Banyak orang tidak mencuci tangan, atau tidak mencuci tangan dengan benar, menurut studi universitas Michigan.

Peneliti melakukan pengamatan dari 3749 orang yang masuk ke toilet umum, menemukan 95% tidak mencuci tangan cukup lama.

Bahkan 15% pria dan 7 % wanita tidak mencuci tangan mereka sama sekali. 50% pria dan 22% wanita tidak mengunakan sabun. Hasilnya manfaat mencuci tangan akan kurang bermanfaat.

CDC mengatakan anda perlu mencuci tangan paling tidak 20 detik untuk membunuh kuman penyakit. Sayangnya dari data penelitian tersebut, rata rata orang hanya mencuci tangan selama 6 detik saja.

Hal lain yang dicatat adalah orang cenderung melakukan kebersihan dengan mencuci tangan di pagi hari. Orang akan tertarik untuk mencuci tangan mereka jika wastafel terlihat kotor. Dan mereka akan mencuci tangan kalau ada tanda yang mengingatkan mereka.

Jadi rata rata orang mencuci tangan selama ini dilakukan kurang benar, dan sifatnya hanya ala kadarnya saja.

Ada kebiasaan lain, bagaimana mencuci tangan dengan air hangat. Misalnya dengan suhu 40-55 deg.C dari air panas untuk mencuci tangan. Ternyata tidak efektif. Patogen baru mati bila suhu mencapai 99,98 deg.C atau air mendidik. Mencuci dengan air hangat untuk membunuh kuman hanya membuang energi. Cukup efektif membunuh bakteri dengan suhu dingin sekalipun seperti 4,4 deg.C. Asalkan tangan digosok, dibilas dan dikeringkan dengan baik.

Maret 2017
CDC melaporkan 70 ribu kasus anak usia dibawah 12 tahun mengalami keracunan akibat tertelan tidak sengaja dari sabun pembersih. Bahan pembersih berbasis alkohol memang praktis. Dapat dibawa atau ditempatkan dekat wastafel sekolah sampai restoran.
Anak anak dapat tidak sengaja menelan cairan pembersih karena tidak mengosok tangan mereka dengan baik.

Mencuci tangan yang bena atau mengunakan gel untuk membersihkan 
mirkroba



Bahan dari kandungan etanol atau alkhol 60-90% dan satu zat isopropil diberikan bau yang menyenangkan Tapi bahan tersebut dapat tertinggal ditangan anak anak. Ada yang mengalami kesulitan bernafas, masalah mata bahkan sampai jatuh koma.

Kebersihan memang penting, dan menjadi perlengkapan modern. Tapi sisi gelap dari produk tersebut mulai terlihat karena produsen menambahkan zat antibakteri

Studi terbaru dengan peralatan zanitizer dari tahun 2005 sampai 2009, menunjukan keracunan akibat bahan sabun pembersih tangan.
91% kasus anak yang sakit, umumnya dialami oleh anak anak dari usia 9 tahun. 6200 insiden anak anaka dari usia 6-12 tahun, mereka menelan tidak sengaja bahan pembersih tangan.
Beberapa tahun ini pembersih gel disekolah, anak anak diminta membawa sabun mereka sendiri. Dan dari tangan mereka, bahan sabun tersebut ikut tertelan atau menganggu kesehatan.

Peneliti merekomendasikan sekolah untuk mengunakan sabun biasa dengan air untuk mengurangi mikroba yang menempel ditangan.
Bahan sanitizer memang baik untuk pembesih mikroba, tapi tidak ampuh untuk memersihkan logam berat atau pestisida, bahkan menghilangkan lemak atau kotaran di tangan.

Beberapa penelitian akademis, sabun antibakteri lebih efektif mengurangi bakteri tertentu pada tangan kotor, dibanding sabun.
Namun beberapa sel bakteri di tangan kita mungkin tahan terhadap zat antibakteri. Artinya setelah kita membersihkan dengan bahan antibakteri, bisa saja strain yang tahan malah berkembang di tangan kita.

Kita hidup di dunia mirkoba. Triliunan bakteri berbeda, menjajah tubuh manusia termasuk kulit, usus dan lubang masuk ke tubuh. Dan tubuh manusia memiliki sistem kekebalan sendiri.

Tip dari Centers for Disease Control and Prevention
Bilas tangan dengan air.
Oleskan sabun dan busa, gosok di setiap sudut tangan anda selama 20-30 detik.
Bilas dengan air bersih
Keringkan tangan dengan handuk atau udara.