Kejahatan sangat tertarik dengan perangkat gadget di Asia


Kategori : Security | Date : 4 June 2013
Kelompok gen bersenjata merampok sebuah perusahaan trading di Hong Kong dan berhasil dihentikan oleh kepolisian Hong Kong. Ada 6 pelaku, mereka rencananya akan merampok 9.000 ponsel dan tablet. Dari iPhone 5, iPad 2, iPad 3 dan Galaxy S4 dengan nilai 4.63 juta dollar.

Polisi Hong Kong mendapat kabar akan ada perampokan besar dari geng Hong Kong dan Cina daratan. Salah satu pelaku ternyata pekerja tranportasi. Kemungkinan di yang mendapatkan informasi tentang pengiriman barang.  Cukup mengejutkan bagi pihak kepolisian, target maling bukan hanya produk Apple, tetapi Android ikut diincar mereka.

Sekarang kejahatan tidak lagi tertarik dengan isi dompet, yang di incar adalah smartphone. Karena lebih mudah dijual dan nilainya lebih tinggi. Untuk menghasilkan lebih banyak uang, paling besar adalah merampok gudang yang berisi barang berharga.
Mengapa kejahatan di Asia lebih tertarik mencuri perangkat gadget. Pembeli di Asia umumnya tidak di subsidi, berbeda dengan Amerika dimana perangkat di subsidi oleh perusahaan telekom. Jadi membeli smartphone akan lebih murah di Amerika, sedangkan di Asia harus dibayar dengan harga aslinya. Bandingkan sebuah iPhone di Amerika bisa di dapat dengan $250, di Asia sekitar $800. Sekarang giliran Samsung Galaxy S4 juga di incar, karena nilainya sama seperti produk iPhone.

Tumpukan barang seperti dibawah ini yang di incar dan nilainya bisa mencapai milyaran rupiah sudah incar oleh penjahat.



Berita terkait
http://the-sun.on.cc/cnt/news/20130530/00407_043.html
KRACK WPA2 Wi-Fi adalah sistem kelemahan jaringan WIFI. Memungkinkan orang lain dapat menyadap atau melihat koneksi data. Berdampak dari smartphone, camera WIFI dan computer. Patch dan perbaikan mulai disiapkan oleh produsen.

Penipuan di Sim Lim sudah ramai terjadi tahun 2012 lalu. Penjual menipu pembeli dengan garansi, tahun 2014 harga iPhone 6 bulan ini lagi ramai ngerjain turis dan mahasiswa asing.



Perubahan serangan untuk mengelabuhi penguna Android. Baru ditemukan aplikasi mencari dokter, tetapi aplikasi tersebut akan mencuri data di smartphone.

Hati hati kalau jalan jalan di Rusia. Terkadang membawa camera besar dengan lensa bagus untuk mengabadikan pemandangan selama perjalanan. Tapi hati hati bila camera sudah di incar oleh copet di Rusia. Mereka tidak hanya mengincar dompet atau isi di tas.

Dari Reuter memberikan 10 negara yang meminta data ke perusahaan teknologi dari Google, Microsoft, Skype dan Twitter. Data yang diminta pemerintah adalah data informasi user yang dianggap penting

Kali ini penipuan di eBay. Seorang pemilik barang menjual barangnya di eBay. Lalu penipu datang dengan mengatas namakan sebagai pembeli, dan menanyakan kondisi barang via email

Dari perusahaan antivirus Lookout, mengeluarkan laporan 5 ciri serangan pada perangkat mobile. Dari adware, chargeware, spyware, surveillance sampai Trojan. Serangan banyak terjadi di India, mencapai 5,49%, sedangkan Inggris hanya 2,16%, dan Amerika 1,66%.



Tahun 1990, Rusia mendapatkan status nama dari Top Domain atau nama negara sendiri. Setahun kemudian, nama domain .menjadi sarang penjahat internet. 2 tahun terakhir kembali lonjakan muncul dengan nama .su. Ada apa disana.




No popular articles found.