Juni 2013
2 hari lalu 3 astronot China berangkat dengan pesawat ruang angkasa Shinzhou 10.

Penerbangan berjalan baik, dan misi akan berlangsung selama 15 hari.

Setelah 2 hari berlalu, ke 3 astronot sedang ada di Tiangong 1, sebuah stasiun ruang angkasa milik China.

Tiangong 1 memiliki dukungan untuk 2 astronot yang akan ditinggal sementara disana.

Sedangkan astronot ke 3 harus tinggal di kapsul dari bumi.  China mulai membangun stasiun permanen di ruang angkasa.

Sejarah stasiun ruang angkasa Tiangong 1 sudah lama direncanakan.

Menyusul ruang ke 2 dan ke 3. Ruangan Tiangong 1 baru diluncurkan pada pertengahan 2012. Ukurannya tidak besar, hanya 10,5 x 4,5 meter. Di Tiangong 1 hanya modul untuk uji coba dan berisi peralatan dan tempat tidur bagi astronot.



Modul stasiun ruang angkasa Tiangong 1 tidak lagi digunakan. Setelah percobaan dengan Tiangong 1, China menganti dengan Tiangong 2 yang diuji bulan Oktober 2016.

Tiangong 1 (November 2017)
November 2017, diperkirakan akan jatuh ke kota besar pada awal 2018.
Stasiun ruang angkasa seberat 8,5 ton dapat jatuh dimana saja di antara 2 garis lintang di belahan utara dan selatan Bumi.
Perkiraan jatuhnya Tiangong 1 antara Januari - Maret 2018.
Menurut ESA, Inggris aman. Tetapi kota besar lain  New York, Los Angeles, Beijing, Roma, Istanbul dan Tokyo beresiko.
Beberapa komponen stasiun ruang angkasa akan jatuh dan terbakar oleh atmofer bumi. Tetapi beberapa komponen dengan ukuran lebih besar bisa saja masih utuh dan jatuh ke permukaan tanah.
Khawatir, tidak juga. Dalam sejarah puing ruang angkasa yang jauh, selama ini belum ada korban manusia. Yang dikhawatirkan adanya komponen metal degnan berat 100kg atau lebih dapat beresiko bagi manusia.
Pihak badan antariksa China tidak terlalu mengkhawatirkan dengan jatuhnya puing stasiun Tiangong 1, diperkirakan semua komponen akan habis terbakar.