Gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa ternyata memiliki rahasia kecil. Ada bagian yang tidak bisa di tinggali oleh manusia. Ketinggian gedung dibuat untuk memecahkan rekor saja, sedangkan bagian yang bisa dihuni hanya dibagian bawah.

Satu pengumpulan data tentang gedung tinggi menyebutkan, hampir semua gedung diatas ketinggian 300 meter memiliki tempat kosong. Burj Khalifa memiliki tinggi 830 meter dari bawah sampai ke puncak menara. Hanya saja 244 meter diatas adalah tempat kosong.

Bila dihitung dalam tingkat hunian, maka Burj Khalifa hanya memiliki ketinggian kurang dari 600 meter yang bisa dihuni dengan layak. Tidak dijelaskan mengapa disebut tidak layak huni. Mungkin sebagai restoran saja, atau tempat hiburan. Dan pada jam tertentu akan tutup lalu semua yang diatas akan turun ke lantai lebih rendah. Bagian paling tinggi hanya di isi untuk aula atau tempat pengamatan sampai bagian menara.

Gedung Empire Stated dan Chyrsler sama saja, mereka membuat menara untuk meningkatkan tinggi gedung. Bahkan gedung America Tower di New York memiliki masalah pada tingkat kurang efisien yang serius. Dari konstruksinya, hanya 63% dari ketinggian gedung yang layak dihuni, sisanya mubazir.

Dibawah ini data dari CTBUH.
  • Burj Khalifa, sekitar 244 meter atau 29% ketinggian gedung tidak dapat ditinggali.
  • Zefeng Tower, 133 meter atau 30%
  • Bank of America Tower, 131 meter atau 36%
  • Burj Al Arab, 123 meter atau 39%
  • Emirates Tower One, 99 meter atau 31%
  • New York Times Tower, 99 meter atau 31%

Click gambar untuk zoom


Gedung pencakar langit sebenarnya bergerak.
Gedung tinggi tidak sekokoh yang kita bayangkan, dan masalah bagi manusia berada diatas ketinggian dimana gedung bergerak. Sebuah bangunan berlantai 40 keatas , dibagian atas akan bergerak dari kiri ke kanan. Gedung dengan 100 lantai akan bergerak walau relatif sedikit mungkin terasa seperti sepuluh mili G atau seperseratus gaya gravitasi. Ambang batas dari standar pergerakan gedung antara 15-18 miliG.
Salah satu gedung pencakar langit di China menempatkan pendulum pasif di bagian atas gedung. Berfungsi untuk penyeimbang gedung agar tidak bergerak terlalu jauh.

Gedung tertinggi di Dubai Burj Khalifa di rancang dengan sistem pemecah angin untuk menghindari getaran pada struktur. Rancangan gedung dilakukan test angin sebelum dibangun.



Bayangkan saja bila harus tinggal atau bekerja di sebuah gedung dengan ketinggian 700 meter diatas tanah. Bagi mereka yang sensitif akan merasakan getaran di puncak gedung. Yang lainnya mungkin tidak terasa, kecuali melihat kaca jendela dan terlihat awan.

Ruang observasi di gedung pencakar langit
Pada ketinggian 500 meter, hanya 2 gedung yang menyediakan tempat observasi tertinggi untuk wisatawan. Shanghai Tower dengan ketinggian 561 meter, dan Burj Khalifa 555 meter.
Dibawah 400 meter hanya beberapa gedung tingkat dari Shanghai WFC, KK100, Guanzhou IFC, Sears Tower.
Dibuka untuk umum bagi wisatawan serta restoran.
Hanya Canton Tower di ketinggian 488 meter yang dibuka untuk publik.



Gedung tertinggi, sampai berapa tinggi untuk dibangun saat ini. Gedung tertinggi di dunia saat ini masih di pegang Burj Khalifa di Dubai dengan ketinggian 830m.
Gedung tertinggi terbaru adalah Kingdom Tower, masih tahap pembangunan. Memiliki ketinggian 1008 meter, dibangun di kota Jeddah Arab Saudi.

Beberapa rencana gedung lain dalam rencana dan pengajuan (Oktober 2015)
  • Sky City di Changsha China 838 meter.
  • Miapolis di Miami Amerika 975 meter
  • Sky City 1000 di Tokyo Jepang 1000 meter
  • Madinat al Hareer di Suibya Kuawit 1001 meter
  • Azerbaijan Tower di Baku Azerbaijan 1050 meter
  • Bionic Tower di Shanghai China 1228 meter
  • Nakheel di Dubai UAE 1400 meter
  • The Illinois di Chicago Amerika 1609 meter
  • Al Jaber Tower di Kuwait 1852 meter
  • Aeropolis 2001 di Tokyo Jepang 2001 meter
  • Dubai City Tower di Dubai UEA 2400 meter.

Gedung tertinggi di dunia yang diajukan dan dalam rencana