Kompor Burn yang efisien tanpa asap ala insinyur


Green | 8 August 2013

Kompor listrik atau kompor gas yang aman sudah biasa digunakan di rumah. Tapi sulit ditemukan di beberapa negara lain atau di daerah terpencil. Banyak peneliti, ilmuwan dan kelas insinyur teknik merancang kompor untuk negara berkembang. Nyatanya belum ada yang dibuat langsung dari sana.

Satu tim anak muda membuat kompor ciptaan mereka dengan nama Burn. Kompor berkualitas, komponen dari metal, bahkan pemasangan mengunakan las listrik. Sebenarnya bukan kompor, lebih tepat disebut tungku karena mengunakan sisa sampah untuk pembakaran.

Di Afrika terdapat 2 milyar penduduk, sebagian besar dari mereka memasak dari sampah disekitar rumah. Sisa kayu, plastik, kertas dan sedikit minyak dijadikan bahan bakar tungku tradisional. Bila tidak ada sampah yang mencukupi, maka pohon akan ditebang. Pemakaian tungku tradisional dapat merusak lingkungan, serta kerugian kesehatan. Mereka memasak di dalam rumah, tapi pembakaran dari tunggu tidak efisien dan asapnya menyebar kedalam rumah. Jumlah penduduk yang meninggal karena asap lebih besar dari penyakit malaria.

Tim yang membuat kompor Burn mulai memproduksi kompor efisien tersebut di Kenya. Merancang sebuah kompor selama 10 ribu jam, dan di uji tingkat efisiennya. Jadilah kompor tanpa asap. Bahan bakar kompor yang dipakai untuk pembakaran lebih sedikit dibanding tungku tradisional, dan air mendidih lebih cepat. Walau tetap ada dampak emisi dari kompor Burn, tetapi dapat ditekan sampai separuh dari tungku tradisional.

Untuk membuat kompor Burn, mereka mendapat dana 3 juta dollar dari investasi OPIC -  lembaga keuangan pemerintah Amerika. Dan dana tambahan 1 juta dollar dari perusahaan GE. Dan dana tersebut dibawa ke Afrika untuk mempekerjakan 200 orang di Nairobi dana biaya produksi kompor Burn.

Sekarang kompor Burn siap dibagikan ke seluruh masyarakat di Afrika Timur. Dan targetnya akan dibuat 3 juta kompor di Afrika. Tahun depan akan mulai di produksi di Uganda, lalu Tanzania dan Rwanda tahun 2015.

Dibawah ini cerita perjalanan kompor Burn

BurnJikokoa from Burn Manufacturing on Vimeo.


Berita terkait
Kata katanya agak galak, apa benar. Ini data dari tabel data penduduk di Amerika. Sekarang sekitar 80% jumlah pekerja di Amerika bekerja tanpa kegiatan fisik. Bekerja lembur awalnya positif, sampai akhirnya menjadi kurang produktif. Duduk setengah jam, berjalan 2 menit akan mengurangi resiko penyakit di masa mendatang

Suka kamping, dan membutuhkan kompor masak kecil portabel. Disain kompor portabel ini menarik, dengan ukuran 5 x 8 inci dan berat tidak lebih dari 200g.



Kompur EcoFire nyaris tanpa asap. Katanya mengurangi 90% asap yang dihasilkan kompor mini ini. Cocok untuk mereka yang suka camping atau kegiatan di luar ruangan seperti jalan jalan sampai satu pagi. Memiliki ukuran 250mmx120mm, setelah di lipat hanya memiliki tinggi 160mm.

Tim African Clean Energy membuat kompor yang tidak berasap. Bukan solusi terbaik, tapi membuat kompor lebih efisien dan emisinya lebih rendah. Sementara orang memasak dengan kompor Ace 1, kompor juga mengalirkan udara. Di dalam kompor dipasangkan sebuah motor DC pengerak fan

Perusahaan GoSun membuat kompor matahari dari berbagai ukuran. Lebih tepat disebut sebagai alat memasak dengan bantuan sinar surya. Satu kompor ditawarkan lengkap dengan cermin cahaya matahari, satu tabung untuk tungku dan plat untuk menaruh masakan. GoSun Mini sedang di obral $65.

Barang bekas seperti botol dapat dibuat menjadi sendok plastik, kotak permen bekas tic tac bisa untuk wadah penyimpan, membuat kompor kecil untuk camping dari kaleng minuman, atau botol susu untuk diffuser. Atau anda tertarik memanfaatkan botol bekas menjadi penyiram tanaman.

Apa yang dilakukan seorang ilmuwan roket di waktu luang mereka. Ternyata mendisain alat masak. Seorang profesor universitas Oxford menciptakan alat masak atau panci dengan pemanas lebih cepat.



Kendaraan yang tidak memenuhi pemakaian bahan bakar nasional akan dikeluarkan dari jalan raya. Kota Tiongkok mendapatkan polusi dari gas buang kendaraan bermotor. Sekitar 6 juta pemilik kendaraan tua harus bersiap mengeluarkan mobilnya dari dalam kota.

Chingun membuat lempeng peltier. Bila terkena panas seperti tungku dapat menghasilkan output arus DC. Dia mencoba rancangannya langsung di tempat dingin di Mongolia. Bisa berbalik bila dipanaskan dan mengeluarkan output listrik.

Siemens merancang kulkas dengan teknologi vakum. Siemens KG38QAL30 memiliki 3 ruangan, dibawah untuk pembuatan es, ruang kedua dan ke tiga memiliki suhu mendekati 0 derajat. Bila disimpan dibagian vakum, makanan bisa bertahan 5x lebih lama.

Daur ulang kayu dan batu kerikil untuk dijadikan ala resor memah. Idenya bisa dibuat sendiri. Dengan bingkai kayu lalu dibuat berukuran persegi panjang seperti bingkai. Dan di masukan batu sampai penuh.

Di Cina memproduksi 80 milyar sumpit setiap tahun. Sumpit tersebut mengunakan bahan kayu yang digunakan untuk sekali pakai. Volume sebesar itu setara menghabiskan 20 juta pohon yang sudah berumur 20 tahun. Setara luas 360 lapagan Tiananmen di Beijing.

Salah satu produsen pembuat kompor matahari adalah SolSource. Mengunakan cermin untuk memantulkan sinar matahari ke satu titik dan membuat panas sehingga bisa ditempatkan sebuah panci untuk merebus

Pulau kecil tidak ada bersih, mungkin solusi sederhana ada disini. Dibuat oleh disainer dari mahasiswa Northeastern



Dengan dukungan Pepsi, Bosch dan kontribusi perusahaan lain. Organisasi My Shelter Foundation dapat memberikan sinar lampu bagi sepertiga penduduk miskin di Filipina. Cara membuat lampu dari botol sederhana saja.




No popular articles found.
< /body>