Blackhole Bimasakti dulunya kuat sekali mungkin menyala seperti bintang


Science | 26 September 2013

Peneliti astronomi baru memperkirakan jawaban dari teka teki mengapa galaksi Bimasakti kita berbeda dengan 2 juta tahun yang lalu. Blackhole atau lubang hitam di tengah galaksi kita sebenarnya sangat kuat, setelah diperkirakan awan gas Magellanic sebagai jejak fosil kuno. Kira kira awan tersebut berasal dari eject atau gas yang dilontarkan dari Blackhole sebelum melakukan evolusi dari bintang terang , lalu mati menjadi benda yang sangat padat seperti Blackhole sekarang.



Mungkin dulunya (2 juta tahun lalu), si Blackhole ini adalah bintang raksasa yang bersinar dan ukurannya diperkirakan 4 juta kali lebih besar dari matahari kita. Kalau di dunia alam semesta , yang besar biasanya berumur pendek. Jadi ukuran adalah skala waktu dalam benda di ruang angkasa, besar pasti cepat mati. Bintang raksasa akan lebih cepat kehabisan bahan bakar, karena akan mengoreng lebih banyak gas. Sedangkan bintang kecil seperti matahari kita, umurnya jauh lebih lama bersinar.

Si lubang hitam ini dulunya tidak disebut lubang hitam dan merupakan bintang raksasa, seperti matahari dan menyala amat sangat terang. Lalu mati dan blep jadi planet raksasa berwarna hitam dan tidak menyala lagi. Lalu kemana sisa gas sebelum bintang berubah menjadi lubang hitam itu. Katanya ada satu bentuk Magellanic Stream atau gas yang sangat besar dekat dengan galaksi kita. Itu yang menjadi jejak peninggalan si Blackhole

Panjang jejak si gas Magellanic Stream mencapai 600 ribu tahun cahaya. Itu baru perkiraan para ahli astronomi, seperti apa kejadian 2 juta tahun tentu tidak ada yang tahu.



Ketika mati bintang mati, inti bintang akan memadat. Bila ada gas tertarik gravitasi maka akan terlempar dari si benda raksasa di tengah galaksi ini. Diperkirakan sebagian gas tersebut terdorong karena ledakan besar sebelum membentuk Black hole. Gas tersebut terkumpul di pinggir galaksi dan disebut Magellanic Stream (berbentuk awan). Mengapa Magellanic ini dianggap sebagai fosil peninggalan si Blackhole. Karena tidak ada yang lebih besar lagi untuk menghasilkan gas atau melempar gas raksasa seperti itu kecuali ulah dari raksasa Blackhole.

Gas Megallanic Stream ini baru dtemukan pada tahun 1970 dan berada di sepanjang galaksi kita. Gas hidrogen yang ada saat ini dan masih menyala sampai sekarang menjadi catatan sejarah kuno peradaban sebuah galaksi.

Kalau dipikir pendapat diatas cukup beralasan. Bisa dilihat dari video yang satu ini


Berita terkait
Bila ditanya dimana titik tengah galaksi Bima Sakti. Sekarang bisa dijawab setelah peneliti ESO melakukan pendataan dari titik tengah galaksi Bima Sakti selama 16 tahun. Mungkin ini yang disebut wilayah lubang hitam Sagitarius, masih ada lubang hitam lebih kecil, jumlahnya cukup banyak

20 tahun berlalu, penemuan planet alien 4034 planet. Planet tersebut dinamakan Exoplanet atau planet yang mungkin di tinggali manusia. Juni 2017 ditemukan 219 exoplanet baru dan 10 diantaranya berada di posisi tepat



NASA mengunakan satelit Swift untuk merinci gambar dengan ultraviolet. Ribuan gambar sudah dikumpulkan dan menghasilkan gambar utuh selebar 160 megapixel. Seperti apa bentuk galaksi kita bila di zoom sangat jauh, gambar miliaran bintang itu sangat luar biasa.

Galaksi terbesar di alam semestaSeratus juta galaksi yang terditeksi oleh manusia, galaksi apa yang terbesar yang pernah ditemukan. Disebut galaksi IC 1101, diperkirakan memiliki bentuk eliptikal. Jaraknya dari bumi 1 milyar tahun cahaya, memang jauh sekali tapi ukurannya sangat besar.

Nasa temukan lubang hitam terbesar dan diberi nama black hole PDS 456. Mengunakan Nasa Nuclear Spectroscope Telescope Array (NuSTAR dan ESA XMM Newton Telescope. Para ilmuwan di CalTech dapat memperkirakan kekuatan benda ini dalam waktu dekat.

Sebuah galaksi Messier 83 atau dengan nama lain M83, NGC 5236 sedang diteliti oleh astronom. Jaraknya hanya 15 juta km dari bumi dan letaknya di konstelasi Hydra. Galaksi ini bisa kadang bisa terlihat walau mengunakan binocular.

Akhirnya ada jawaban yang satu ini. Lubang hitam yang ada ditengah galaksi bukan hanya bentuknya saja yang sangat besar. Ternyata lubang hitam itu berputar, dan putarannya sangat cepat. Tidak bisa dihitung, karena dapat mendekati kecepatan cahaya. Apakah lubang hitam akan terus membesar, dijawab tidak



Astronot pergi ke bulan , untuk berhubungan dengan radio terjadi keterlambatan 1.5 detik. Bagaimana bila berkomunikasi dari Saturnus ke Bumi. Bagaimana bila lebih jauh lagi. Mungkin manusia yang jauh disana masih bisa melihat dinosaurus ke bumi. Melihat ruang angkasa sama seperti melihat waktu, mengapa berbeda. Diterangkan secara ilmiah

Secara umum di alam semesta ini hanya memiliki bentuk galaksi spiral dan berbentuk bulat memanjang. Sekarang agak berubah setelah teleskop Hubble lebih dalam dan membandingkan dengan galaksi yang bisa diamati. Lalu asal mula terbentuknya darimana.

Nasa memberikan data bintang yang dekat dengan matahari. Cukup banyak, terdapat 53 bintang. Ada yang berada di garis lintang tengah bila dilihat dari bumi, yang lain sebagian lagi ada di bagian utara dan selatan bumi.

Diawali dari tata surya dengan keberadaan di bumi. Semua terlihat serasi dan berputar pada tempatnya. Menurut ahli astronom, diluar sana berbeda. Dikatakan kacau bahkan saling menghancurkan.

Bila malam hari sebuah kota mati lampu, apa yang akan kita lihat. Langit tidak kosong, tapi tidak pernah kita bayangkan seperti apa. Tata surya termasuk Bumi , Matahari dan Jupiter, dan tata surya adalah bagian sangat kecil dari Bimasakti atau disebut juga Milky Way.

Satelit GALEX dirancang untuk menemukan galaksi dengan sensor ultraviolet dan sudah bekerja sejak tahun 2003. Tapi satelit GALEX tidak akan lama lagi, karena NASA memangkas pendanaan operasi untuk satelit ini. Apa saja penemuan teropong GALEX




No popular articles found.
< /body>