Orang kaya mengkonsumsi makan berbeda dengan orang miskin. Mungkin benar, tapi apa dampaknya. Keduanya memiliki dampak yang sama hanya berbeda jenis makanan yang mereka konsumsi.

Bila melihat orang kaya lebih banyak memakan seafood atau jenis  tiram yang mahal. Sementara orang yang susah lebih banyak mengkonsumsi rokok dan makanan kaleng. Bagaimana dengan kadar racun dari kedua kalangan berbeda ini. Menurut penelitian dari universitas Exeter menyebutkan sama saja. Orang yang memiliki status hidup lebih tinggi memiliki kadar merkuri, arsen dan benzofenon 3. Peneliti memperkirakan 2 zat racun tersebut berasal dari makanan laut dan kerang laut yang mereka makan. Sedangkan kadar benzofenon 3 berasal dari tabir surya. Mungkin yang dimaksud orang kaya suka berjemur dan mengunakan pelindung tabir surya.

Sedangkan mereka yang memiliki status lebih rendah umumnya tubuh mereka penuh timbal, kadmium dan berbagai jenis plastik. Bahan ini bisa berasal dari asap rokok dan pola makan yang buruk. Penelitian ini didukung oleh universitas Boston, mereka menemukan kandungan Bisphenol A dalam tubuh orang miskin. Kemungkinan mereka lebih banyak mengkonsumsi makanan kemasan dari kaleng dibanding orang kaya.

Kadar racun di dalam tubuh bisa berakibat berbeda. Penyakit yang umum di derita orang miskin seperti diabetes dan jantung. Apa benar racun dalam tubuh di dapat dari pola makan kita. Bisa saja benar, walau belum bisa dibuktikan. Dan data hanya disimpulkan dari kebiasaan konsumsi masyarakat dibanding perbedaan pendapatan. Sekarang bagaimana untuk menghindari racun tersebut, kita tidak perlu menunggu sampai kesimpulan penelitian diatas terbukti. Hidup dengan pola makan yang sehat bisa menjadi pilihan. Tidak gengsi mengkonsumsi makanan yang sehat dan benar, serta tidak terlalu banyak memakan makanan dalam kemasan. Sederhanakan.

Analysing the build of chemicals in people's bodies from ECEHH on Vimeo.