Satu hari nanti Bumi tidak dapat mendukung kehidupan manusia termasuk tidak layak ditinggali lagi.

Termasuk semua mahluk hidup, tidak mungkin ada di Bumi.

Kata akhir, silakan pindah dari bumi kata seorang ahli universitas East Anglia.

Lalu kemana manusia harus pindah.

Sedangkan bintang terdekat yang diketahui memiliki planet lain berjarak 4 tahun cahaya

Itupun, mungkin ada planet lain seukuran bumi disana.

Untuk pergi kesana manusia harus menempuh perjalanan sejauh 40.000.000.000.000 km.

Dengan kendaraan apa ?, bahkan pesawat ruang angkasa Voyager yang sudah terbang pada tahun 1977 hanya mencapai jarak 1/500 kecepatan tahun cahaya di tahun 2012 lalu atau berangkat 35 tahun baru mencapai jarak 1/500 tahun cahaya pada tahun 2012.

Artinya dengan teknologi saat ini, manusia dapat mencapai ke bintang terdekat setara 500x4 tahun cahaya = 2000 tahun.

Kembali dengan usia bumi di masa mendatang.
Umur bumi mungkin sekitar 1,75 miliar tahun lagi, atau paling lama hanya 3,25 miliar tahun.



Tetapi rentang waktu tersebut sampai seluruh tata surya kita dari sekarang sampai  punah / gelap gulita. Artinya matahari tidak bersinar lagi.

Di masa depan, matahari akan mati tapi tidak hanya redup tapi blep seperti lampu begitu saja. Seperti Gelap dan tidak mengeluarkan cahaya terang seperti sekarang.
Karena matahari adalah sebuah gas raksasa yang terus terbakar di intinya setiap hari.

Tetapi ada proses mengerikan sebelum matahari benar benar mati.

Seperti gambar kiri bawah, suatu saat nanti dari gambar artis memberikan contoh kondisi bumi. Ketika gas raksasa di matahari semakin membengkak, membesar dan terus membesar dan berubah menjadi bintang merah raksasa. Ukurannya lebih besar dari ukuran sekarang, dan bumi akan terbakar karena sangat dekat.

Matahari adalah sebuah bintang yang kaya akan gas hidrogen. Karena tekanan gas begitu besar disana, di tengah intinya terjadi fusi thermal (seperti fusi nuklir). Di dalamnya seperti thermo nuklir yang panas, dan poton (cahaya) yang berada di dalam lari keluar menembus gas sampai melewati planet. Cahaya itulah yang membuat sinar dan panas matahari seakan menyala dan menghangatkan bumi.

Umur Bumi

Tetapi saat nanti, Matahari akan kehabisan gas dan mulai memasuki tahap kematian. Gas hidrogen sebagai atmosfer matahari yang membungkus dan memberikan bahan bakar ke inti matahari agar Matahari yang bercahaya akan benar benar habis.

Ketika gas utama terbakar dan bintang ini menjadi tidak stabil. Matahari tidaka mendadak mati begitu saja.

Bila gas kandungan gas hidrogen disana sudah habis terbakar, tersisa gas helium dan matahari mulai membakar gas Helium. Ketika gas helium mulai ikut dibakar disinilah fase pembengkakan matahari, secara perlahan bentuk matahari mulai berubah.

Matahari akan membesar dan terus melebar sampai menelan planet di dekatnya termasuk Bumi.

Setelah proses pembengkakan berakhir, matahari akan kembali menciut dan mengecil mendekati ukuran semula. Tapi fase tersebut memasuki masa kritis. Perlahan kembali membesar , dan tiba tiba dapat meledak menjadi Supernova. Sisa gas yang ada akan terlempar ke ruang hampa, dan tersisa materi padat dari matahari menjadi sebuah bintang kecil (bintang kerdil) bercahaya putih.

Peneliti mengatakan sekarang bumi berada di zona paling baik dan sangat layak huni.

Usia matahari saat ini sedang dimasa stabil. Tidak bergejolak, dan tidak agresif. Dalam perhitungan usia matahari seperti orang dewasa yang stabil, dan tepat berada di tengah dari total usianya.

Saat ini jarak bumi ke matahari sangat tepat, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Ukuran bumi juga tepat untuk manusia tinggal.
Zona layak huni dari sebuah planet memang bervariasi.



Planet lain harus berada pada zona habitat. Tergantung ukuran bintang (mataharinya) sebagai pusat. Seperti matahari kita memiliki ukuran lebih besar dari rata rata bintang, tapi bumi cukup jauh dari matahari.

Posisi bumi berada di Goldilock, dimana semua usia tata surya sudah memasuki masa dewasa atau tepat berada di tengah tengah usia kehidupan paling indah. Dan manusia berada pada kehidupan yang tepat seperti sekarang ini. Matahari begitu tenang, walau suhunya cukup membuat bumi panas. Tapi bumi masih mempertahankan air agar tidak menguap, dan tidak terlalu dingin yang membuat bumi membeku. Tumbuhan dapat melakukan fotosintentis dengan sempurna.

Bintang di beberapa tata surya lain memiliki ukuran besar dan bisa saja kecil. Jarak planet ke bintang ikut menentukan sebuah kehidupan

Semakin besar bintang maka planet yang layak untuk kehidupan harus berada di zona yang aman dan letaknya harus semakin jauh dari bintang.

Demikian juga sebaliknya, bila bintang berukuran lebih kecil maka planet harus lebih dekat untuk mendapatkan panas yang tepat untuk kehidupan.

Contoh planet Merkurius dan Venus adalah planet yang berada di area tidak layak huni bagi mahluk hidup termasuk manusia. Disana panas karena terlalu dekat dengan Matahari. Manusia juga tidak bisa tinggal di Pluto saat ini, karena jauh dari matahari dan sangat dingin dengan suhu dibawah -200 derajat Celcius. Disana ditemukan permukaan es. Bukan es salju tapi cairan yang membeku di seluruh permukaan planet.

Ukuran planet bagi manusia harus tepat, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Seperti Jupiter tidak mungkin manusia tinggal disana karena Jupiter adalah planet gas. Manusia tidak bisa tinggal dengan planet gas karena tekanan atfmosfer disana sangat besar. Jupiter serta planet gas lain seperti Saturnus dan 2 planet gas lain bukan tempat untuk manusia tinggal.
Bahkan di kedua planet tersebut memiliki badai seperti kecepatan pesawat komersil. Mencapai putaran 1000km perjam

Ukuran matahari masuk kategori bintang G atau sedikit lebih besar dari ukuran rata rata bintang rata rata di dalam galaksi.

Bintang lain rata rata memiliki ukuran M yang relatif tidak terlalu panas dan bercahaya lebih merah. Bila matahari memiliki ukuran M atau lebih kecil, maka posisi planet yang layak bukan Bumi karena terlalu dingin. Bisa saja tinggal di Merkurius dan Venus.

Hanya bintang kita (matahari) ukurannya juga relatif kecil atau rata rata dibanding bintang raksasa. Karena itu umur hidup matahari lebih lama. Dibanding beberapa bintang raksasa yang yang pernah ditemukan, ukurannya mencapai puluhan sampai ribuan kali ukuran Matahari.

Usia bintang raksasa (usia selama bersinar) akan lebih singkat. Bintang akan terbakar setiap hari karena adanya gas, gas tersebut adalah gas Hidrogen sebagai gas paling banyak ditemukan di alam semesta. Sebuah bintang dapat mati setelah kehabisan bahan bakar setelah membakar seluruh gas Hidrogen. Semakin besar ukuran bintang, semakin banyak isi gas di dipakai untuk dibakar. Sehingga bintang raksasa akan bercahaya lebih terang , tapi berdampak lebih cepat menghabiskan gas Hidrogen. Setelah gas Hidrogen, sisa gas yang dibakar kedua adalah gas Helium. Bila keduga gas habis, maka bintang harus bersiap untuk tamat lebih cepat.

Tahap awal kematian bintang umumnya dimulai dari proses membengkak.
  • Setiap bintang yang akan mati, matahari perlahan membesar dan terus semakin besar sampai berubah menjadi raksasa merah, menghancurkan semua planet terdekat bahkan planet yang dekat akan masuk ke dalam gas bintang.
  • Setelah membengkak, bintang akan menciut kembali, tetapi itu tahap awal sebelum bintang benar benar mati. Tahap akhir kematian bintang adalah proses meledak yang disebut Supernova. Disebabkan gravitasi di dalam bintang runtuh dan tidak mampu mempertahankan isi gas. Dan inti bintang yang berisi Thermo Nuklir semakin panas lalu Boom. Akhir semua gas akan terlempar begitu jauh, dan tersisa inti padat bintang saja.
  • Sampai akhirnya tersisa inti bintang yang kecil memiliki cahaya putih dan di sebut bintang kerdil. Sedangkan sisa gas akan terlempar habis ke segala arah di ruang hampa. Perlahan sebuah bintang akan White Dwarf, sampai semua sisa gas yang tersisa benar benar sudah habis terbakar maka bintang menjadi sebuah planet hitam yang sangat padat.
Bagaimana nasib bumi selama proses kematian dari bintang diatas, membutuhkan waktu miliar tahun dari sekarang. Dari Bumi akan di dekati gas panas matahari, karena matahari akan membesar. Proses membengkaknya matahari sangat berbeda seperti sekarang, jauh lebih besar dari ukurannya yang dilihat saat ini. Seperti bumi memiliki kandungan gas seperti oksigen tetapi jauh lebih sedikit di banding materi padat. Karena matahari membesar, panasnya akan lebih terasa di bumi sampai perlahan semakin panas. Perlahan air di lautan akan menguap kata Andrew Rushy mahasiswa PhD dari UEA ilmu lingkungan hidup.

Selanjutnya - Kemana manusia akan pindah bila tidak mampu pergi ke planet di luar tata surya