengambil urutan foto untuk memperkuat cahaya, lalu di blend menjadi satu

Berita ini dipublikasin dari situs facebook Space.com


Berita terkait
www.obengplus.com/artikel/articles/103/1/Aplikasi-Astronomi-di-Android
Azuki adalah nama landak yang tinggal di Jepang. Terlihat sedang berkemah tapi bukan di yang memposting. Tentu saja pemiliknya yang membuat foto. Si fotografer membuat foto unik dengan foto binatang landak kecil ini.

Sudah dibilang fotographer di Indonesia memang unik. Karena alam di Indonesia lebih epik dari negara lainnya. Ada cerita unik kali ini, foto dari Indonesia dicuri, dan menang. Fotografer dari Thailand, karyanya juga diakui orang lain bahkan mendapatkan 2 penghargaan



STC Astro-Multispectra Clip menarik bagi kalangan astronomi. Kondisi polusi cahaya kota membuat foto tampak kuning, atau cahaya berlebihan yang tidak perlu masuk ke sensor. STC Astro-Multispectra hanya menangkap gelombang cahaya yang dihasilkan oleh bintang bahkan sampai nebula dengan menurunkan intensitas cahaya buatan

Large Magellanic Cloud adalah sisa dari pembentukan galaksi Bima Sakti, dapat terlihat di sisi belahan bumi selatan. Januari 2016 ditemukan lagi sebuah satelit galaksi Bima Sakti dan nomor 4 terbesar. Disebut Crater 2 memiliki lebar 7000 tahun cahaya

Richard Silver membuat foto panorama tidak biasa. Foto panorama umumya dibuat dari sisi kiri lalu  ke kanan, atau sebaliknya. Richard membuat foto dari depan ke belakang, setidaknya sudah mengunjungi 75 negara dan 220 kota

Thierry seorang insinyur memiliki hobi astronomi, lagi lagi bikin kejutan dengan membuat foto ketika ISS melintas pada gerhana matahari 20 Maret 2015. Foto lain seperti stasiun ISS ketika bersandar dengan pesawat ulang alik, dan stasiun ruang angkasa milik China, planet Mars bahkan 2014 lalu mampir ke Indonesia Bromo

Satu lagi yang kreatif dari Indonesia. Edy Harjo membuat beberapa foto dengan model miniatur superhero Marvell. Seperti gaya Hulk, Spiderman dan teman temanya sedang pipis, kalau di film tidak ada cerita superhero masuk WC. Apa lagi pipis di tembok jalan.



Mantan astrophotographer Jim Abels memiliki pengalaman dalam pengambilan gambar malam hari, khusus untuk bintang atau planet. Pertengahan tahun lalu dia pergi ke pinggiran kota New Jersey, tepatnya di Ocean City. Apa yang di dapat disana.

Astronomi Chat Powell mengambil foto ini, posisi galaksi Milky Way di Isle of Wight Inggris. Disana memiliki posisi sangat baik karena polusi cahaya sangat minim. Powerl mengatakan ke io9, dia mengunakan camera Canon 6D dengan 9 foto.

Fotographer Miloslav Druckmuller mendapatkan foto 2 galaksi di malam hari. Mengabungkan 13 foto untuk meningkatkan citra gambar. Akhirnya terbentuk 2 objek seperti awan, tapi bentuk tersebut adalah galaksi lain setelah Bimasakti.

Mark Joseph Solis mahasiswa pascasarjana dari sebuah universitas di Filipina menjadi ejekan dunia internasional. Karena dia mencuri sebuah foto dan memasukan ke sebuah kompteisi, bahkan mendapatkan hadiah ribuan dollar dari potret curian.

Juara pertama dari Australia. Guiding Light to the Stars by Mark Gee (Australia). Menampilkan gambar galaksi Milkyway dan cahaya terang di sisi kanan dari cahaya lampu mercusuar. Ternyata kontestan yang ikut hanya 1200 orang

Alan Brock hanya bermodalkan camera Canon 7D dengan teleskop di rumahnya. Tampi mampu mengabadikan beberapa foto sekelas teleskop besar. Salah satunya objek galaksi Andromeda dan Nebula Orion.

Fotographer asal Rumania Maximilian Teodorecu memiliki hobi sebagai astronomi. Mengunakan teleskop 1800mm f/12 Maksutov, dia ingin mencoba kemampuan teleskopnya di akhir minggu.



Ketika anda berada di pegunungan Himalaya dengan ketinggian 7000 meter. Anda bisa melihat galasi Bima Sakti atau Milky Way. Anton Jankovoy melakukan pendakian di wilayah Annapurna mendapatkan pemandangan seperti ini




No popular articles found.