Harddisk vs SSD gagal kerja storage sebenarnya kerusakannya sama saja walau SSD lebih aman


Hardware | 1 March 2016

Harddisk vs SSD mana yang lebih tahan lama

Berapa banyak harddisk gagal bekerja setelah lama dipakai.

Pabrikan menyebut 600 ribu jam, tapi ada saja yang gagal sebelum waktunya.

Tapi tingkat rata rata kerusakan harddisk hanya mencapai 1.44% saja. Dibawah ini rangkuman dari Toms untuk kinerja SSD dan Harddisk, diambil dari berbagai nara sumber.

Kerusakan rata rata harddisk dimulai dari tahunn ke 2 dan ke 3, lalu turun di tahun ke 4 dan kembali naik setelah 5 tahun dipakai.



Berbeda dengan pemakaian harddisk kelas enterprise atau harddisk kelas server yang menyebut 1 juta jam kerja. Kerusakan harddisk baru banyak rusak setelah 3 tahun dipakai dan naik lebih banyak yang rusak pada tahun ke 4.
Kerusakan harddisk tidak disebabkan langsung karena suhu panas. Walau ada kemungkinan harddisk gagal kerja karena panas, hubungan panas sangat kecil dibanding kerusakaan selama pemakaian harddisk bekerja.

Bagaimana dengan SSD, mungkin SSD masih baru tapi catatan kerusakan SSD relatif sangat kecil. Jumlahnya hanya separuh SSD gagal kerja dibanding harddisk. Kenyataannya SSD memang ada yang rusak. Contoh produsen boleh menyebut 600 ribu jam kerja SSD mereka, tapi sebelum umur tersebut SSD bisa saja rusak. Harddisk mengunakan disain mekanik dan motor, ada kemungkinan sistem mekanik terjadi kerusakaan. SSD mengunakan chip dan sangat minim mengalami kerusakan. Nyatanya tetap ada yang mengalami kerusakan.

Dibawah ini perbandingkan storage yang dikembalikan ke pabrik karena gagal kerja dari penjualan periode 2009 sampai di servis pada tahun 2010. Kerusakaan SSD dan harddisk berbeda beda. Ada yang mengalami kenaikan ada juga yang mengalami penurunan.

Dijual antara 10/1/2009 - 4/1/2010, RMA 10/1/2010
1 TB Hard Drives
Return Rate
2 TB Hard Drives


Return Rates
SSDs
Return Rate
Hitachi Deskstar 7K1000.B 5.76% WD Caviar Black WD2001FASS 9.71% Intel 0.59%
Hitachi Deskstar 7K1000.C 5.20%  Hitachi Deskstar 7K2000 6.87% Corsair 2.17%
Seagate Barracuda 7200.11 3.68% WD Caviar Green WD20EARS 4.83% Crucial
2.25%
Samsung SpinPoint F1 3.37% Seagate Barracuda LP
4.35%
Kingston
2.39%
Seagate Barracuda 7200.12 2.51% Samsung EcoGreen F3 4.17% OCZ
2.93%
WD Caviar Green WD10EARS 2.37% WD Caviar Green WD20EADS 2.90%    
Seagate Barracuda LP 2.10%        
Samsung SpinPoint F3 1.57%        
WD Caviar Green WD10EADS 1.55%        
WD Caviar Black WD1001FALS 1.35%        
Maxtor DiamondMax 23 1.24%        

Dibawah ini perbandingkan storage yang dikembalikan ke pabrik karena gagal kerja dari penjualan periode 2010 sampai di servis pada tahun 2011

Dijual antara  4/1/2010 - 10/1/2010, RMA 4/1/2011
1 TB Hard Drives
Return Rate
2 TB Hard Drives
Return Rate
SSDs
Return Rate
Samsung SpinPoint F1 5.2%  Hitachi Deskstar 7K2000
5.7% Intel 0.3%
WD Caviar Green (WD10EADS) 4.8% WD Caviar Green WD20EADS 3.7% Kingston 1.2%
Hitachi Deskstar 7K1000.C 4.4% Seagate Barracuda LP 3.7% Crucial
1.9%
Seagate Barracuda LP 4.1% WD Caviar Black WD2001FALS
3.0% Corsair 2.7%
WD Caviar RE3 WD1002FBYS 2.9% WD Caviar Green WD20EARS 2.6% OCZ
3.5%
Seagate Barracuda 7200.12
2.2% WD Caviar RE4-GP WD2002FYPS 1.6%    
WD Caviar Black WD1002FAEX 1.5% Samsung EcoGreen F3 1.4%
   
Samsung SpinPoint F3 1.4%        
WD Caviar Black WD1001FALS 1.3%        
WD Caviar Blue WD10EALS 1.3%        
WD Caviar Green WD10EARS 1.2%        

Data dibawah penjualan SSD dari tahun 2009 dan kembali di servis pada tahun 2010

Dijual antara 10/1/2009 - 4/1/2010, RMA 10/1/2010
Kerusakan SSD terbanyak Return Rate
Kerusakan harddisk terbanyak Return Rate
OCZ Vertex 2 90 GB 2.8%
Seagate Barracuda 7200.11 160 GB
8.62%
OCZ Agility 2 120 GB 2.66%
Samsung SpinPoint F1 1 TB
4.48%
OCZ Agility 2 90 GB 1.83%


Hitachi Deskstar 7K2000
3.41%

Data dibawah penjualan SSD dari tahun 2010 dan kembali di servis pada tahu 2011

Dijual antara  4/1/2010 - 10/1/2010,  RMA 4/1/2011
Kerusakan SSD terbanyak
Return Rate
Kerusakan harddisk terbanyak
Return Rate
OCZ Agility 2 120 GB 6.7%
Seagate Barracuda 7200.11 160 GB
16.0%
OCZ Agility 2 60 GB 3.7%
Hitachi Deskstar 7K2000 2 TB
4.2%
OCZ Agility 2 40 GB 3.6%
WD Caviar Black WD2001FASS 4.0%

Teknologi storage harddisk semakin baik, tetapi tidak diketahui berapa jumlah yang dijual dari masing masing model. Dibawah ini sebagai referensi saja kerusakaan yang meningkat dan menurun.
  • Harddisk Seagate Barracuda LP semakin meningkat dari 2.1% ke 4.1%.
  • WDC Green WD10ERAS lebih baik dan turun 2,4% menjadi 1.2%.

Data diatas hanya gambaran dari catatan yang dibuat. Tidak semua bisa dicatat, seperti SSD Intel tidak memiliki catatan akurat.

Data paling mudah mengetahui kerusakaan SSD vs Harddisk. Bisa diambil dari produk Steadfast Network. Mereka mengunakan 2 perangkat berbeda dari SSD dan harddisk. Menurut data mereka, kerusakan SSD dari 150 unit. Rata rata hanya 1.6% saja setelah 2 tahun pemakaian. Sedangkan harddisk yang digunakan 2800 unit lebih, mengalami kerusakan 5% selama 6 tahun pemakaian.

Data dari perusahaan backbone internet Softlayer mengunakan 5000SSD
Dipasang untuk
  • Intel 64GB X24-E SLC, 3586 unit, hanya 2.19% gagal kerja selama 2 tahun.
  • Intel 32GB X25-E SLC, 1340 unit, hanya 1.28% gagal kerja selama 2 tahun.
  • Intel 160GB X25-M MLC, 11 unit belum ada yang rusak karena baru dipakai selama kurang dari 1 tahun.

Apa yang perlu kita ketahui dengan SSD

  • Umur pemakaian (MTBF) bukan jaminan SSD lebih aman
  • Kekuatan kerja SSD yang diumumkan produsen, berbeda dengan angka yang ada di konsumen. Konsumen mengunakan secara praktek, produsen mengunakan angka teori.
  • Drive SSD rata rata tidak rusak diawal pemakaian, tapi rusak setelah umur pemakaian lebih lama.
  • Teknologi SMART tidak menjamin memberikan peringatan adanya kerusakan pada storage.
  • Kerusakan dari penguna Enterprise dan konsumen relatif sama
  • Kerusakan akibat suhu panas hanya berdampak kecil sekali bagi storage

Tidak ada data yang tepat apakah harddisk lebih kuat atau SSD lebih tahan lama. Data dibawah ini dari Toms mengambarkan kerusakan SSD dan harddisk memiliki angka yang sama




Kerusakan harddisk dengan panas dan piring magnetik.

Lebih baik harddisk dipasangkan pendingin, dan bekerja pada suhu lebih stabil. Meningkatnya suhu harddisk akan merusak bagian head. Selisih 5 derajat Celcius dapat mengurangi umur harddisk 2 tahun. Panas dapat membuat ketinggian head harddisk menyentuh bagian piring, dampaknya merusak platter harddisk. (National Instrumen)
Pendapat dari tim Google. Harddisk dengan usia diatas 3 tahun sebaiknya diberikan pendingin yang baik. Karena beresiko gagal kerja bila terus mengalami suhu panas di dalam computer.

Kerusakan harddisk pada platter ketika piring harddisk tidak mampu menyimpan muatan bit (berisi data 0 atau 1), karena faktor aus.
Sebaiknya harddisk dilakukan defrag, bukan hanya merapikan data tapi menyimpan data yang ada dalam piring magnetik. Setidaknya 1 tahun sekali anda dapat melakukan defrag, mengcopy isi harddisk ke harddisk lain dan mengembalikan. Dengan catatan data tersebut penting.
Pada prakteknya, data tidak pernah hilang di harddisk selama digunakan. Kecuali anda ingin menyimpan harddisk untuk waktu lama.



Data Bianca Schroeder Februari 2016
Teknologi SSD terkait dengan tipe chip NAND Flash. Chip dibuat dengan teknologi pertama SLC, disusul MLC dan terakhir TLC. Ada yang mengatakan tipe TLC sangat lemah, usianya kinerja lebih pendek. Sedangkan SLC lebih tahan lama.

Kerusakan SSD umumnya sangat lambat, dan setiap sel chip mati menyebabkan dimulainya kerusakan SSD. Membuat data tampung storage terus berkurang dengan matinya sel storage setelah berjalan waktu pemakaian. SLC sebelumnya disebutkan lebih handal dari SSD MLC bahkan SSD TLC.

Studi dilakukan oleh Universitas asal Toronto Bianca Schroeder, mengambil sampel data dari data center Google yang memakai SSD SLC selama 6 tahun

Chip NAND SLC atau SSD SLC tidak terbukti lebih tahan lama dibanding MLC. Walau harga SLC jauh lebih mahal dibanding MLC, tingkat kerusakan sama. Kerusakan chip SSD dimulai 4 tahun pemakaian. Tetapi ini adalah data dari data center dimana storage intensif digunkan oleh computer server.

Kerusakaan SSD sama saja seperti harddisk. Kerusakan harddisk di data center mencapai 2-9% pertahun. Sedangkan SSD mencapai 4-10% dan diganti setelah usia 4 tahun pemakaian. Hanya saja SSD di data center lebih sedikit diganti dibanding harddisk
Kerusakan SSD umumnya disebabkan error correction dari data yang disimpan. 30-80% masalah di bad block, dan 2-7% kerusakan pada chip NAND. Harddisk hanya mengalam kerusakan 3,5% karena bad sector selama 32 bulan pemakaian.

Bagaimana mengamankan data di SSD agar data tidak hilang. SSD umumnya bukan untuk disimpan , bukan untuk storage arsip tapi dipakai.
Bila ingin menyimpan data di SSD, sebaiknya dihubungkan ke computer setiap 3-4 bulan sekali. Tujuannya menjaga data tetap ada di chip memory dan menghindari degradasi SSD.

Mana yang lebih tahan lama, SSD atau harddisk

Baik SSD vs Harddisk kedua jenis storage memiliki resiko yang sama. Terpenting dari garansi yang diberikan, bila rusak maka bisa di servis dan mendapatkan pengantian. SSD memiliki keuntungan lebih cepat dibanding harddisk. Kecepatan model low end SSD saja sudah 2x lebih cepat dari harddisk. Sedangkan model high end SSD mencapai 3x lebih cepat dari harddisk.

Kerusakaan SSD nyaris tidak terditeksi seperti harddisk. Harddisk akan mengeluarkan bunyi bila ada yang salah di dalamnya. SSD tidak menimbulkan bunyi seperti harddisk. Komponen penting di SSD adalah chip dan kapasitor untuk mempertahankan data di dalam chip. Bila kapasitor rusak, sebagian data mungkin hilang. Bila chip sel rusak, akan terlihat data tidak bisa di baca atau file tidak ditemukan.
Ciri SSD rusak mirip seperti harddisk, tidak bisa boot, Bluescreen di layar Windows, file tidak bisa dibuka sampai SSD tidak dikenal.

Tetapi kedua jenis storage mengalami kerusakan yang sama, walau SSD memiliki keunggulan dengan kecepatan tranfer. Harga SSD masih jauh lebih mahal dibanding harddisk, SSD dapat digunakan untuk aplikasi khusus yang membutuhkan kecepatan. Untuk SSD kapasitas besar sebaiknya digunakan untuk storage data permanen. Semakin sering data di tulis (write) umur SSD akan berkurang.
Terpenting adalah membackup data. Setidaknya penguna SSD dan harddisk harus rajin mengamankan data mereka. Karena kedua storage tidak menjamin data anda yang disimpan aman selamanya.

Data diatas sudah dipublikasi tahun 2011, disusul update Schroeder tahun 2016. Mungkin sudah berubah dengan teknologi yang ada saat ini. Data terbaru dari PCworld menyebutkan, SSD sekarang lebih baik. Kerusakan SSD hanya 1.5% sedangkan Harddisk mendekati 5%. Sejauh ini SSD lebih dipercayai dibanding kinerja harddisk. Yang mana yang benar, tentu kita yang harus membuktikan

Berita terkait
BackBlaze mengumumkan kegagalan harddisk. Harddisk kapasitas besar terbaru 14TB masuk daftar dalam rack server cloud. Harddisk apa saja yang rusak. Laporan kuartal 1 tahun 2020, sampai September 2019 harddisk Seagate terlihat memiliki masalah

Melihat kualitas gambar game dengan Perbandingan PS4 vs Xbox vs PC, yang lebih bagus sebenarnya ada di engine game itu sendiri. Tahun 2017 Conosle Microsoft Xbox One X siap tampil bersama Sony PS4 Pro menampilkan gambar UHD. Update Sony siapkan PlayStation 4 Pro, tidak banyak berubah hanya perubahan pendingin dan suara



SSD tidak perlu dilakukan defrag, karena sistem kerjanya dengan harddisk. SSD mengunakan sistem TRIM agar SSD lebih awet dan didukung Windows 7 atau versi lebih tinggi. Semakin sering SSD menulis (Write) data maka umurnya semakin pendek. Berapa lama SSD dapat menyimpan data.

SSD mengunakan chip NAND Flash, memiliki usia pemakaian. Semakin banyak di write maka chip akan lebih cepat rusak. Seandainya di write sebanyak 40GB setiap hari, maka sebuah SSD minimum dapat bekerja lebih dari 12 tahun.

Pernah mengalami harddisk mau rusak atau sudah rusak, dan berbunyi Click ... Click ... Click atau Tek Tek Tek tanpa mau bekerja. Satu tip untuk menghentikan bunyi Click pada harddisk. Dan melihat harddisk akan rusak dengan SMART

Kecepatan memory DDR dengan CAS dan NS seperti paradok. Selalu berbanding terbalik, tapi kita salah melihat kecepatan memory bila kecepatan clock speed berbeda. CAS adalah kecepatan memory ketika dipasang, sedangkan di dalam chip maka kecepatan memory mengunakan angka NS.

Membeli computer atau notebook built-up umumnya diberikan harddisk tipe OEM atau Bare. Modelnya tertulis tapi berbeda dengan harddisk di pasaran. Apakah harddisk OEM / Bare tersebut memiliki kualitas berbeda dari harddisk biasa. Yang pasti garansi berbeda.



Butuh storage raksasa seperti kapasitas 270TB. Saat ini mungkin dapattersedia . Dengan teknologi harddisk 6TB seperti buatan WD atau Seagate harddisk dapat dipasang ke sebuah storage 4U rack-mounting. Tidak perlu dihapus data di harddisk selama setahun

Menjaga harddisk lebih lama bekerja. Jangan biarkan harddisk mengalami kepanasan, gunakan power supply yang baik agar memberikan power yang cukup, dan tidak memindahkan harddisk dari case bila tidak perlu.

Studi terbaru hilangnya data dari harddisk lebih besar dari SSD. Data dari Kroll Ontrack menyebutkan sekitar 72% kegagalan harddisk notebook atau desktop membuat data tidak bisa dikembalikan. Padahal ada sistem yang lebih aman dengan membackup ke Cloud. Bagaimana dengan SSD.

RAM computer memiliki setting XMP. Apakah anda sudah mengaktifkan, apakah mendapatkan speed memory yang sesuai. Bila semua sudah di setting dengan benar, apakah computer lebih cepat. Awasi panas procesor anda, karena produsen motherboard diam diam meningkatkan kinerja procesor untuk bekerja penuh

Baterai notebook tampil pesan not Charging di Windows 7, atau baterai notebook tidak mau di charge di Windows 7 atau pesan Consider Replacing Your Battery. Masalah bukan di baterai tapi di OS Windows. Mengisi baterai smartphone ketika batearai tidak mau di charge, baterai tidak mau mengisi, baterai susah di charge

Apakah pembeli lebih mementingkan kemampuan test benchmark. Di pasar nyata tidak demikian, pembeli membutuhkan VGA murah. Dalam beberapa tahun terakhir tidak banyak inovasi baru, produsen VGA hanya tukar guling dari satu tipe ke tipe lain.

Corsair memperkenalkan power supply Corsair RM. Power supply yang satu ini tidak terlalu mahal untuk kelas 80 Plus Gold. Kapasitas output dimulai dari 450W dan tertinggi 1000W. Kompatibel dengan standar procesor Ivy Bridge E dan Haswell



Ada 2 komponen chipset yang mengatur kecepatan SSD. Internal chip dari SSD seperti SandForce, dan pengatur I/O di motherboard. Kombinasi chipset menghasilkan performa berbeda.




No popular articles found.
< /body>