Belajar membuat film dengan DSLR malam hari dengan tip sederhana


Kategori : Digital | Date : 19 September 2013
Setting pencahayaan di camera agar camera tidak Auto Exposure
Masalah di Auto Exposure dapat diperbaiki dengan AE/AF Lock
Apapun mode yang anda pakai, dari A/P/M/S, kadang rekaman video dari camera DSLR akan mengikuti perubahan cahaya.

Tapi camera DSLR akan mengatur setting sendiri, membuat video tampak gelap dan terang mengikuti exposure ke sensor.

Misalnya anda mengambil bidang dari jendela dengan cahaya matahari, lalu ke ruang dalamdengan cahaya lampu.

Video yang direkam akan mengalami transisi terang ketika mengarah ke jendela (karena pencahayaan yang kuat dari cahaya matahari), tidak lama setelah bergeser ke luar bidang jendela mendadak akan gelap, dan kembali terang ketika camera mengatur ulang pencahayaan yang masuk pada sensor.

Camera akan menyesuaikan perubahan cahaya secara otomatis. Hal ini menganggu pengambilan gambar video dan berdampak dengan video yang direkam

Untuk mengatasi masalah ini, bila diperlukan Aktifkan Exposure Lock (umumnya ada di camera model low end sampai ke model high end). Itu saja, ambil bidang yang anda butuhkan, lalu aktifkan tombol kunci Auto Exposure Lock.

Pada camera Nikon, setting Exposure Lock hanya aktif dengan mode P, S atau A. Tapi tidak bekerja di mode M (manual). Arahkan camera ke objek, setelah melihat gambar dari viewfinder (LCD) terlihat pencahayaan sudah tepat. Tekan tombol shutter setengah dan tekan AE-L. Usahakan mengunakan setting Spot Metering untuk hasil maksimum.

Atau gunakan setting Exposure Compensation secara manual.
Teknik ini juga berguna bila anda mengambil video di dalam ruangan dan tidak banyak bergerak. Video dapat terlihat di layar viewfinder, ketika gambar terlihat lebih gelap. Dapat di set secara manual di menu Exposure Compensation.

Gambar kiri Setting Exposure Compensation. Memperbaiki hasil video bila terlalu gelap dan terlalu terang, setting ini sebaiknya digunakan untuk mengambil gambar dalam satu posisi dan tidak bergerak.



Gambar tengah Setting Auto Exposure Lock. Untuk mengunci Auto Exposure dari setting camera agar tidak berubah ubah
Gambar kanan Tombol AE-L / AF-L (Auto Exposure Lock dan Auto Focus Lock). Tombol AE-L di camera.



Ingin melihat perbedaan dari setting Auto Exposure Lock vs Auto Exposure normal. Dengan video 1 menit dibawah ini dapat dilihat perubahan cahaya pada panel LCD camera dan berdampak di hasil rekaman video yang dibuat.

Keterangan video dibawah ini sering menjadi kurang baiknya dalam membuat film dari camera DSLR. Rahasianya ada di Exposure Lock, tapi banyak yang tidak memperhatikan tip dibawah ini.

Perhatikan dampak hasil video di layar LCD, hasil video yang dilihat pada video adalah hasil rekaman video yang dibuat. Bukan gambar yang dilihat oleh mata kita.


Ringkasan dari pelajaran Fenchel dan Janisch untuk low light video DSLR

Prinsip dasar mengunakan DSLR sebagai video camcorder dibawah ini.
Setting camera ke manual. Karena setting auto dari camera akan merubah setting camera otomatis

Setting White Balance ke manual, bila camera memiliki fitur manual White Balance. Disini kita harus belajar lebih dalam dengan efek pencahayaan lampu, misalnya warna kuning akan mendominasi cahaya lampu di restoran, atau tempat resepsi. Setting ini perlu dicoba untuk mendapatkan warna yang cocok.

Set Shutter speed, 1/50s untuk 25 frame video, 1/60s untuk 30 frame video dan kelipatannya. Salah mengatur setting Shutter membuat video muncul Flicker.

Bila di Eropa gunakan setting 25 fps karena cahaya lampu di sana mengunakan frekuensi 50Hz, sedangkan di negara lain mengunakan 30 fps. Salah setting akan menampilkan gambar terlihat garis di video karena dampak kedipan lampu.

Gunakan lensa dengan aperture lebih besar seperti f/2.0 untuk pencahayaan rendah, efeknya video menjadi lebih jelas dan terang. Lensa standar atau kit lens membuat gambar lebih gelap.

Lebih baik kurang pencahayaan, nanti bisa dikoreksi dengan software video editing.

Setting ISO tidak terlalu tinggi, maksimum ISO 1600 ideal membuat video malam hari. Terlalu tinggi berdampak gambar muncul noise.

www.obengplus.com/artikel/articles/298/1/TP-LINK-Powerbank-TL-PB15600-TL-PB10400-kapasitas-10400mAh-dan-15600mAh
www.obengplus.com/artikel/articles/299/1/Nitecore-USB-Charger-baterai-camera-NKU1
www.obengplus.com/artikel/articles/115/Belajar-Sony-Vegas-Video-Editing
www.obengplus.com/artikel/articles/117/Panolapse-untuk-video-Timelapse
www.obengplus.com/artikel/articles/111/Digicam-Control-software-untuk-remote-control-camera-via-USB
www.obengplus.com/artikel/articles/97/Adobe-Lightroom-for-Dummy
www.obengplus.com/artikel/articles/141/Special-efek-video-statik-dan-dinamis-Sony-Vegas
www.obengplus.com/artikel/articles/199/TMPGenc-Authoring-Works-pembuat-DVD-Video
www.obengplus.com/artikel/articles/193/Konversi-Video-MP4-MOV-to-DVD-dengan-software
Photoshop dapat dimanfaatkan untuk editing video. Salah satu efek membuat tampilan video Cinema. Dengan menambahkan layer warna, maka warna video asli dapat dirubah seperti video film look. Proses render video Cinema dengan Photoshop lebih cepat dan lebih ringan.

Belajar foto Light Painting membuat efek foto cahaya atau latar belakang cahaya. Caranya mengabungkan 2 foto (bila diperlukan), lampu sebagai efek cahaya latar belakang sebuah foto. Kedua foto digabung dengan Photoshop, dan hasilnya mungkin menarik.

Khusus bagi penguna camera dSLR, untuk mengabadikan foto dengan Burst Mode. Camera terus mengambil puluhan foto untuk sebuah objek. Kecepatan camera membedakan antara camera kelas pemula dan profesional. Khususnya untuk foto olahraga, aksi dan lainnya yang membutuhkan camera mengambil foto sebanyak munkgin



Edelkrone Wing dibuat seperti lengan yang dapat dilipat. Pegeseran camera dapat dipindah walau tidak terlalu jauh, tapi dijamin video tampil lebih menarik. Tidak berbelok atau bergeser, dan alat bergerak sendiri seperti slider.

Dari produk lensa, hanya Canon yang menawarkan lensa di seri L dengan warna putih.  Apakah terkait dengan cara marketing atau estetika agar lensa terlihat lebih baik. Canon memiliki alasan khusus, dan bukan marketing atau nilai estetika pada lensa

Pelajaran lengkap tekink membuat film dengan camera DSLR seperti tampilan efek cinema atau film bioskop. Dapat dipelajari bagaimana setting camera, mengambil video yang benar, dan software post production untuk merubah warna dan efek mood dari warna video. Teknik ini dibuat lengkap sampai output video mengunakan 2.35:1 atau ultra widescreen

Setting Shutter Speed berguna dalam beberapa objek, dibagi dari Ultra Fast, Fast, Normal dan Slow. Setting ini menentukan objek apa yang diambil. Mengabadikan benda bergerak seperti pesawat atau mobil F1 sangat dianjurkan mengunakandengan Ultra Fast atau Fast



Camera digital memiliki beberapa singkatan dari AF, MF. CSC atau DSLR, Exif, F-stop dan lainnya. Singkatan tersebut agak membingungkan di awal mengunakan camera.

Bagi cameramen dan produsen film, mereka mengingikan teknologi camera untuk film yang kecil. Setidaknya ringan dan portabel, hal ini ditunjukan oleh Sony PXW-FS7. Sony menawarkan camera PXW-FS7 dengan kemampuan merekam 4K 60 fps dan Full HD 180fps

Lebih baik Canon vs Nikon. Kedua merek memiliki perbedaan, khususnya di kelas high end. Nikon memiliki Dynamic Range, tapi Canon memiliki banyak varian dari lensa. Satu lensa favorit Canon tidak tersedia di merek lain.

Canon membuat pelajaran merawat camera. Teknik membersihkan debu di camera, bagian yang sering terganggu, membersihkan lensa sampai larangan untuk tidak menyentuh bagian sensor.

Dari N-Photo memberikan rumus minimum kecepatan shutter ketika camera di pegang dengan tangan. Walau tidak menjamin tangan kita stabil ketika mengambil gambar, kemungkinan gambar tidak terjadi blur dengan rumus sederhana ini

Rumus mengambil foto star dan galaksi. Terserah untuk single shot atau multi shot untuk foto stacker atau untuk foto Timelapse stargazer Rumus paling umum dipakai dengan lensa 16mm, f2.8, 25 detik, ISO 3200.



Asik nih, buat yang suka narsis tapi lebih bergaya. Phlearn memberikan teknik belajar membuat tato di foto dengan photoshop. Tinggal di ikutin saja proses pembuatannya dari video di Youtube.

Membuat lensa menjadi lensa Macro dapat mengunakan sebuah adapter. Extension Tube dengan menambah satu lensa ditengah, dan Reserving Ring untuk socket lensa yang dibalik. Hasilnya lensa biasa dapat berfungsi sebagai lensa Macro.

Membuat foto pemandangan dengan bintang, matahari atau bulan ada triknya. Tidak perlu membawa filter, bawa senter, dan ada aplikasi yang dapat menentukan posisi gerakan bulan dan matahari.

Pelajaran menarik dari Lightsfilmschool. Bagaimana membuat video dengan suara yang baik. Gambar, objek, pemandangan dan komposisi tepat baik untuk membuat video. Bagaimana dengan suara di video, untuk suara ada sedikit trik

Kemudahan pengunaan DSLR sebagai video camera lebih banyak menguntungkan. Seperti setting aperture, menganti lensa dan mengatur ISO untuk pencahayaan dapat memperbaiki kualitas video.

Video dengan durasi 30 menit lebih memberikan pelajaran bagaimana mengunakan lampu dan reflektor untuk objek foto


No popular articles found.