TimeLapse HDR Skies part 2 dari Tanguy Louvigny, bening gambarnya


Kategori : Digital | Date : 16 May 2013
Sedang menyelusuri data video gerhana Colin Legg, dan mencari data komposer Peter Nanasi. Satu video lagi yang menarik, mengunakan teknik video HDR. Dibuat oleh Tanguy Louvigny, sudah 10 bulan lalu di upload.

Kebetulan video time lapse ini menggunakan musik Peter Nanasi. Diambil dengan camera Canon 400D, 60D , Sigma 10-20 di beberapa daerah Britania dan Normandia. Mengunakan peralatan 3 axis Tetrix untuk pergerakan camera, dan software HDR Photomatix v4. Lalu finalnya di edit dengan Adobe Premire dan After Effect CS5.

Hasil video dibawah ini, bila dilihat dengan resolusi HD lebih menarik


Hdr skies - Part 2 from Tanguy Louvigny on Vimeo.


Berita terkait
www.hdrskies.com
www.obengplus.com/artikel/articles/111/1/Digicam-Control-software-untuk-remote-control-camera-via-USB
Tip ini diberikan dari Profesional Photographer, untuk mengambil pemandangan. Pertama pastikan komposisi gambar, tentu fotographer ingin objek gambar tajam di belakang maupun depan

Richard Gottardo harus pergi sejauh 400km dan mengambil foto sebanyak 1500 untuk mengabadikan penampakan aurora. Dibuat pada 9 November lalu. Video selama 2 menit dibuat di pegunungan Rockey.



Daniel Lopez membuat video Timelapse El Cielo de La Palma. Tidak mengabadikan pada sudut kumpulan bintang, tapi digabung dengan alam disekitar. Dibuat di pulai Canary yang kabarnya menjadi salah satu tempat foto terbaik.

Dustin Farell seorang fotographer khusus untuk landscape. Pengalamannya sudah ok, masuk sebagai cameramen ESPN. Dia menceritakan bagaimana membuat video timelapse dari awal sampai selesai.

Dari ketinggian 4000 meter lebih, pembuat video yang masih menyelesaikan studi astronomi di universitas Hawaii. Dia mendapatkan akses untuk masuk ke fasilitas. Sean membuat 3 malam pada April dan 4 malam pada musim panas kemarin.

Berbeda dengan teknik Timelapse, Hyperlapse memasukan pergerakan camera dalam mengabadikan objek, dan urutan foto nantinya dibuat menjadi film. Hyperlapse mengambil gambar sudut perjalanan camera seperti orang berjalan dan bergerak.

Video timelapse Night Vision memiliki tema berbeda. Luke Shepard melakukan perjalanan di 36 kota dan 21 negara untuk mengambil beberapa gedung. Dia mencari dukungan dana dan terkumpul $20.000. Gambar videonya bagus



Video dibuat oleh Amit Haware dan di upload ke Vimeo. Dari data yang diberikan, video dibawah ini diambil dibawah kaki gunung Mount Everest. Dia mengambil gambar dari Lukla ke base camp pada bulan Mei 2013.

Malam ini udara kembali bersih di Jakarta. Terlihat beberapa titik cahaya kecil menarik untuk di abadikan. Mengunakan aplikasi Google Sky Map, mulai di telusuri daerah yang memiliki bintang terbanyak. Ada di dekat bintang Antares

Mengambil kedatangan badai atau si supercell yang berputar.

Fotographer Rob Whitworth dan ahli perkitaaan JT Singh mengekplorasi kota tersebut dan di abadikan dalam bentuk video. Dari kesibukan kota, lalulintas, masyarakat dan tempat tinggal kecil di Shanghai masuk dalam video time lapse ini.

Javin Lau lulusan studi politik dari Toronto Kanada membuat video time lapse kota Hong Kong. Video dengan judul Hong Kong is Home.

Fotographer Colin Legg mengabadikan gerhana matahari dengan camera terpisah. 3 diambil dari Canon 5D Mk IIs, video 4K dari Canon 1 DC dengan lensa 2000 mm

Sam dan Si merekam kemampuan ilmu beladiri Shaolin. Merekam dengan kecepatan slow motion dari aksi mereka yang sulit dilihat kecepatannya dengan mata penonton.



Mengunakan teknik manipulasi foto seperti timelapse. Sebuah film WWF Parallax Sequence dapat dibuat seperti film.

Film dengan durasi 7 menit dan berjudul Grounded dibuat dengan camera DSLR. Pembuatnya Kevin Margo yang bekerja sebagai kepala visual efek Blur Studio. Modalnya hanya 2 camera, Canon 5D Mark II dan Canon 7D untuk 60 fps

Satu tayangan video, di duga 2 UFO sedang piknik ke bumi. Direkam selama 10 menit.




No popular articles found.