Bagaimana pesawat ruang angkasa melakukan navigasi. Atau terus lurus saja


Kategori : Science | Date : 12 January 2018
Navigasi pesawat ruang angkasa beda dengan navigasi di Bumi
Bila tersesat di sebuah kota, tinggal bertanya kepada orang disekitar.

Bila tersesat di hutan, bisa mengunakan teknologi navigasi GPS.

Bagaimana bila di ruang angkasa. Bagaimana mengukur dan mengetahui posisi sebuah satelit ruang angkasa, seperti satelit Voyager yang berjalan terus menjauhi bumi.

Bahkan bisa mengambil foto beberapa planet dengan tepat. Apakah pesawat tanpa awak harus dilepas begitu saja

Sistem navigasi satelit bagi pesawat ruang angkasa tidak berbeda dengan peralatan navigasi di bumi.

Pesawat ruang angkasa  tidak mengunakan satelit GPS seperti di Bumi. Tapi mengunakan sinyal dari posisi Pulsar.

Sebuah bintang neutron yang berputar dan memberikan radiasi sinar dan gelombang cahaya. Sama seperti kapal jaman dulu yang melihat sebuah mercusuar, yang diambil adalah cahayanya.

Nakoda hanya melihat arah arah cahaya dari mercusuar. Demikian juga perjalanan cahaya yang tertangkap yang dihitung oleh satelit.

Sumber denyut dari sinyal bintang pulsar itulah yang dijadikan panduang pesawat ruang angkasa. Karena putaran bintang pulsar berbeda beda menghasilkan frekuensi, dan sinyal yang dikirim ke seluruh penjuru dapat tertangkap pesawat ruang angkasa. Bintang pulsar seperti satelit alami.





Satelit mengunakan beberapa pulsar untuk menentukan arah. Beberapa pulsar dikenal memiliki putaran konstan dalam hitungan milidetik bahkan lebih akurat dari jam atom. Signal yang ditangkap dari pulsar ini seperti menangkap signal GPS.

Pulsar menjadi satelit alami atau konstelasi pulsar di alam semesta (sama seperti susunan jumlah satelit GPS tapi berada di ruang angkasa). Signal yang diterima dari tiga atau lebih signal pulsar akan ditangkap oleh antena, dan diolah untuk memastikan jaraknya ke bumi dan menentukan keberadaan satelit.

Dibutuhkan 3 pulsar atau lebih untuk memperkirakan dan membandingkan waktu kedatangan signal mereka. Peneliti Jerman mengatakan, manusia bisa melokasi dengan tepat sebuah pesawat ruang angkasa dalam hitungan 5 km.

Kendala pesawat ruang angkasa adalah menangkap lemahnya signal pulsar, karena berada jauh dan signal yang ditangkap adalah gelombang panjang serta kekuatan signalnya lemah. Perlu antena sangat sensitif dan sangat mahal. Satu satelit setidaknya membutuhkan antena dengan diameter 1 meter.

Hal ini dikemukakan oleh Institusi Max Planck , bagaimana pesawat ruang angkasa bisa terbang dengan arah yang benar. Teknologi navigasi di pesawat ruang angkasa tidak mengunakan GPS seperti di bumi. Tetapi menangkap signal alami dari benda di ruang angkasa lain.

Januari 2018
Nasa mengumumkan teknologi baru yang disebut Sextant atau Station Explorer for X-ray Timing and Navigation Technology

Teknologi baru tersebut menjadi terobosan untuk menjelajah ruang angkasa lebih jauh, dimana sinyal ditangkap dari radiasi gelombang X-ray.
Sumbernya sama, berasal dari bintang neutron atau pulsa.
Bintang pulsar yang berputar sangat cepat memberikan radiasi elektromagnetik.

Peneliti nasa melakukan uji coba dengan analisa gambar mengunakan instrumen NICER yang ada di stasiun ISS>
Mereka mengamati 4 bintang pulsar J0218 + 4232, B1821-24, J0030 + 0451, dan J0437-4715.

Karena putaran ke empat bintang tersebut begitu tepat maka dapa diprediksi secara akurat dalam beberapa tahun.
Selama 2 hari perangkat NICER mengukur 78 pengukuran bintang pulsar dan dimasukan datanya ke unit SEXTANT dan menghitung posisi pesawat ruang angkasa ISS.

Sejauh ini percobaan SEXTAN terlihat berhasil, tapi pengujian akan dilakukan untuk sistem mandiri. Perlu beberapa tahun lagi agar teknologi navigasi baru dapat digunakan, dan sejauh ini konsep yang dibuat sudah bekerja.

Percobaan selanjutnya akan dilakukan pertengahan tahun 2018. Nantinya unit akan diperkecil termasuk pemakaian powre.

SEXTANT nantinya dapat digunakan untuk menghitung lokasi sebuah satelit pada planet yang jauh dari jangkauan GPS di Bumi. Dan membantu misi antariksa manusia seperti misi ke planet Mars.

www.obengplus.com/artikel/articles/58/1/Glonass-VS-GPS-dual-sistem-satelit
www.obengplus.com/artikel/articles/103/1/Aplikasi-Astronomi-di-Android
Google Maps satelit update foto kota dari foto satelit 2018. Sharing Location Google Maps lebih mudah untuk Sharing Trip Progress.bekerja di semua layanan chatting di Android. Peta Globe bola dunia dengan arus angin Agustus 2018. Berbagi lokasi realtime, di Google Maps Update. Berapa kali Google Maps di update, Pekalongan foto September 2018

Gempa teknonik dipastikan ada lempeng bumi yang tengelam atau terangkat. Berapa tebal kulit bumi, dan seperti apa inti bumi. Bumi memiliki 3 lapisan dari kerak bumi yang dingin. Di inti bumi memiliki kemunginan memang besi 96 persen, kesimpulan Oktober 2018

Nasa memutuskan melihat benda di sekitar sabuk Asteroid Kuiper. New Horizons dipastikan menuju MU69. Pesawat diaktifkan Juni 2018. Begitu jauhnya, sampai membutuhkan waktu pengiriman sinyal selama 12 jam untuk satu kali komunikasi. Seperti apa bentuk di tepi tata surya, mulai terditeksi oleh pesawat New Horizons Agustus 2018



Apakah lintasan cahaya memang dapat dilihat, dijawab ya oleh tim MIT. Apakah manusia dapat pergi lebih cepat dari kecepatan cahaya, dijawab tidak mengapa ?. Lebih cepat dari cahaya seperti film fiksi Star Trek dikenal dengan Tachyon. Tachyon Burst adalah partikel subatomik secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Kecepatan sonic boom di cahaya disebut Radiasi Cherenkov

Bintang  Ross 128 letaknya tidak jauh, hanya 11 tahun cahaya dari Bumi. Tim Planetary Habitability Lab menerima sinyal radio dari arah bintang Ross 128, dan tertangkap oleh teleskop radio terbesar di dunia Observatorium Arecibo di Poerto Rico.

Nasa mengembangkan pemancar frekuensi biasa untuk mentranfer data dari stasiun ISS ke bumi. Sekarang dikembangkan dengan laser untuk komunikasi. Disebut Opals atau Optical Payload for Lasercomm Science, tranmisi data dikirim dari stasiun ISS ke bumi.

Cerita film sain fiksi mungkin menjadi kenyataan. Salah satunya dari rancangan pesawat ruang angkasa baru. Mirip seperti kota kecil yang mengambang diatas, dan serius dibuat oleh para ilmuwan. Bentuknya seperti dibawah ini. Jauh lebih besar dari pesawat ulang aling, bahkan setara ukuran gedung bertingkat.



Akhirnya ada jawaban yang satu ini. Lubang hitam yang ada ditengah galaksi bukan hanya bentuknya saja yang sangat besar. Ternyata lubang hitam itu berputar, dan putarannya sangat cepat. Tidak bisa dihitung, karena dapat mendekati kecepatan cahaya. Apakah lubang hitam akan terus membesar, dijawab tidak

Mengunakan teknologi supercepat dengan fusi nuklir, sebelumnya hanya sebatas film fiksi. Ada kemungkinan ilmuan menemukan cara dengan teknologi ini. Fisika dibelakang ilmu roket fusi sudah dibuktikan di laboratorium. Satu lagi teknologi roket pendorong Hall Thurster

Baik media atau publikasi umum, biasanya digunakan jam dengan simbol UT atau Universal Time. UT adalah waktu tengah dunia. UT sama dengan Greenwich Meridian Time (GMT).

Secara umum di alam semesta ini hanya memiliki bentuk galaksi spiral dan berbentuk bulat memanjang. Sekarang agak berubah setelah teleskop Hubble lebih dalam dan membandingkan dengan galaksi yang bisa diamati. Lalu asal mula terbentuknya darimana.

Kapal milik Emma Maersk kelas Triple E dibuat video Timelapse. Kapal dengan kemampuan membawa cargo raksasa ini sedang parkir di Busan Korea. Seperti apa kapal tersebut bila parkir.

Tayangan peluncuran pesawat ulang alik Amerika biasanya diambil dari kokpit pesawat dan di darat. Satu rekaman ini diambil dari badan roket. Direkam sejak mesin roket dinyalakan, lalu naik , melayang dan turun kembali



Tanpa kita sadari, kehidupan manusia sekarang sudah bergantung dengan satelit. Apa yang terjadi bila suatu hari semua satelit berhenti bekerja. Kalau suatu hari nanti semua satelit terganggu dan tidak bisa mengirim signal apa yang terjadi.

Apapun mereknya, sebuah perangkat GPS sudah diprogram untuk menonaktifkan sistemnya sendiri bila lewati batas. Terlalu cepat atau terlalu tinggi otomatis tidak bekerja.

Gambar diambil oleh satelit observasi tanpa awak Voyager 1. Bumi hanya sebesar 1 titik saja.


No popular articles found.