Foto Pelayat di Gaza, juara fotografi World Press tidak masalah karena di manipulasi


Digital | 15 May 2013



Kompetisi World Press Photo memasukan nama Paul Hansen dengan judul pelayat di Gaza. Menjadi juara sebagai foto wartawan. Tetapi fotonya memang di re-touch dan bukan di manipulasi. Aturan kompetisi foto sekelas World Press melarang foto di manipulasi.

Paul Hansen hanya menambah bayangan dari cahaya di sisi kanan fotonya. Tetapi bukan memanipulasi gambar seperti menghilangkan sebagian gambar atau menambah objek pada gambar. Memang di edit dan tidak signifikan. Bayangan pada sisi tembok memiliki bayangan berbeda, itu efek dari pengambilam gambar yang digabung.

Sang fotographer mengambil beberapa rangkaian foto, namun posisi matahari membuat gelap pada objek dan terjadinya siluet. Paul mengkombinasikan beberapa foto sehinga wajahnya bisa lebih jelas.

Hansen mengakui dia mengembangkan file RAW dengan perbedaan kerapatan dengan sinar natural dibanding teknik dodging atau burning. Sehingga bagian mata lebih terlihat dan warna lebih dinamis di gambar. Akhirnya foto Paul Hansen dengan judul Pelayat tetap masuk sebagai juara.

+ www.poyi.org/70/43/first_17.php

Berita terkait
Kemarin Iran baru menampilkan pesawat Stealh JetFigter Qahar 313. Lagi lagi foto tersebut adalah foto palsu. Kabarnya editing foto mengunakan software Photoshop yang lebih halus.Hari Selasa 21 Agustus 2018, media TV pemerintah Iran memperlihatkan presiden Hassan Rauhani duduk di sebuah pesawat jet tempur. Pesawat jet yang dikatakan buatan Iran dengan nama Kowsar.

Dana Gruszynski mungkin menjadi penyelamat sebuah acara pernikahan, ketika fotografer yang sudah ditugaskan berhalangan hadir. Dana datang mendapat kabar dari sepupunya datang dan memberikan foto gratis. Cerita pertolongan  Dana akhirnya beredar luas dan sekarang Dana malah mendapat undangan untuk foto pernikahan.



Kompetisi tahunan Wildlife Photographer baru diumumkan awal pekan ini. Foto seperti apa dan siapa saja yang mendapat penghargaan. Juara adalah foto hitam putih taman nasional Tanzania.

Mark Joseph Solis mahasiswa pascasarjana dari sebuah universitas di Filipina menjadi ejekan dunia internasional. Karena dia mencuri sebuah foto dan memasukan ke sebuah kompteisi, bahkan mendapatkan hadiah ribuan dollar dari potret curian.

Juara pertama dari Australia. Guiding Light to the Stars by Mark Gee (Australia). Menampilkan gambar galaksi Milkyway dan cahaya terang di sisi kanan dari cahaya lampu mercusuar. Ternyata kontestan yang ikut hanya 1200 orang

Video iklan ini menarik. Staf penjual mobil ikut mendampingi pembalap NASCAR Jeff Gordon. Apa yang terjadi, setelah si pembalap menyamar sebagai pembeli. Awalnya seperti pengendara pemula dan 2 menit selanjutnya.

Namanya Dimitri de Angelis dia tersandung kasus penipuan dan di penjara 7.5 tahun. Karena dia merubah beberapa foto selebiritis, mantan presiden , ratu Inggris dan lainnya. Dimitri menampilkan fotonya dengan beberapa orang terkenal. Sampai disitu tidak ada yang salah.



Video dibawah ini mengunakan camera Red Scarlet dengan filter IR. Agak berbeda dibanding video timelapse dari fotographer umumnya. Warna video ini hanya hitam putih. Awalnya kurang menarik, setelah melalui 2 menit baru terlihat gambar menarik dari video tersebut.

Pengalaman Von Wong si fotographer ketika mengabadikan Dinicu Trio saat tur ke LA bulan Desember lalu. Musisi tersebut ingin di foto dengan gambar yang sangat bersih, dan memperlihatkan ke 3 anggota ban di sebuah lokasi

Fotographer sedang mengabadikan cahaya malam untuk membuat video Time-lapse. Gavin Heffernan dan timnya berada di Death Valley Eureka Dunes. Video di dirasi 1:30 sampai 1:35 malam terlihat ada cahaya melingkar di foto.




No popular articles found.
< /body>