Camera akan kepanasan kalau digunakan merekam video


Kategori : Digital | Date : 2 October 2010
2 teknologi dijadikan satu, DSLR dan Camcorder. Awalnya banyak keluhan muncul, ketika mengunakan camcorder dengan tambahan kemampuan still gambar. Banyak penguna mengatakan hasil gambar foto kurang bagus bila diambil oleh Camcorder. Sisi sebaliknya, camera digital DSLR memang bagus mengambil gambar diam. Tapi kemampuan autofokusnya melempem bila digunakan merekam video.

Camcorder dirancang untuk tahan berjam jam merekam gambar bergerak, saat ini sudah ada camcorder seharga $350 dengan kualitas HD. Sekarang semua digabung menjadi satu kedalam camera DSLR dengan kemampuan merekam gambar HD Video. Harganya masih melampung diatas $700.

Nyatanya tidak semua camera DSLR mampu merekam gambar video dengan durasi panjang. Konon camera DSLR akan cepat panas. Camera DSLR Nikon misalnya, akan memberikan peringatan mundur dalam 30 detik bila camera mengalami kepanasan. Padahal ada batas dari camera DSLR Nikon, yang rumornya hanya boleh merekam selama 5 menit saja.

Beruntung ada satu lagi teknologi gabungan dari DSLR dan Camcorder, mampu bertahan lebih lama. Solusinya ada pada Sony Alpha SLT-A55V terbaru dan A33. Sony mengatakan camera mereka bisa dipakai merekam selama 29 menit tanpa peringatan terjadi overheating. Tetapi ada prosedur yang harus ditaati. Image Stabilization haris dimatikan. Sony A55 misalnya dapat bertahan selama 9 menit merekam gambar video.

Sony A33 bisa bertahan merekam video sampai 11 menit. Bila camera terjadi overheating, cukup matikan sebentar dan kembali di nyalakan. Apakah penguna perangkat elektronik harus memilih antara DSLR dan Camcorder terpisah. Sepertinya teknologi harus seperti itu, sebelum muncul teknologi baru yang bisa mengabungkan kedua fungsi secara utuh. Untuk saat ini kebutuhan untuk merekam gambar video dengan durasi lama, sebaiknya tetap mengunakan camcorder.

Berita terkait
Ini keahlian dari seorang NPS atau Nikon Profesional Services. Keahliannya membongkar camera Nikon D4 hanya butuh 20 menit 42 detik. David Hilos dari Singapura mampu memperbaiki camera yang ditolak servis center camera

Panolapse  sebuah aplikasi video untuk time lapse. Menyusun file foto menjadi sebuah film. Update optimisasi 48fps, 60fps untuk Panolapse v.1.173



Suka edit foto, atau butuh software membuka file RAW. Ada yang gratis, namanya Scarab Darkroom. Ukurannya hanya 13 MB saja, dan sudah dirilis ke versi 1.32 versi Windows. Tidak selengkap software profesional, tetapi ringan untuk computer.

Ide kreatif membuat foto ditampilkan oleh Von Wong. Mengabadikan ahli beladiri dengan Nikon D4 dan lensa 400mm f2.8

Andrew Schar adalah seorang musisi, membuat video hasil gambar dari camera Canon 60D. Hasil test mengambil gambar video dari camera DSLR memiliki efek berbeda terhadap setting ISO




No popular articles found.