Juli 2018
Bukan rahasia lagi Twitter penuh dengan akun palsu. Yang dimaksud mereka yang menyebarkan informasi salah dan menghasilkanjutaan lik spam.
Situs Mikro-blogging Twitter ini tidak kekurangan upaya untuk memerangi botnet dan profil palsu di layanan mereka.
Selama 2 bulan (Mei Juni 2018) setidaknya 70 juta akun ditangguhkan (suspend), naik 2x lipat dibanding data pada bulan Oktober 2017.
Muncul botnet juga yang mempengaruhi pemilihan presiden Amerika.

Kabarnya Twitter telah melakukan operasi Megaphone. Melakukan penyelidikan dari luar dengan membeli akun palsu, dan melihat jaringanmereka.
Tidak jelas bagaimana Twitter melakukan langkah pencegahan dari luar tersebut.

April 2013
Pernah mendengar bila industri musik pernah diperiksa oleh Youtube. Karena video musik mereka sengaja di putar berulang kali akar mendapatkan View besar. Kabarnya industri rekaman membayar jasa layanan penonton di Youtube. Akhirnya ketahuan dan pihak Youtube memotong jumlah penonton palsu tersebut.

Ada cerita lain tentang Follower Twitter. Musim panas lalu akun Mitt Romney di Twitternya mendapat 100.000 Follower dalam hitungan hari saja. Berita itu memunculkan ide sebuah perusahaan manajemen sosial seperti StatusPeople dan Socialbakers mengembangkan alat untuk web. Dan mencari berapa banyak sih user sebenarnya dari satu akun Twitter.

Masalahnya membuat ngetop di akun Twitter sulit terlacak, tidak tahu mana yang asli dan mana yang palsu. Kabarnya bagi mereka yang bisa menjual banyak Follwer di Twiter dapat meraup satu juta dollar. Andrea Stroppa dan Carlo De Micheli dari peneliti keamanan Italia melakukan penelitian tentang kegiatan bisnis dibawah tanah ini. Dan mereka menemukan.

Bagaimana Follower tersebut dijual, bisa dengan batch. Per 1000 atau sampai 100.000. 1000 akun palsu dihargai $18. Mirip seperti bisnis online atau toko online eBay. Ada yang memberikan komentar si penjual yang baik, barangnya bagus, atau barang cepat sampai. Pertanyakan dahulu apa benar, jangan jangan komentar tersebut dibuat oleh si penjual itu sendiri. Sehingga calon pembeli lain yakin dengan komentar seakan dari orang lain, lalu akhirnya ikut membeli. Sukur sukur tidak tertipu.

Untuk Facebook sekarang tidak mudah, user memerlukan nama email. Twitter tidak sehingga lebih mudah membuat akun palsu atau dikenal sebagai Bot. Bahkan ada yang membuat software khusus, agar bisa membuat 100 ribu akun dalam waktu 5 hari. Facebook memiliki aturan satu akun satu email, Twitter dapat membuat satu orang dapat membuat banyak akun berbeda.



Jadi tidak perlu minder karena orang lain memiliki Follower banyak, atau melihat penjual lain kelihatan ramai. Patut dicurigai kalau itu hanya Fake Account alias user palsu.