Maret 2015
Dr Joseph Roche asisten profesor dari Dublin Trinity dan PhD Fisik dan astronomi yang kebetulan seorang finalis untuk berangkat ke Mars. Roche tidak pernah bertemu dengan finalis lain walau dia menjadi 1 dari 100 finalis yang siap dikirim ke planet Mars.  Uniknya untuk menjadi finalis, Roche mengatakan Mars One mengunakan point. Pada akhirnya dia menyadari bila Mars One adalah penipuan atau seleksi yang dibuat hanya cerita lucu saja.  Tidak ada dana, tidak ada proses seleksi, dan wawancara hanya melalui Skype

Dibawah ini salah satu wawancara dengan satu kandidat ke planet Mars.



Februari 2015
202.000 orang yang mendaftar bermimpi akan tinggal di planet Mars. Proyek Mars One yang didanai secara global bahkan menjadi tayangan realitas untuk memasukan 100 orang saja bisa pergi ke Mars.

Dari 200 ribuan pendaftar, dipangkas 1000 orang, terakhi dipilih kembali 660 orang, dan di tahap ketiga masing masing hanya 50 wanita dan pria. 33 orang dari Amerika, 31 Eropa, 16 Asia, 7 Afrika dan 7 orang dari Oceania. Mars One menargetkan program mereka di tahun 2025 ke planet Mars. Tujuannya untuk membangun koloni manusia baru disana. Sebelum astronot berangkat, tahun 2018 nanti akan dikirim robot lander dan orbit.

John seorang ahli ruang angkasa universitas George Washington mengatakan ke sebuah media. Mars One seperti penipuan, mereka tidak punya teknologi, dan tidak punya perjanjian dengan industri ruang angkasa. Tapi hal utama yang meragukan, terlalu sedikit pesawat ruang angkasa untuk mendukung kehidupan. Dana untuk badan antariksa Nasa saja sudah kempes.

Tapi pihak Mars One berdalih akan mencari dana 6 miliar dollar dari satu kali perjalanan ke Mars melalui sponsor acara TV untuk tahun 2024 dan 2025.

Seandainya tim pertama bisa mendarat disana apakah bisa hidup.
Insinyur MIT Sydney Do sempat menulis tentang kehidupan di Mars. Manusia hanya mampu bertahan 68 hari. Radiasi, suhu yang dingin, dan tingkat hidrokarbon tinggi. Tidak ada teknologi yang mampu bertahan hidup dalam kondisi seperti itu, apa lagi tubuh manusia.
Dukungan penting bagi hidup manusia adalah air, setidaknya dibutuhkan 62% dari suplai disana. Mengolah H2O di Mars, belum ada yang mencoba teknologi secara langsung. Ekspedisi Mars One setidaknya butuh 15 roket kelas Interplanetary (ukuran roket besar). Roket yang ada saja belum di uji coba, itupun biayanya mencapai 4,5 miliar. Belum lagi biaya lain, dari modul habitat, teknologi dan misi pemasok untuk kelangsungan kehidupan orang yang tinggal di Mars



CEO Mars One Bas Lansdorp membantah dan mengatakan ke satu media mengatakan, studi MIT membuat asumsi yang salah. Semua studi sudah diperhitungka (kata mereka)

Siapa yang dapat dipercaya. Disisi lain pengusaha roket SpaceX Elon Musk telah berbicara tentang misi ke Mars.
Insinyur IT kembali menanyakan. Bila mengirim orang untuk tinggal di gua dan menyuplai mereka dari Bumi. Untuk apa mereka kesana, itu pertanyaan dan jawaban yang tepat. Untuk apa mengirim begitu banyak orang ke Mars dan membekali pasokan makanan kesana selamanya.

Teknologi yang ada. Pengembangan roket SLS Space Launch System akan diuji tahun 2030. Tahun 2060 baru dimulai ekspedisi internasional untuk mendarat ke planet merah. Nasa sudah mencoba modul senilai 9 miliar dollar dari modul Orion. Mampu menahan panas ekstrem ketika turun ke bumi. Tapi masih dalam pengembangan, dipastikan tidak akan siap pada tahun 2030.

Oktober 2014
Berita terbaru dari MIT, membanngun koloni di Mars hanya memiliki sedikit kesempatan untuk sukses. MIT mengingatkan akan ada jebakan maut disana. Kemungkinan satu orang pertama yang meninggal di planet Mars dalam 68 hari setelah tiba yang disebabkan tingkat oksigen yang rendah.

MIT membuat perhitungan dari bahan pangan, bahaya kebakaran, tingkat oksigen yang rendah, sesak napas sebagian akbit proporsi nitrogen dan oksigen dan hal lain. Satu contoh saja di Bumi menaman pohon bisa tumbuh dimana saja, tapi di Mars berbeda. Jadi tidak mungkin pasokan pangan belum tentu mencukupi para astronot.


Des 2013
Sebulan lalu sebuah proyek ambisius untuk membuat koloni manusia di Mars. Pendaftaran dibuka 16 April, pada 29 April sudah 20 ribu orang mendaftar, 2 minggu sudah mencapai 78.000 orang. Kebanyakan pendaftar berasal dari Amerika, dan total 120 negara.

Ada 4 putaran pendaftaran dan yang tertarik harus membayar $25 dan harus mengirim video ke situs Mars One. Pendaftaran akan ditutup bulan Agustus mendatang. Cerita pergi ke Mars bukan lelucon, di situs Mars One sudah terdaftar beberapa perusahaan yang menangani proyek ruang angkasa.

Tahap ke 2, pelamar yang mendaftar masuk sebagai kandidat calon astronot dan akan dikirim ke dokter lokal untuk pemeriksaan. Setelah daftar mereka di kirim ke pantia Mars One. Tahap ke 3 akan masuk dalam tahap sortir di media televisi, dari 40 orang kandidat hanya 20 saja yang dipilih dari seluruh dunia.

Tahap akhir untuk tahap persiapan, kandidat harus menguasai bahasa Inggris, melakukan simulasi, dan dimulai pelatihan sebenarnya. Apakah planet Mars begitu penting, padahal penawaran menjadi astronot tersebut hanya diberi tiket satu kali jalan. Tidak bisa pulang.

+ Mars One



Mungkin kita sendiri bertanya, sudah berapa orang yang berhasil menginjakan kakinya di luar Bumi