Masalah di Auto Exposure dapat diperbaiki dengan AE/AF Lock
Apapun mode yang anda pakai, dari A/P/M/S, kadang rekaman video dari camera DSLR akan mengikuti perubahan cahaya.

Tapi camera DSLR akan mengatur setting sendiri, membuat video tampak gelap dan terang mengikuti exposure ke sensor.

Misalnya anda mengambil bidang dari jendela dengan cahaya matahari, lalu ke ruang dalamdengan cahaya lampu.
Video yang direkam akan mengalami transisi terang ketika mengarah ke jendela (karena pencahayaan yang kuat dari cahaya matahari), tidak lama setelah bergeser ke luar bidang jendela mendadak akan gelap, dan kembali terang ketika camera mengatur ulang pencahayaan yang masuk pada sensor.
Camera akan menyesuaikan perubahan cahaya secara otomatis. Hal ini menganggu pengambilan gambar video dan berdampak dengan video yang direkam

Untuk mengatasi masalah ini, bila diperlukan Aktifkan Exposure Lock (umumnya ada di camera model low end sampai ke model high end). Itu saja, ambil bidang yang anda butuhkan, lalu aktifkan tombol kunci Auto Exposure Lock. Pada camera Nikon, setting Exposure Lock hanya aktif dengan mode P, S atau A. Tapi tidak bekerja di mode M (manual). Arahkan camera ke objek, setelah melihat gambar dari viewfinder (LCD) terlihat pencahayaan sudah tepat. Tekan tombol shutter setengah dan tekan AE-L. Usahakan mengunakan setting Spot Metering untuk hasil maksimum.

Atau gunakan setting Exposure Compensation secara manual.
Teknik ini juga berguna bila anda mengambil video di dalam ruangan dan tidak banyak bergerak. Video dapat terlihat di layar viewfinder, ketika gambar terlihat lebih gelap. Dapat di set secara manual di menu Exposure Compensation.

Gambar kiri Setting Exposure Compensation. Memperbaiki hasil video bila terlalu gelap dan terlalu terang, setting ini sebaiknya digunakan untuk mengambil gambar dalam satu posisi dan tidak bergerak.
Gambar tengah Setting Auto Exposure Lock. Untuk mengunci Auto Exposure dari setting camera agar tidak berubah ubah
Gambar kanan Tombol AE-L / AF-L (Auto Exposure Lock dan Auto Focus Lock). Tombol AE-L di camera.



Ingin melihat perbedaan dari setting Auto Exposure Lock vs Auto Exposure normal. Dengan video 1 menit dibawah ini dapat dilihat perubahan cahaya pada panel LCD camera dan berdampak di hasil rekaman video yang dibuat.

Keterangan video dibawah ini sering menjadi kurang baiknya dalam membuat film dari camera DSLR. Rahasianya ada di Exposure Lock, tapi banyak yang tidak memperhatikan tip dibawah ini.
Perhatikan dampak hasil video di layar LCD, hasil video yang dilihat pada video adalah hasil rekaman video yang dibuat. Bukan gambar yang dilihat oleh mata kita.


Ringkasan dari pelajaran Fenchel dan Janisch untuk low light video DSLR

Prinsip dasar mengunakan DSLR sebagai video camcorder dibawah ini.
  • Setting camera ke manual. Karena setting auto dari camera akan merubah setting camera otomatis
  • Setting White Balance ke manual, bila camera memiliki fitur manual White Balance. Disini kita harus belajar lebih dalam dengan efek pencahayaan lampu, misalnya warna kuning akan mendominasi cahaya lampu di restoran, atau tempat resepsi. Setting ini perlu dicoba untuk mendapatkan warna yang cocok.
  • Set Shutter speed, 1/50s untuk 25 frame video, 1/60s untuk 30 frame video dan kelipatannya. Salah mengatur setting Shutter membuat video muncul Flicker.
  • Bila di Eropa gunakan setting 25 fps karena cahaya lampu di sana mengunakan frekuensi 50Hz, sedangkan di negara lain mengunakan 30 fps. Salah setting akan menampilkan gambar terlihat garis di video karena dampak kedipan lampu.
  • Gunakan lensa dengan aperture lebih besar seperti f/2.0 untuk pencahayaan rendah, efeknya video menjadi lebih jelas dan terang. Lensa standar atau kit lens membuat gambar lebih gelap
  • Lebih baik kurang pencahayaan, nanti bisa dikoreksi dengan software video editing.
  • Setting ISO tidak terlalu tinggi, maksimum ISO 1600 ideal membuat video malam hari. Terlalu tinggi berdampak gambar muncul noise.