Agustus 2013
Sudah dibilang fotographer di Indonesia memang unik. Karena alam di Indonesia lebih Epic dari negara lainnya. Ada cerita unik kali ini, foto dari Indonesia dicuri, bahkan menang dalam sebuah kompetisi.

Berita ini dari Speigel.de. Hasil foto dari Hengki Koentjoro memang ada di internet. Tapi dicopy oleh orang lain lalu dimasukan dalam kompetisi foto Samsung.

Hengki dikenal sebagai fotographer hitam putih dan sering mengabadikan alam lanskap di pulau Jawa. Fotonya dirubah dan di ikut sertakan oleh orang lain dalam kompetisi foto Samsung.

Foto tersebut ternyata di copy dan sudah dirubah dengan filter Instagram. dengan judul Live in the Moment. Walau menang, akhirnya ketahuan kalau fotonya palsu. Koentjoro sendiri tidak tahu keberadaan fotonya sudah di copy. Sampai seorang temannya memberitahukan ada foto yang mirip miliknya.

Pencurinya langsung menghapus dirinya dari Facebook dan menghapus semua komentar di Instagram. Tapi tidak menghapus fotonya dari Instagram, sampai banyak nasihat dan komentar diberikan di Instagramnya. Pihak Samsung mengirim pesan pribadi ke Hengki untuk mengucapkan terima kasih karena memberitahukan fotonya dicopy orang lain.

Dibawah ini perbedaan foto asli dan foto setelah di cloning

foto curian dari Indonesia menang kontes

+ www.photoxels.com/a-stolen-picture-wins-photo-contest
+ instagram.com/p/a8BdokQA_d/# dari akun si pencuri foto
+ www.facebook.com/koentjoro24?hc_location=timeline Facebook milik Hengki Koentjoro
+ Foto press de

September 2017
Fotografer Swiss Madeleine kehilangan 2 pengahargaan setelah fotonya terungkap hasil karya orang lain.

Gambar yang dikirim dalam perlombaan foto adalah milik fotografer dari Thailand Sasin TipChai.

Fotonya dijual di layanan Pixabay.

Tetapi Madeleine mengambil dan mengambil foto tersebut untuk dirinya dan ikut di dalam sebuah kontes foto.

Bahkan dia mendapat posisi pertama di Moscow International Foto Awars / MIFA, dan tempat kedua di Fine Art Photo Awards.

Madeleine menemukan foto Sasin yang terpasang di Facebook, lalu mengunakannya sebagai karyanya.di kontes foto.

Setelah diketahui akhirnya 2 penghargaan yang sudah diberikan dicabut, dan gambar foto milik orang lain yang ada di website penyelengara kontes foto Fine Art dihapus.

Pernyataan dari pihak juri MIFA mengatakan Madeleine telah mengaku, ketika foto sudah dibeli dia berpikir dapat mengunakan foto karya orang lain.
Dan dia merubah sedikit dan mengajukan fotonya di perlombaan foto.

Pihak juri juga mengatakan, kami tidak mungkin memeriksa keaslian karya foto dalam kontes. Kecuali si fotografer yang memberitahu kami bahwa itu adalah foto mereka.

foto
curian dari fotografer Thailand menang kontes

Duplikasi foto di Indonesia cukup banyak. Dari cloning situs dan duplikasi akun artis terkenal sudah biasa dimanfaatkan orang lain. Entah untuk apa.
Kali ini karya fotographer juga disikat bahkan dimasukan dalam kompetisi. Ini menjadi tantangan pengemar fotografi di Indonesia.