Teknnologi Kill Switch untuk smartphonePencurian telepon bikin gerah walikota London. Di copet, bahkan di todong, sampai beberapa korban terluka karena penjahat ingin merampas smartphone. Di London saja setiap bulan terjadi kehilangan 10.000 smartphone. Di Amerika saja dalam 12 bulan sekitar 1,6 juta smartphone hilang.
Maling bisa menjual smartphone seharga $625 dengan harga lebih murah $325, separuh harga smartphone aslinya.

Sekarang disiapkan teknologi Kill Switch.

Februari 2015
Routers melaporkan pencurian smartphone di beberapa kota besar cenderung menurun. Di kota San Francisco, New York dan London turun sampai 40%, 25% dan 50%. Khususnya untuk produk iPhone, Apple memperkenalkan teknologi Kill Switch atau mematikan sistem smartphone secara remote dari pemilik asli. Sudah dapat diaktifkan sejak September 2013.

Bila smartphone hilang, maka pemilik smartphone tinggal login ke situs produsen seperti Apple dan mengunci smartphone miliknya sendiri. Akhirnya smartphone tidak dapat digunakan lagi. BlackBerry, Google dan Samsung memiliki software Kill Switches, Microsoft diperkirakan akan memasang di OS baru. Samsung sendiri sudah menerapkan Kill Switch tahun lalu untuk produk mereka. Samsung Galaxy S5 mulai diterapkan pengunaan Kill Switch sejak April 2014.

Melihat gambaran diatas, produsen smartphone akhirnya mampu menunjukan kemampuan yang relatif "lebih aman". Kebanyakan smartphone harganya cukup mahal, tapi bagian berharga adalah data yang dapat disimpan di smartphone. Termasuk login email, media sosial, foto, data pribadi dan lainnya.

Untuk Android, sementara dapat ditangani oleh Android Device Manager. OS Android terbaru Lollipop akan dipasang teknologi Kill Switch mulai bulan Juli 2015.