Teleskop Magellan di gurun Chile mengunakan teknologi baru, disebut MagAP atau Magellan Adaptive Optic.

Dikembangkan dari universitas Arizona, mampu mengambil ketajaman gambar diatas teleskop Hubble.



Ukuran cermin teleskop Magellan sekitar 7 meter dapat mengambil gambar 2x lebih tajam dari teleskop Hubble yang mengunakan cermin 2,5 meter.

Contoh saja gambar dibawah ini, lebih tajam dibanding foto Hubble, karena cermin teleskop Magellan lebih besar.  Titik kecil pada foto dengan zoom teleskop dapat memperlihatkan gambar lebih jelas



Dibawah ini teknologi teleskop MagAO, dari jauh tidak terlihat jelas, dengan koreksi 1000z kedua bintang semakin jelas terliat.



Update Juni 2015
Teleskop Magellan nantinya akan diberi nama GMT atau Giant Magellan Telescope.

Memiliki 6 cermin  dengan lebar 8,4 meter. Ketajaman teleskop GMT mencapai 10x lebih kuat dari Hubble. Ditempatkan di ketinggian 2.550 meter

Bentuk teleskop terbesar di dunia GMT Giant Magellan Telescope

November 2017
Tantangan membuat teleskop raksasa ada di bagian cermin. Cermin yang sangat besar untuk mengumpulkan cahaya dan difokus ke sensor.
Sebuah cermin pemantul berukuran 8 meter, sangat sulit dibuat. Ilmuwan membuat cermin terpisah dan menjadi beberapa potong cermin lebih kecil untuk menjadi cermin raksasa.

Proyek teleskop raksaa memutuskan mendisain cermin primer dalam bentuk segmen terpisah. ELT, ELT Eropa dan 30meter Telescope.

Proyek Giant Magellan Telescope mengunakan teknik berbeda. Cermin utama 25 meter dibuat menjadi 7 segmen seperti cermin ukuran 8,4 meter.
Ukuran tersebut setara separuh ukuran kolam renang Olimpiade.
Dibuat di Richard F Carris Mirror Lab universitas California.
Cermin sekunder atau kedua berukuran 3 meter, juga terbagi menjadi 7 segmen.

Ealau ukuran sudah kecil, ukuran cermin tetap cukup besar. Dan ada resiko bengkok karena tekanan badan cermin sendiri serta angin. Sebuah cermin yang terdorong oleh angin di kapal pesiar dapat mengeser 100nm, di astronomi angka membengkoknya cermin dapat menghasilkan gamba buram. Cara terbaik dibuat cermin denganukuran lebih praktis dan lebih ringan, agar berat cermin tidak berlebihan.

Sebuah cermin memerlukan proses pembuatan selama 4 tahun. Dari bahan balok kaca yang dibuat di Jepang dan cermin dimasukan di sebuah oven untuk melelehkan kaca. Proses pengecoran gelas kaca di permukaan cermin membutuhkan waktu 1 tahun, mulai dari memasukan bahan sampai proses pendingan, diperlukan ketelatenan yang sangat baik.
Selesai dibuat, cermin dipoles, setidaknya 3 tahun proses sampai cermin dibuat dengan benar.



Cermin dibuat 2 lapis dari bagian atas dan bawah harus sama dan dibuat bersamaan dengan masing masing tebal 2,5 cm.
Cermin didukung dengan struktur sarang lebah, dan tiang rusuk penahan dengan pola heksagonal. Dengan tebal 70cm, maka cermin menjadi lebih kaku dan dapat menahan gravitasi serta angin.
Cermin yang dibuat berongga di penahan dapat mengurangi bobot sampai 16ton di masing masing cermin.
Cermin teleskop akan dimasak dengan pecahan balok kaca khusus, dipoles dengan akurasi tinggi untuk membentuk parabolik dengan akurasi 3 seperseribu rambut manusia dan permukaan sangat mulus.
Mengosok cermin memerlukan teknologi laser. Dan alat ukur akan menerangi permukaan cermin, dan mengumpulkan pantulan cahaya, lalu membandingkan dengan panjang lintasan sinar yang dipantulkan dari lokasi berbeda.



Proses pembuatan cermin Giant Magellan Telescope sudah berlangsung tahun 2012.

+ www.gmto.org