Bila pernah ke luar negeri dan mampir di restoran fast food. Terkadang melihat karyawan berusia lanjut.

Pemerintah di beberapa negara meminta perusahaan untuk memberikan kesempatan bekerja bagi lansia. Bahkan beberapa perusahaan memberikan kebijaksanaan sendiri untuk menerima karyawan tanpa batas umur.

Berbeda dengan Indonesia, tidak banyak perusahaan yang memiliki perhatian bagi mereka yang sudah lanjut usia. Padahal sangat baik bagi orang tua untuk tetap bekerja. Selain mendapatkan penghasilan ala kadarnya, mereka dapat beraktivitas atau kesibukan di usia senja.

Umumnya mantan pilot pesawat militer dapat pensiun dan mengambil pekerjaan sebagai pilot pesawat komersil.

Loginov Maret 2013
Lain lagi nasib seorang mantan penerbang Soviet yang dipanggil Mr.Loginov sebagai pensiunan pilot. Dia bekerja di restoran cepat saji di Rusia, dan dia menyukai pekerjaannya. Ketika dia membaca lowongan pekerjaan, hanya tertulis membutuhkan karyawan yang cekatan, dan mampu mengirim makanan ke meja tamu dalam waktu 1 menit.

Om Loginov merasa mampu lalu mengirim lamarannya, hasilnya dia dipanggil bekerja sebagai karyawan penuh di sebuah restoran.

Pilot pembom strategis Lovinov

Lalu siapa Loginov ini. Dia seorang mantan perwira pangkat Kolonel penerbangan atau pilot pesawat tempur. Ketika berdinas di militer, dia ditempatkan di sebuah basecamp paling rahasia di Soviet. Kalau sudah rahasia artinya tugasnya sangat berbahaya.

Tugas yang sering dilakukan untuk patroli perbatasan, tetapi bukan itu reputasi yang mengagumkan tentang dirinya.

Dia salah satu pilot pesawat pembom strategis jarak jauh, dia sering diberi tugas membawa rudal nuklir jarak menengah. Ini yang menyeramkan ketika dia masih muda dan bertugas di militer.

Loginov mengatakan dia senang bisa bekerja kembali bahkan memberikan nasihat kepada orang lain. Jangan pernah putus asa atau tidak mau bekerja karena pekerjaan berbeda ketika di usia muda.

Dia merasa bekerja di restoran adalah tempat yang baik dibanding memaksakan diri untuk bekerja di kantor. Dia dapat melihat kehidupan antar keluarga dari pengunjung restoran, dan melihat orang saling berbicara tentang kehidupan. Walau dahulunya dia bertugas sebagai pesawat pembom strategis yang  mampu membinasakan satu kota.

Stanislav Petrov  September 2017
Tanggal 26 September 1983, Petrov seorang perwira Soviet menerima pesan bahwa 5 rudal nuklir telah diluncurkan Amerika Serikat menuju ke Moskow.

Petrov yang bertugas tidak melanjutkan laporan adanya peringatan serangan rudal nuklir Amerika. Alasannya dia percaya pesan tersebut adalah alarm palsu / peringatan salah.
Petrov telah meninggal di usia 77 tahun pada bulan Mei 2017 lalu. Tapi keyakinannya daat menyelamatkan manusia di dunia ketika itu.

Seorang aktivis politik Jerman Karl Schumacher adalah orang pertama yang mempublikasi berita tentang Petrov di tahun 1990an. Sayangnya berita Petrov lenyap bahkan Karl baru mengetahui kabar dia telah meninggal setelah dia menelpon ke rumah Petrov. Berita Petrov baru terungkap 10 tahun setelah kejadian.

Petrov seorang letnan kolonel ketika di usia 44 tahun dan dia bertugas di sebuah bunker penditeksi rudal di selatan kota Moskow. Sebagai pusat komando peringatan dini
Dia dikenal sebagai The Man who single-handedly saved the world fron nuclear war

Kejadian diawali pada 26 September 1983, 3 minggu setelah militer Soviet menembak jatuh pesawat Korean Airlines nomor 007
Pada tanggal tersebut sistem computer memberikan peringatan ada 5 rudal sedang menuju kota Moskow dan dia hanya memiliki waktu 20 menit untuk meluncurkan serangan balasan. Bila berita peringatan salah dikirim, di pusat komando dapat menekan tombol merah yang artinya Soviet harus mengirim serangan rudal balasan.

Petrov menceritakan ketika alarm peringatan berbunyi, dia hanya duduk beberapa detik, sementara melihat layar merah besar menyala dengan peringatan tertulis "Launch". Kisahnya diceritakan oleh BBC Rusia tahun 2013.

Dia memiliki semua data yang menyakinkan. Bila dia memberitahu tanda peringatan ke rantai komando lebih tinggi. Tidak ada yang bisa menolak kebenaran laporannya, bahwa serangan rudal nuklir sedang datang menuju Soviet

Tidak ada aturan berapa lama kita diijinkan berpikir sebelum membawa laporan serangan rudal nuklir. Kami tahu setiap penundaan dapat mengurangi waktu yang berharga "untuk serangan balasan". Tugas saya hanya mengangkat telepon langsung ke komando tertinggi.

Di hari itu Petrov sebagai satu satunya yang bertugas dengan tingkat tertinggi. Semua petugas yang diajarkan untuk memberi tahu dan mematuhi perintah. Untungnya, Petrov tidak mentaati apa peringatan tersebut, dan lebih yakin dengan analisanya.
Dia mendapat penghargaan, tetapi juga mendapat hukuman dan di pindah ke tempat tugas yang tidak sensitif.

Berita Petrov baru muncul ke publik di tahun 1990an.

Petrov pengawan serangan rudal Nuklir Soviet

Petrov memiliki alasan berbeda
Jika Amerika melakukan serangan pertama. Amerika akan mengirim lebih dari 5 rudal. Serangan pertama langsung merusak negara musuh dan bukan 5 rudal.
Faktor lain, karena sistem computer relatif baru, Letnan Kolonel Petrov masih meragukan sistem baru, dan belum sepenuhnya dapat dipercaya. Serta radar di darat gagal mengemukan bukti yang menguatkan.

Dia harus memilih, bila dibiarkan maka dapat melemahkan kemampuan Soviet melakukan serangan balasan. Bila Soviet menyerang, artinya perang dunia ke III terjadi.
Beruntung keyakinan Petrov benar.

Ketika perang dingin terjadi, ternyata sering terjadi peringatan palsu dan di picu oleh beberapa hal. Dari simulasi computer di tahun 1979, sampai latihan militer NATO 1983 setelah 2 bulan terjadinya alarm palsu di tempat Petrov.

Mungkin manusia yang masih ada di abad ke 21 akan berhutang yang luar biasa kepada Petrov.

Bagaimana rudal bisa terditeksi oleh satelit. Sistem alarm yang salah tercipta oleh kesejajaran sinar matahari yang jarang terjadi di ketinggian awan diatas utara kota Dakota. Seperti terlihat adanya peluncuran rudal balistik dari pangkalan Amerika Serikat.
+ Stanislav Petrov

Vasili Alexandrovich di tahun 1962 adalah perwira angkatan laut Soviet dimana dia memiliki 1 dari 3 suara untuk memberi perintah peluncuran terpedo nuklir ketika krisis Kuba.
Sebagai komando armada dan komando kapal selam B-59. Hanya Arkhipov yang menolak memberi wewebang kepada kapten untuk mengunakan rudal nuklir ketika sebelas kapal perusak dan kapal induk USS Randolph dari angkatan laut Amerika. Armada Amerika menditeksi adanya kapal selam Soviet tipe Foxtrot B-59 di dekat Kuba.
Meskipun kapal selam tersebut berada di perairan internasional, armada Amerika menjatuhkan bom ke kedalaman laut untuk memaksa kapal selam keluar ke permukaan.
Ketika kapal selam tersebut berada di kedalaman paling aman, kapten memutuskan untuk menyerang balik dengan rudal nuklir.
Dibutuhkan persetujuan dari 3 perwira secara bulat untuk mengunakan terpedo nuklir.

Vasili bersama pasukan berhasil kembali pulang, walau sebelumnya terjadi pertengkaran. Dari kondisi baterai yang lemah, sampai gas CO di dalam kapal selam dan panas yang menyengat akibat pendingin mengalami kerusakan.
Seorang laksamana mengatakan kepada mereka, Akan lebih baik jika anda turun dengan kapal anda.
Jendral Soviet Andrei Grechko juga memarahi, karena gagalnya awak kapal mengikuti perintah kerahasaiaan kapal selam yang dijaga ketat ketika itu. Dan terditeksi oleh angkatan laut Amerika.

Berita Vasili baru diungkap ke publik tahun 2002. Dan menceritakan kejadian sebenarnya bahwa mereka membawa terpedo nuklir ketika itu.
Di tahun yang sama Robert McNamara Menteri Pertahanan Amerika Serikat juga menyatakan. Kami sangat dekat dengan perang nuklir ketika itu. Jauh lebih dekat dari apa yang kita ketahui.
Presiden John F.Kennedy yang juga sebagai sejarawan terkenal mengatakan. Bukan perang yang paling berbahaya, tetapi perang dingin adalah momen paling berbahaya dalam sejarak manusia.

Cerita lain dari satu negara pecahan Soviet, bisa menemukan seorang supir pribadi untuk orang asing. Seorang supir diberikan pekerjakan karena kemampuannya berbahasa Inggris.
Pekerjaan sebagai supir memang berbeda dibanding keahliannya ketika negara Soviet masih berjaya. Masalah dia adalah seorang profesor bom Nuklir. Apa mau di kata, ilmu yang dimiliki sulit diterapkan setelah dia tinggal di negara pecahan Soviet. Dan sudah tidak ada lagi pekerjaan di negaranya yang kecil sebagai ahli nuklir.
Toh tetap bisa bekerja walau sebagai supir pribadi pekerja asing yang bekerja di negerinya sendiri.

Buat yang muda, mungkin sebuah nasihat yang baik. Hormatlah orang-orang yang sudah berusia lanjut. Dengan menghormati mereka dan memberi kesempatan untuk bekerja.

Terkadang pengalaman mereka yang sudah lanjut, memiliki kemampuan jauh lebih besar dari pengalaman yang muda saat ini. Seperti kolonel Loginov yang masih tetap berkarya atau Petrov yang menyelamatkan jutaan manusia.

Bila terjadi perang, bisa dibayangkan apa dampaknya dari rudal yang dibawa oleh pesawatnya atau salah perintah. Atau si profesor menjadi supir pribadi, bisa saja menjadi ahli bom nuklir bila Soviet tidak runtuh. Walau karirnya harus berakhir di belakang kemudi kendaraan.

Ketika muda, beberapa orang tersebut dapat saja membuat sejarah baru bagi dunia. Bila mereka salah, mungkin sebagian dari kita tidak ada yang melihat artikel ini.