Diare bareng di pesawat dan hanya 7 dari 10 WC yang bisa dipakai


Kategori : Stuff | Date : 4 August 2013
Cerita menarik minggu ini, Quantas dengan rute Chile ke Sydney bermasalah dengan WC. Dipesawat ada 10 WC untuk penumpang, tetapi hanya 7dari 10 WC yang bisa dipakai. Sialnya ada 26 penumpang menderita diare bersamaan.

Selama 13 jam dari 26 penumpang di pesawat mengalami perut kembung, muntah dan harus mundar mandir ke WC. Tidak kepalang tanggung, 13 jam di dalam pesawat, dan tidak bisa kemana mana. Mereka memang pulang dari berlibur, tapi menyiksa dengan penerbangan paling panjang. Beruntung di pesawat dengan nomor QF28 ada 2 orang dokter yang membantu. Walau tidak bisa berbuat banyak dan hanya menjaga agar tidak mengalami dehidrasi parah. Setelah mendarat 16 penumpang harus dibawah kerumah sakit, bahkan 3 orang harus ditandu dari pesawat.

Mengapa ke 26 mahasiswa yang berlibur tersebut mendapat serangan diare. Kabarnya mereka mengkonsumsi cokelat (tidak dijelaskan lebih lanjut), tetapi dampak diare baru terjadi setelah 24-48 jam. Pastinya WC  pesawat Quantas tersebut harus di karantina untuk dibersihkan.

Para penumpang yang sakit tidak mengalami masalah yang serius. Tapi sakit perutnya itu boo, 13 jam dan tidak bisa diberikan pertolongan untuk mereka.

Bila ingin berpergian dalam jarak jauh dengan pesawat, sebaiknya menyiapkan diri dan fisik, Khususnya ketika pulang, biasanya kondisi badan terlalu lelah. Terkadang badan mengalami panas dalam bisa membuat penumpang mengigil di dalam pesawat dan AC pesawat tidak bisa dikecilkan seperti di rumah. Cara menangulangi hal ini, minta kepada pramugari untuk memasukan air panas ke dalam botol plastik. Dan letakan dibagian perut atau kaki agar tidak mengalami kedinginan. Biasanya pramugari senior sudah mengetahui langkah darurat seperti ini. Hal lain bagi mereka yang memiliki gangguan sinus atau hidung tersumbat. Bisa meminta cara penanggulanan sakit di telinga dari staf kabin.

Berita terkait
Apa saja yang hilang dari kenyamanan pesawat udara. Jendela semakin kecil, tempat duduk semakin rapat. Dahulu ada penerbangan memiliki tempat tidur di semua kelas. Pesawat modern di kelas ekonomi, akan terasa lebih sempit dibanding pesawat dahulu.

Bila mampir ke airport di luar negeri, coba telaah kebiasaan dari turis Barat dan China. Akan terlihat satu perbedaan dari dua kultur berbeda. Satu meninggalkan kejenuhan dengan perangkat elektronik, yang lain lebih sibuk dengan gadget.



Kapal pesiar mewah Explorer of the Seas berlayar pada 21 Januari untuk rute 10 hari pelayaran bagi wisatawan. Tapi 600 dari 3050 penumpang sakit masal di kapal. Jadwal pelayaran dipercepat 2 hari dan kapal kembali ke New Jersey hari Rabu kemarin.

Bulan lalu dari 22 ribu penerbangan dari bandara Beijing Capital hanya 18% yang tepat waktu. Tidak satupun bandara di China mampu menjadwalkan 50% penerbangan pada waktu yang ditentukan. Gilanya penumpang disana bisa ngamuk tidak karuan.

Tayangan peluncuran pesawat ulang alik Amerika biasanya diambil dari kokpit pesawat dan di darat. Satu rekaman ini diambil dari badan roket. Direkam sejak mesin roket dinyalakan, lalu naik , melayang dan turun kembali

Layanan tiket pesawat terbang masa depan mungkin seperti ini. Cukup melihat kemana tujuan, dan website penerbangan akan memberikan infomasi tambahan. Dari pemandangan tujuan berlibur, nama kota, tinggal di click bila ada promo.

Ada 2 video menarik di Youtube, tentang pesawat terbang melawan angin. Pesawat yang mendarat harus menghadapi cuaca kurang baik di landasan, karena adanya Crosswind atau angin kencang dari arah samping.



Pilotnya memang jago, menghitung kemungkinan kurang baik dalam pendaratan pesawat. Dan memutuskan kembali terbang. Direkam tahun lalu di bandara Manchester, ketika terjadi angin kencang.

Terbang dari Los Angeles ke Frankfurt jerman. Mengunakan layanan pesawat Lufthansa di First Class dengan pesawat Boeing 747-8i. Satu tempat duduk memiliki ranjang 2 meter, termasuk power untuk laptop, layanan hiburan. Untuk makanan jangan ditanya lagi.

Pesawat Singapore Airlines sedang terbang dari Singapura ke London. Di tengah penyajian makan untuk sarapan penumpang, mendadak pesan dari kokpit agar memakai sabuk pengaman.

Ada beberapa rute penerbangan yang tidak biasa dan tiketnya sangat mahal. Ada yang mahal karena duduk di First Class, ada lagi penerbangan untuk 3 hari. Tapi ditawarkan oleh perusahaan penerbangan.

Manager Kohler mengatakan bahan porselen belum tergeser oleh bahan lain. Dari manager Kohler mengatakan kedudukan toilet harus kokoh, dan harus tahan menopang pengunanya. Itu salah satu kelebihan bahan porselen.

Dampak dari kebisingan pesawat rupanya menjadi penyebab mengapa rasa makanan berubah. Hasil studi dilakukan dari 48 orang. Mereka di tutup matanya dan di uji untuk merasakan makanan manis

Pesawat Boeing 787 si super jumbo dua tingkat harus melakukan uji mendarat sangat berat. Melawan angin yang melintas dari sisi badan pesawat, sementara badan pesawat yang begitu besar harus miring untuk mendarat.




No popular articles found.