SSD perlu chipset khusus dengan SATA 6.0


Hardware | 5 July 2013

Satu kutipan dari media Toms, mereka menguji kecepatan SSD berbanding dengan chipset berbeda beda. Ada 2 komponen chipset yang mengatur kecepatan SSD. Internal chip dari SSD seperti SandForce, dan pengatur I/O di motherboard. Kombinasi chipset menghasilkan performa berbeda.

Bila di ukur dengan harddisk, kecepatan tranfer harddisk rata rata hanya 100MB/s sampai 150MB/s. Apakah mengunakan SATA 2 atau SATA 3 , kecepatan hanya mencapai di angka itu saja. Itupiun hanya kecepatan teori saja. Karena semakin besar kapasitas harddisk dan posisi data berada di lingkaran terakhir. Maka kecepatan tranfer data ke computer semakin lambat, bahkan mencapai 70-80MB/s.

Berbeda dengan SSD, karena data di simpan dalam chip dan susunan array atau berjajar. Data dari SSD memiliki kecepatan konstan. Baik data di awal sampai akhir, semua akan sama. Bila SSD memiliki kecepatan tranfer 500MB/s untuk read di bagian awal, maka data yang diambil di seluruh SSD akan sama dengan kecepatan 500MB/s untuk data dibagian tengah sampai bagian akhir. Teknik penyimpanan dengan SSD memang cepat, jauh melebihi kecepatan harddisk.

Tetapi tidak semua chipset di computer mampu menangani data sesuai spesifikasi SSD. SSD boleh cepat, tapi data yang ditranfer akan mengalami bottleneck. Berbeda kecepatan read dan write, berbeda juga dengan latency masing masing chip.

Chip Intel Z87, Z77 dan AMD SB950 serta chip ASMedia ASM 1061 merupakan chip paling cepat untuk SSD dengan koneksi SATA 6.0. Bila memasang SSD dengan interface SATA 2, performa SSD tidak tampil seluruhnya. SSD saat ini hanya mampu mengirim data maksimal pada interface SATA 3. Demikian dengan chipset, mengunakan Intel chipset akan menguntungkan, disusul AMD SB 950. Keduanya mampu memberikan maksimum tranfer dari SSD ke computer.

Untuk performa maksimal, chipset menjadi komponen kedua terpenting dan komponen utama ada di controller SSD. Tapi bukan berarti anda harus menganti motherboard baru karena sudah memiliki SSD. Kecepatan dengan chipset lama, kecepatan SSD masih lebih cepat dibanding harddisk.

Dibawah ini kutipan data dari Toms tentang kecepatan read dan write SSD, berbanding pengunaan chipset berbeda. atasuntuk test read dan bawah  untuk test write




Berita terkait
www.tomshardware.com/reviews/storage-controller-performance-ssd,3540.html
Berapa banyak harddisk gagal bekerja setelah lama dipakai. Pabrikan menyebut 600 ribu jam, tapi ada saja yang gagal sebelum waktunya. Apakah SSD lebih baik. Keduanya memiliki resiko yang sama, dan berbeda dengan data yang diberikan oleh produsen. SSD atau Harddisk lebih baik.

2 petabyte setara 2.000.000 gigabyte. Seandainya SSD yang dimiliki dengan kapasitas 128GB. Setiap hari digunakan untuk penulisan penuh ke dalam SSD. Sama saja mengkopi satu SSD kapasitas penuh selama 15625 kali. Atau SSD baru mencapai batas 2PB setelah 42 tahun.



Toshiba HK3R eSSd memiliki fitur sedikit berbeda dibanding SSD performa. Kecepatan maksimum untuk read mencapai 500MB/s sedangkan Write hanya 400MB/s atau 280MB/s untuk kapasitas lebih kecil dengan koneksi SATA.

Adata DashDrive Elite SE720 sebuah SSD storage dengan koneksi USB 3.0. Memiliki kecepatan maksimum 400MB/s read dan 300MB/s untuk write. Bodi SSD dibungkus dengan plat stainless steel

Bitfenix Prodigy M sebuah case computer compact, tidak terlalu besar tapi tidak kecil, ukurannya pas. Case ini hanya untuk motherboard tipe Micro-ATX atau Mini-ATX saja. Bisa memasukan VGA sepanjang 320mm.

Viking SATADIMM memiliki bentuk seperti memory module, tapi terdapat port untuk SATA. SSD storage umumnya dibuat dengan case harddisk 2,5 inch. Atau dibuat dalam module yang dicolok ke PCIe atau langsung ke port SATA.

PowerColor keluarkan HD 7730 1GB GDDR5 dengan nomor model AX7730 1GBD5-HE. Walau masuk nomor kecil, VGA ini memiliki 384 stream procesor. Kecepatan lumayan tinggi 800Mhz dengan 1GB memory GDDR5 1125Mhz



Intel keluarkan SSD seri 530, deengan disain 3 ukuran. mSATA, M.2 dan 2,5 inch. Kapasitas dari 80, 120, 180, 240, 360 dan 480 untuk storage 2,5 inch.

Satu model lain dari Samsung XS1715 SSD diumumkan oleh Samsung minggu ini. SSD ini ditujukan untuk kelas enterprise, memiliki kapasitas terbesar 1.6TB. Secara teori, disain Samsung XS1715 SSD mampu memberikan tranfer read data sampai 3.000MB/s atau 6x lebih cepat dari SSD biasa.

Acer tidak jadi menambahkan port Thunderbolt untuk computer baru, dan hanya memasang USB 3.0. Alasan Acer membuang port Thunderbolt, katanya lebih mahal. Berbandingkan bandwidth tidak terlalu jauh untuk pemakai biasa, dan tidak bisa dipakai untuk nge-charger smartphone.

Seperti berita sebelumnya, Intel akan mengeluarkan procesor BGA yang di pasang langsung ke motherboard. Dari model low end Celeron, Atom dan Pentium. Ada 3 model procesor BGA di kelas Core i5 dan Core i7

Kapasitas SSD tahun ini masih berputar antara 500 dan 250GB. Diantara itu saja, hanya produk premium berani benawarkan kapasitas diatas 500GB. Diakhir tahun ini ada perubahan radikal pagi penguna SSD, kapasitas semakin besar mencapai 2TB.

Intel SSD DC S3500 mengunakan chip 20nm. Dirancang khusus untuk Cloud Storage, mampu melayani data yang intensif untuk read. Kecepatan maksimum read 500MB/s dan write 450MB/s




No popular articles found.
< /body>