NASA mengunakan satelit Swift untuk merinci gambar dengan ultraviolet. RIbuan gambar sudah dikumpulkan dan menghasilkan gambar utuh selebar 160 megapixel.

Gambar yang didapat termasuk pencitraan dari objek dengan kekuata cahaya 1600 sampai 3300 angstrom. Kebanyakan cahaya seperti UV akant terblokir dan tidak terlihat dari bumi. Dari bumi dan teropong biasa, galaksi lain akan terlihat seperti kabut. Dengan menangkap sinar UV tampilan galaksi jauh akan berbeda bentuknya.

Ada 2 foto yang dibuat di daerah awan LMC - Large Megallanic Cloud dan satu gambar lebih kecil SMC Small Megallanic Cloud dengan jarak terdekat 7 ribu tahun cahaya. Ukuran LMC ini hanya sepersepuluh ukuran galaksi Bimasakti, sedangkan SMC hanya separuh dari ukuran LMC. Keduanya bila dilihat dari bumi tapi bentuknya seperti kabut asap. Tapi ukurannya cukup besar memiliki diameter 14 ribu tahun cahaya

Galaksi Talantura pada gambar dibawah ini adalah galaksi yang sangat aktif. Tampilan gambar terlihat berbeda bila ditangkap oleh camera UV. Ditemukan sebuah bintang disana dan ukurannya 200 kali lebih besar dari matahari kita. Dan diberi nama bintang R136a1. Gambar pertama dari teleskop biasa terlihat seperti debu atau gas, tapi tidak bisa mengungkap benda yang tersembunyi di dalam asap.

Berbeda dengan teleskop ultraviolet, maka semua terlihat lebih besar, dan  benda yang memiliki panas akan tertangkap sensor. Terlihat bentuk kabut ditengah yang awalnya tertutup gas tersebut merupakan bintang seperti matahari yang jumlahnya banyak sekali. Kumpulan gas yang awalnya menghalangi benda di belakangnnya dapat terlihat oleh camera UV..



Hampir 1 juta sumber titik sinar ultraviolet tertangkap dan dirangkai dari 2.200 foto oleh teleskop Swift. Untuk menyatukan gambar membutuhkan waktu 5 hari lebih, barulah gambar tersebut bisa melihat apa yang ada dibelakang kabut.

Dibawah ini gambar dari beberapa galaksi yang tertangkap camera Swift via Youtube



Dibawah ini gambar dari galaksi tetangga Bimasakti dari mosaik LMC. Satu lagi diambil dari SMC dengan 656 gambar dan total pengerjaan pengambilan hampir 2 hari.



Dengan melihat kumpulan gambar menjadi satu, NASA bisa mempelajari bagaimana sebuah bintang lahir dan berkembang di setiap galaksi. Tetapi sulit dipelajari bila mengandalkan teleskop dari bumi.

Teleskop Swift diluncurkan pada tahun 2004 dan di operasikan oleh Penn State di Los Alamos serta Orbital Sciences

Tertarik mendownload gambar ukuran besar seperti diatas, NASA memberikan link (filenya sangat besar sekali dengan format TIFF) dari 40MB sampai 457GB
› Larger image JPG
› High-res images

Gambar menarik dari LMC memberikan beberapa nama galaksi yang ditemukan + svs.gsfc.nasa.gov/vis/a010000/a011200/a011293/LMC_annotated_copy.jpeg

Sekitar 60% penduduk Eripa dan 80% penduduk Amerika tidak dapat melihat galaksi. Ada beberapa tempat bahkan tidak perlu mematikan lampu untuk melihat galaksi Bima Sakti. Seperti di Afrika Tengah, Chad dan Maagaskar.

Gambar dibawah ini dibuat oleh badan antariksa Eropa -  ESO. Dibuat oleh teleskop Vista di obsevarsi Paranalm berada di ketinggian 2500 meter, dengan diameter 4,1m. Teleskop Vista mengunakan pengambilan gambar infra red camera dengan berat camera 3 ton dan 16 ditektor khusus untuk menangkap sensitif cahaya infra merah. Kombinasi sensor di teleskop setara 67 juta pixel.

Dalam satu malam, camera di teleskop dapat menghasilkan data 200-300GB, dan data diolah kembali oleh ESO di tempat penelitian di Munich Jerman.
Dari Bumi hanya berbentuk garis, setelah di zoom lebih dalam dapat terlihat bintang yang jumlahnya triliunan bintang seperti matahari

Foto galaksi Bima Sakti bila di Zoom

Bila ingin mengetahui lebih lanjut seperti apa bentuk galaksi kita, bahkan melihat sangat jauh lebih dalam. Foto resolusi tinggi dari Eso ini akan memberikan gambaran sebesar apa satu galaksi yang kita tinggali.

Dapat dilihat www.eso.org/public/images/eso1242a/zoomable - jangan dibuka link tersebut dengan paket data internet.