Sabun Triclosan apakah efektif membunuh bakteri atau menganggu kesehatan


Kategori : Green | Date : 31 August 2016
Sabun antibakteri menawarkan cara menarik menghancurkan bakteri yang membuat manusia sakit.

Zat Triclosan adalah produk paling umum digunakan. Sekarang Food and Drag Amerika mulai meneliti ulang dampak pemakaian zat tersebut. Bukan untuk manusia, tetapi dampak lingkungan yang dapat membahayakan manusia.

Menurut parah ahli, mencuci tangan tetap pentiug dan sehat. Dengan sabun biasa atau alkohol atau dengan sabun dari bahan triclosan. Triclosan menargetkan bakteri, tetapi tidak semua. Tidak efektif untuk virus, dan virus yang menyebabkan penyakit dalam, kata Allison Aiello ahli epidemiologi universitas Michigan.

Rasanya aneh bila kita mendukung dan mempromosikan produk pembersih yang mengiming iming membunuh bakteri. Tetapi tidak membersihkan virus sekaligus yang menjadi penyakit dirumah.

Triclosan terdaftar sebagai zat pestisida tahun 1969. Sejak itu digunakan di pasta gigi, sabun mandi, sabun tangan, dan lainnya. Tujuannya untuk memerangi bakteri dan jamur.

Tahun 1998, Stuart Levy dan rekannya dari universitas Tufts menemukan bahkan kimia tersebut dapat membuat bakteri resiten akibat mutasi gen untuk melindungi dinding sel. Triclosan bertindak sebagai penganggu hormon pada hewan.  Ketika seseorang mengunakan produk dengan triclosan maka akan terbuang oleh air. Lalu mengalir ke selokan dan terus ke drainase dan terurai menjadi dioksin. Akibatnya bisa mengakibatkan segala macam masalah kesehatan.

Dari studi di Swedia tahun 2006 menemukan zat triclosan dalam susu ibu dengan konsetrasi lebih tinggi, karena si ibu mengunakan sabun, deodoran atau pasta gigi dengan bahan kimia.

Satu lagi studi dari klinik Infectious Diseas dan koleganya, melakukan 27 studi yang membandingkan pengunaan triclosan dengan sabun biasa. Menemukan pengunanya tidak lepas dari diare, batuk, demam dan infeksi kulit karena mengunakan sabun dengan bahan kimia dirumah.
Studi lain mengatakan perbedaan sabun triclosan dengan sabun biasa tidak berdampak adanya bakteri di tangan mereka. Mungkin ada beberapa bakteri yang bisa dimusnahkan oleh bakteri ini, tetapi yang lain tidak.

Mereka yang mencuci tangan dengan sabun mungkin menghilangkan bakteri yang menempel ditangan. Ketika mengeringkan dengan handuk, bakteri kembali menempel. Jadi sia sia saja. Kecuali tangan dikeringkan dengan tissue, akan lebih efektif.

Pilihan terbaik adalah mengunakan pembersih dengan cairan berbasis alkohol, karena bakteri akan mengalami dehidrasi. Bakteri tidak dengan mudah melakukan perlawanan dengan zat alkohol. Setidaknya kita tahu tentang kesehatan dan zat triclosan. Mencuci tangan dengan benar akan lebih efektif menghilangkan bakteri.



Penelitian lain menyebut, mencuci tangan 30 detik dengan air hangat tanpa sabun. Memiliki kemampuan yang sama dibanding mengunakan sabun.

Dari universitas California Davis menghubungkan zat Triclosan dapat menganggu jantung dan rangka otot. Walau studi ini masih dilakukan pada hewan, tingkat keparahan yang terlihat seperti paparan pada manusia. Menurut Profesor Nipavan Chiamvimonvat dari kedokteran kardiovaskular, efek pada tikus yang terkena paparan bahan kimia tersebut mempengaruhi fungsi jantung sampai 25% dalam waktu 20 menit. Ikan yang terkena Triclosan selama 7 hari terlihat lebih lambat berenang dibanding ikan lain. Penemuan diatas dipublikasi pada 13 Agustus 2012  Proceedings of the National Academy of Sciences.

September 2016
FDA atau Food and Drug Administration telah melarang produk sabun dengan 19 bahan aktif, termasuk triclosan sebagai bahan kimia yang terkenal sebagai antiseptik.
Istilah antibakteri menunjukan kepada konsumen bila sabun dapat mencegah penyebaran kuman. Tetapi bukti menunjukan sebaliknya.
Produsen gagal membuktikan sabun antibakteri aman digunakan setiap hari, atau sabun antibakteri tidak lebih baik dari sabun batangan.
Dalam jangka panjang, sabun antibakteri dapat berbahaya kata Janet Woodcock direktor FDA.

Sabun Triclosan apakah efektif membunuh bakteri atau menganggu kesehatan

Triclosan memiliki bahan yang berakhir buruk. Dan bisa jatuh dimana mana seperti ditemukan pada produk rumah tangga, bahkan sampai sayuran. Produsen kebersihan diminta menghapus produk mereka dari bahan yang sudah dilarang oleh FDA. Larangan tidak termasuk pemakaian sabun tangan antibakteri karena diuji oleh badan berbeda.  FDA menyarankan untuk membersihkan kuman dari tangan, lebih mudah mengunakan 60% alkohol atau mengunakan sabun lama dan air.

+ Discovery

Berita terkait
Anda tidak butuh pemeriksaan MRI untuk nyeri di punggung bawah. Anda tidak perlu antibiotik untuk infeksi sinus. Anda tidak perlu melakukan screen untuk osteoporosis bila masih dibawah 65 tahun.

Sabun untuk pembersih muka yang diberikan butiran halus untuk mengangkat kotoran. Butiran tersebut dinamai Microbead ini menjadi masalah bagi lingkungan. Sekarang ditentang oleh dokter gigi dari odol berbahan microbead. Bahan yang tidak perlu malah digunakan produsen.



Banyak orang tidak mencuci tangan, atau tidak mencuci tangan dengan benar, menurut studi universitas Michigan. Rahasia mencuci tangan dengan benar, hanya 30 detik saja. Tidak perlu produk mahal, cukup dengan sabun.

Virus H7N9 bisa menginfeksi manusia. Terakhir seorang pria 75 tahun meninggal setelah bepergian ke Shenzhen. Satu virus flu burung ditemukan H10N8

Kapal pesiar mewah Explorer of the Seas berlayar pada 21 Januari untuk rute 10 hari pelayaran bagi wisatawan. Tapi 600 dari 3050 penumpang sakit masal di kapal. Jadwal pelayaran dipercepat 2 hari dan kapal kembali ke New Jersey hari Rabu kemarin.

Sabun anti bakteri, baik cair atau sabun batangan belum tentu melindingi anda dari kuman dibanding sabun biasa. Bahkan memiliki resiko bagi kesehatan. Food and Drug Administration mengambil langkah kepada produsen selama satu tahun.

Orang kaya mengkonsumsi makan berbeda dengan orang miskin. Mungkin benar, tapi apa dampaknya. Keduanya memiliki dampak yang sama hanya berbeda jenis makanan yang mereka konsumsi.



Terlalu banyak makan membuat otak lebih cepat tua, mengurangi makan akan memunculkan molekul yang membantu otak tetap muda. Tim peneliti Itali dari universitas Katolik Sacred Heart di Roma menemukan molekul CREB1. Molekul tersebut mengaktifkan fungsi otak serta umur panjang bagi mahluk hidup

Penelitian baru dari dampak terlalu sering menonton televisi akan memperpendek usia anda. Studi tersebut dilakukan oleh universitas Queensland Australia. Setiap 6 jam menonton televisi perhari akan beresiko menurunkan usia sampai 5 tahun dari umur anda

Teratur minum kopi dan teh secara signifikan dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Setidaknya sepertlima kemungkinan anda tidak akan terkena jantung bila mengkonsumsi teh dan kopi secara rutin. Bahkan dapat menurunkan tingkat resiko terhadap serangan stroke.




No popular articles found.