71 persen pengendara mobil di Eropa, tidak peduli tekanan angin pada ban.


Kategori : Green | Date : 3 May 2011

Pengendara mobil di beberapa negara Eropa ternyata tidak pintar pintar amat. Walau ada perdebatan bahwa tekanan ban mobil tidak mempengaruhi bahan bakar menjadi lebih boros. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, agar kendaraan harus mengunakan tekanan angin yang tepat untuk ban mereka.

Sebuah penelitian dilakukan perusahaan ban Bridgestone menunjukan hal tersebut. Sebagian besar pengemudi tidak peduli berapa tekanan ban mobil mereka. Dari hasil pemeriksaan 38 ribu mobil di 9 negara, 71% kendaraan berjalan dengan ban lebih kempes.

Bridgestone menyamakan bahwa 71% pengendara seperti itu menghabiskan uang 2.8 milyar euro pertahun. Atau pemborosan setara 2 milyar liter karena tekanan ban pada kendaraan lebih rendah. Dari dampak lingkungan , kesalahan mengunakan tekanan ban lebih rendah memberikan kontribusi 4.8 juta ton emisi gas karbon. Atau setara 1.8g / km setiap kendaraan berjalan dijalan aspal.

Tekanan ban yang rendah membuat ban lebih lambat bergulir. Hal ini membuat pemakaian bahan bakar lebih boros. Analisa dari Bridgestone menyebutkan, friksi ban dengan permukaan jalan hanya 18 - 26% dari total kekuatan kendaraan itu sendiri. Dengan tekanan ban rendah membuat kendaraan tidak aman dan sulit dihandling, membuat kendaraan seperti melayang dan ban cepat habis.

Dibawah ini hasil analisa dari Bridgestone.

  • 7.5% ban kendaraan yang diperiksa mengunakan tekanan lebih rendah atau 0.5% dibawah tekanan yang ditentukan.
  • 1 dari 14 pengendara menghadapi resiko dengan tekanan ban rendah dan ban cepat habis.
  • 11.7 % ban  yang diperiksa memiliki kedalaman kurang dari 1.6mm.
  • 12.2 juta ban harus diganti karena lebih cepat habis akibat kekurangan angin ketika dipakai.
  • 7.5% pengemudi yang diperiksa mengunakan bahan bakar lebih boros untuk kendaraannya.

Ide menarik dari iklan RightPSI bagi pengendara mobil dengan aman dan hemat bahan bakar. Badan regulasi AAA di Amerika mengatakan setahun kendaraan menghabiskan 4 juta ban karena ban cepat habis. Diluar 25 ribu kecelakaan akibat kesalahan dalam tekanan ban mobil.

Masih dalam pengembangan dan pencarian dana. CycleAT adalah alat untuk memeriksa tekanan ban. Seperti ban motor, mobil atau ban sepeda, alat ini mengirim data tekanan ban ke smartphone. Alat CycleAT terdiri dari 2 sensor. Satu sensor untuk mengukur tekanan ban sampai 14 bar.



Anda percaya suatu hari nantinya kendaraan akan bisa parkir sendiri. Atau keluar dari tempat parkir dan menjemput anda di lobby. Ini teknologi Audi sebagai sebagai kendaraan masa depan. Untuk mengaktifkan automatic parking bisa dikendalikan dari smartphone. Sistem auto parking Audi mengunakan 8 sensor ultrasonik, terintegrasi di bagian bumper kendaraan.

Botol bir Heineken dirancang untuk dijadikan batu bata pernah dibuat tahun 60an. Rancangan ini datang ketika Mr. Heineken datang ke Karibia, dia melihat banyak botol menjadi sampah.

Sedang diuji coba dari pemakaian lampu LED, AC dan tingkat efisiensi konversi DC bagi peralatan elektronik

Teknik ini berlaku untuk baterai Li-ion dan Ni-MH

Data terbaru yang diungkap, energi solar cell saat ini bisa ditawarkan dengan harga 14 sen atau kurang untuk per KWh. Sementara nuklir membutuhkan dana 14-18 sen untuk per KWh.



Michael Czysz dibelakang pendiri motor MotoCzysz E1, menjadi motor balap listrik paling canggih saat ini



No popular articles found.