Keluar dari galaksi

Galaksi Milky Way berada di grup lokal kelompok galaksi lainnya termasuk galaksi tetangga kita Andromeda yang jaraknya 2,5 juta tahun cahaya . Dari 2 galaksi besar, ada galaksi lain yang lebih kecil. Area ini disebut Local Galactic adalah kelompok galaksi  yang saling berdekatan.

Local Galactic grup seperti Milky Way memang paling dekat dengan galaksi Andromeda. Tapi masih ada beberapa beberapa benda lain lain dan galaksi yang ukurannya lebih kecil. Benda di pinggiran galaksi kita sebenarnya sampah atau sisa dari galaksi utama Bima Sakti yang tidak ikut tertarik. Benda tersebut mungkin terdiri debu dan gas dengan kepadatan tersendiri dan disana juga memiliki bintang, disebut sebagai galaksi mininya Bima Sakti. Beberapa galaksi lain juga terbentuk seperti itu. 2 galaksi mini terbesar adalah Large Megallanic Cloud dengan lebar 14.000 tahun cahaya dan Small Megallanic Cloud memiliki lebar 7000 tahun cahaya.

Milky Way atau Bimasakti ditengah dengan lebar 120 ribu tahun cahaya, dan galaksi Andromeda ada di sisi bawah kanan. Sisanya seperti galaksi kecil, awan ruang angkasa (Megallanic Cloud)  Saat ini disebut sebagai awan, karena bentuknya masih berupa gas raksasa. Tapi ukurannya lebih kecil dibanding galaksi utama. Gambar dibawah tidak lagi mewakili planet, bintang atau komet. Setiap kumpulan titik kecil dalam b entuk lingkaran adalah cahaya dari bintang yang berada di dalam sebuah galaksi.



Bila lebih mundur lagi melihat posisi galaksi kita. Kita berada di kumpulan galaksi supercluster Virgo, kumpulan kelompok galaksi Local Galactic dan di satukan dalam satu supercluster yang disebut juga lokasi rasi bintang. Dibawah ini dalam gambar titik putih kecil, bukan kelompok bintang lagi. Tapi setiap titik dalam kelompok mewakili kumpulan beberapa galaksi seperti galaksi kita , Andromeda dan galaksi lainnya dalam satu grup dan semuanya dikelompokan menjadi rasi Virgo SuperCluster sudah berupa sebuah titik.



Bila lebih jauh lagi melihatnya. Dari Supercluster masih di kelompokan lagi dalam satu grup local supercluster raksasa. Jangan tanya Bumi dan matahari, termasuk keberadaan galaksi kita tidak terlihat dan diwakili menjadi satu titik kecil dari kelompok galaksi. Kumpulan titik titik pada gambar dibawah mewakili galaksi yang dimasukan dalam satu grup supercluster dan jumlah galaksi yang sangat banyak



Menurut data astronom yang memetakan Supercluster dan dimana keberadaan galaksi Bima Sakti berada.

Mereka menghitung berdasarkan gerakan galaksi di kelompok Perseus-Pisces. Peneliti menghitung dengan data Green Bank Telescope (GBT) dan teleskop radio lainnya untuk memetakan kecepatan seluruh galaksi di grup lokal kita.

Bima Sakti berada di pinggiran sebuah superkluster tersebut. Dan garis Laniakea sebenanrya memiliki diameter 500 juta tahun cahaya. Bila semua bintang yang ada di kelompok ini, mencapai seratus juta miliar bintang yang tersebar di 100 ribu galaksi.
Galaksi kita berada di titik merah dibawah di area Laniakea dalam pemetaan alam semesta.





Dan terakhir dari semua supercluster yang ada dimasukan dalam sebuah peta alam semesta atau Universe.

Sejauh ini kita berada di tengah alam semesta. Karena manusia baru bisa mengamati dan mengambarkan dari sisi titik tengah. Diluar batas itu, belum bisa dijawab. Karena tidak bisa dilihat, terlalu jauh dan gelap.



Apakah alam semesta yang ada di gambar diatas hanya terbatas seperti itu.

Kembali ke awal terjadinya alam semesta. Peneliti mengatakan alam semesta kita diawali dari ledakan luar biasa / Big Bang (menurut perkiraan terbaru), lalu menyebarnya gas dan debu raksasa yang memenuhi seluruh ruang alam semesta.

Dalam waktu milyaran tahun, gas dan materi lain memadat, mulai menjadi batu lalu saling bertabrakan, dari batuan kecil dan membesar lalu saling menarik, menjadi asteroid kecil dan besar, lalu menjadi planet. Itu yang disebut proses pembentukan planet.

Proses pembentukan bintang seperti matahari agak berbeda, bintang biasanya muncul ditengah dan lebih dahulu terbentuk dibanding planet

Materi terbesar yang tertarik gravitasi terlebih dahulu adalah gas, membentuk bintang dari kumpulan gas raksasa. Dan dimulainya proses terbentuknya bintang, planet berukuran kecil dan besar. Semua bergerak, di awal pembentukan tata surya dapat dikatakan kekacauan, karena ketika bintang mulai terbentuk dan menyala, cahayanya sangat terang dan panas. Proto planet tidak seperti sekarang yang kita nikmati di Bumi. Dalam proses pembentukan planet terjadi karena tabrakan antar proto planet, dari ukuran kecil menjadi besar dan terus membesar

Sampai akhirnya semua berputar selaras sehingga terbentuknya tata surya dan alam semesta. Proses terjadinya sangat lama bahkan mencapai milyaran tahun. Alam semesta saat ini tidak diam, semua bergerak ke arah luar dari titik tengah.

Satu yang masih dipercaya oleh ilmuwan, semua benda di alam semesta dapat saling terikat dan pengikat tersebut dinamai Dark Matter. Seperti perekat tapi tidak terlihat bentuknya, manusia bisa menyimpulkan dengan pola gambar dan mempercayai bahwa Dark Matter ini ada.

Hanya bentuk dari apa yang masih di pelajari. Mungkin seperti gel raksasa di ruang angkasa, yang berada antara galaksi, bintang, planet dan lainnya tidak saling berpencar atau terlempar kemana mana. Walau semuanya bergerak tapi selaras seakan terikat dengan gravitasi masing masing.

Peneliti lain  mengatakan alam semesta saat ini masih bergerak, menjauh dari titik tengah dan mengembang semakin meluas. Entah kapan, pergerakan semuanya akan terhenti atau tidak pernah berhenti, bahkan terus saling menjauh. Teori lain menyebutkan, suatu saat nanti semuanya akan berhenti bergerak dan kembali mundur ke dalam lalu akan kembali menyatu.

Masih kurang jelas, bisa dilihat angka dari jarak bintang terdekat via NASA (pilih Zoom out untuk melihat mundur)
Alam semesta di atas baru di petakan sampai dengan jarak 19.000.000.000.000.000.000.000 km. Dari data terbaru Nasa dengan teleskop Hubble mengabadikan dengan teknik Extreme Deep Field (XDF). Diperkirakan galaksi yang berhasil diabadikan memiliki jaraknya 123.000.000.000.000.000.000.000km dari bumi. Jadi penelitian astronomi untuk melihat sisi terjauh belum selesai pada angka tersebut. Dan benda terjauh yang pernah di amati baru mencapai 13 miliar tahun cahaya, itupun bentuknya sudah berupa gambar dengan warna merah samar.

Selanjutnya tentang pelajaran dalam bentuk film dari badan antariksa ESO Eropa.