Diawali dari transisi pabrik lama ke pabrik baru Maret 2013

Mr Liang adalah seorang pengusaha muda, baru berumur 38 tahun. Perusahaan Mr Liang, Xunrui communication membeli sparepart untuk smartphone.

Dari komponen lalu dikirim ke pabrik kecil di sekitar Shenzen Cina Selatan.

Disana tangan cekatan merakit bagian dan komponen smartphone sampai menjadi barang jadi.

Produsen smartphone tahun 2012 memiliki pangsa pasar dengan produksi 700 juta smartphone.

Tetapi merek paling akrab di China sendiri adalah Samsung dan Apple. Merek dari luar negeri menjual produknya diatas $300 lebih. Merek saja yang impor walau di produksi di China sendiri.

Berbeda dengan smartphone China , komponen diambil dari beberapa pabrik kecil. Perubahan terjadi sejak 2011, ketika pabrik procesor mulai menjual procesor smartphone Android dan dirancang agar lebih mudah diproduksi, khususnya smartphone murah.

Tentu anda sudah mengenal nama procesor murah, yaitu Mediatek.

Dengan procesor diluar produk Qualcomm, membuat harga smartphone China lebih terjangkau.

Memaksa Nokia, Apple dan Samsung memikirkan dan membuat produk lebih terjangkau. Mr Liang mengatakan produksi mereka hampir sama, perbedaan hanya pada biaya dan merek.

Merek besar smartphone di China adalah Lenovo dan Huawei.



Huawei tidak hanya memproduksi smartphone, tapi stasiun BTS juga dibuat untuk menunjung industri telekomunikasi di dalam maupun luar negeri.

Produsen papan atas untuk smartphone China bermain di kelas menengah tapi dijuala ketika itu hanya $200an. Lenovo berhasil mengambil 12% pasar ponsel penduduk Cina.



Bagaimana dengan ponsel murah buatan China, misalnya di pabrik Guo Wei salah satu merek kecil di dalam negeri China untuk smartphone

Menawarkan biaya produksi sebuah ponsel hanya $65 saja. Smartphone buatan Mr Liang boleh di bilang sangat murah. Dia memiliki pabriknya di Shenzhen.

Dulunya perusahaan Mr Liang hanya membuat peralatan telepon Fix Line dan peralatan radio, sekarang memproduksi smartphone kelas entry level (smartphone pemula dengan spesifikasi dasar)

Di dalam pabrik terdapat ruang pabrik yang sangat steril dan pekerja harus mengunakan baju biru untuk bekerja.

Dengan 5 jalur produksi, masing masing dengan 35 orang pekerja yang mampu merakit dan menyolder smartphone sebanyak 3000 unit perhari. Jumlah yang sangat kecil walau diproduksi selama 1 bulan saja hanya memproduksi 90.000 unit smartphone.

Satu jalur produksi memerlukan investasi peralatan seharga $1,6 juta kata manajer produksinya sambil memperlihatkan jalur produksi, disana terdapat peralatan pemeriksaan solder yang canggih dari Korea.

Seorang staf senior Mr Li sudah lama bekerja bekerja di perusahaan tersebut. Dia mengatakan pembuatan smartphone jauh lebih rumit dibanding telepon rumah biasa.

Si insinyur tersebut telah bergabung 17 tahun lalu di pabrik Liang, ketika bekerja di departemen perbaikan telepon.

Pabriknya sudah beralih membuat smartphone karena pasarnya sangat besar. Dan munculnya chip procesor buatan Mediatek dan Speadtrum yang murah dibanding merek Qualcomm Amerika.

Perusahaan procesor Speadtrum sendiri tahun ini mungkin sudah menjual lebih dari 100 juta unit chip procesor smartphone.

Satu chipset procesor hanya $5-10, tergantung model dan ukuran serta fitur yang ada di procesor smartphone. Mr Liang mengatakan untuk membuat sebuah smartphone membutuhkan komponen sampai $40.

Pabriknya mampu membuat 30 ribu unit perhari untuk merek Konka Mobile dan perusahaan telekom Cina Unicom. Mr Liang tidak menjual smartphone dengan merek sendiri, tapi dibuat atas pesanan perusahaan lain. Sama seperti merek internasional yang memesan smartphone sesuai spesifikasi mereka. Misalnya Apple dibuat oleh perusahan Foxcon asal Taiwan, tapi pabrik mereka berada di negara China.



Di Cina memang heboh, perusahaan telekom berani memberikan subsidi ke pembeli. Satu ponsel seharga yang sudah murah sekali sekitar $65 bisa dijual $35 dengan sistem kontrak perusahaan telekom.

China memang menjadi pasar terbesar ponsel dunia, dan terakhir digantikan negara India.

Mr Liang mengatakan ingin membuat smartphone yang terjangkau walau produk mereka tidak sebagus iPhone. Smartphone buatan Mr Liang masih kalah, contoh pada layar LCD memiliki resolusi lebih rendah, camera tidak secanggih merek besar lainnya dan baterainya kurang kuat.

Tetapi masyarakat disana bisa meneima karena pembeli belum tentu membutuhkan produk yang sempurna. Murah dan bisa dipakai memiliki pasar sendiri.

Biaya yang dipangkas oleh produsen smartphone Februari 2017

Produk China mampu memangkas harga smartphone. Sangat bersaing di antara merek produsen smartphone China sendiri.

Nama  Oneplus, Meizu, Oppo atau Vivo adalah nama baru yang muncul beberapa tahun lalu. Awalnya memproduksi smartphone untuk pasar dalam negeri China, sekarang sudah masuk di Eropa dan Amerika. Mengapa smartphone China sekarang memiliki harga lebih murah walau memiliki spesifikasi tinggi.

Padahal banyak komponen seperti procesor dibuat oleh pabrik Taiwan dan komponen memory dari Korea.
Pabrik chip TSMC adalah pabrik procesor. Memproduksi pesanan untuk Mediatek dan Huawei HiSilicon / Kirin di Taiwan.
Di Korea ada Samsung sekarang memproduksi procesor Qualcomm.
Produk memory smartphone dari Hynix Korea dan Samsung Korea.
Komponen camera high end diproduksi oleh Sony dan dibuat di Jepang.

Beberapa komponen diproduksi di negara China sendiri, tapi sebagian lainnya bukan dari perusahaan China.
Layar smartphone, Baterai, dan industri perakitan di buat di dalam negeri. Tapi komponen ini tidak memegang peran terlalu besar. Sebagai contoh, perbedaan harga layar AMOLED panel sudah sama dengan LCD. Membeli komponen dari produsen apa saja realtif sama.

Tahun 2016 lalu menjadi resolusi baru, layar AMOLED 5 inci Full HD sama seperti panel LCD, hanya $14.30 - 14.60. Produsen China lebih memiliki LCD, demikian merek lain, tapi smartphone China menjual lebih murah. Jadi total selisihnya hanya $5 antara panel LCD dan panel AMOLED bukan masalah.

Jangan jangan harga smartphone berbeda karena proses produksi tenaga kerja, coba kita lihat dibawah ini, dimana produsen membuat smartphone di berbagai negara.

Samsung - Vietnam, Korea Selatan, China, India, Brazil, Indonesia
Apple - China, mungkin India segera
Sony - China, Thailand
HTC - Taiwan
LG - China, Vietnam, India


OPPO / OnePlus / Vivo - China
Huawei - China, India
Xiaomi - China, India

Apakah biaya tenaga kerja menentukan harga smartphone ?

Negara yang memproduksi smartphone terlihat memiliki industri dengan karyawan berbiaya rendah. Jadi negara yang membuat smartphone berasal dari negara dengan biaya produksi paling murah dan bukan chip canggih.

Pabrik di China mengambil margin keuntungan lebih lebih kecil dibanding pabrik di Amerika. Tujuannya untuk mendapatkan pesanan besar / mass produk. Bila produk lebih banyak, harga jual semakin murah.

Apakah biaya pekerja menentukan harga smartphone
Tunggu dulu, lihat biaya karyawan. Seorang insinyur di China memiliki penghasilan hanya 45 juta perbulan. Separuh penghasilan Insinyur di Amerika, dan 20% lebih murah dari gaji insinyur di Jepang. penghasilan karyawan di Korea dan China mungkin mirip saja. Dibandingkan negara  Taiwan dengan gaji insinyur, kualitas kontrol, manager penjualan dan lainnya. Masih lebih murah dari gaji insinyur negara China.

Anehnya, mengapa merek HTC yang di rancang dan di produksi di Taiwan sendiri tidak mampu bersaing harga dengan produk China. Walau sebagian besar komponen ada di negara mereka sendiri. Bahkan Samsung masih mematok harga lebih mahal dibanding produk sejenis dari merek China.

Rahasia kedua ada disini.
Pabrikan China tidak membombadir dengan iklan besar. Mereka beralih ke distribusi online baik di dalam dan luar negeri.

Sebenarnya harga terakhir sudah diambil untuk keuntungan pasar retail dan saluran distribusi.
Termasuk mitra operator yang menjual bundel smartphone dan biaya penjualan online dari merek smartphone.

Lihat Oneplus setelah berhasil di pasar online, ketika mereka masuk ke toko sendiri dan mulai dijual sedikit lebih mahal.
Di Indonesia masih dapat dilihat merek smartphone terbaru muncul di iklan TV ketika di perkenalkan, tapi sangat jarang model murah tampil dibanding produk konsumen kelas menengah atas. Selebihnya promosi produk smartphone ada di media internet.

Penjualan ponsel di Amerika berbeda, dijual langsung oleh operator. Sedangkan di negara lain diberikan via online seperti Flash deal dan bekerja baik di beberapa negara.

Produsen smartphone China mulai beralih mengarap pasar baru, yaitu pasar konvensional. Mereka mulai membuka toko untuk daerah pinggiran, nah disini harga smartphone China mulai naik. Sedangkan di kota tetap dipertahankan dengan penjualan online karena masyarakat lebih memilih membeli online dengan kepastian harga.
Menawarkan harga perdana lebih murah bagi konsumen di toko online yang ditunjuk. Perusahaan smartphone memangkas biaya promosi, biaya marketing dan lainnya. Semua penjualan diserahkan ke toko online dalam kurun waktu tertentu. Tugas pabrik sementara hanya memproduksi.

Smartphone China memang murah, tapi itu dulu. Sekarang harga smartphone China mulai bergerak naik.

Sekarang China mampu memproduksi smartphone canggih, tapi mempertahankan harga lebih murah. Produsen di China mengambil komponen dari pabrik kecil dan biaya tenaga kerja lebih rendah. Strategi bisnis dan pemasaran inovasi mampu melemahkan merek yang sudah mapan. Menjauhi pasar yang diambil oleh operator telekom yang harga tidak terlalu menguntungkan. Dan bertahan melalui pemasaran online dan penjualan flash.

Nama terkenal di pasar smartphone adalah iPhone. Ketika iPhone X diperkenalkan September 2017, tampil dengan layar Notch dimana camera seperti disisipkan di atas layar, dan bagin bingkai bawah tidak lagi ditempatkan tombol fisik Home.
Tahun 2018, cukup banyak pabrikan China membuat smartphone dengan gaya layar Notch. Dari model high end, sampai model low end ikut menawarkan disain layar Notch.
Smartphone Android dengan dual camera sudah menjadi barang biasa di tahun 2018.

Mengantisipasi datangnya teknologi baru Mei 2017

Cerita kehebatan produsen ponsel China.
Semua produk mobile berasal dari procesor ARM.
Perusahaan ARM merancang disain chip procesor smartphone.

Snapdragon memodifikasi rancangan chip procesor ARM, menjadi procesor Snapdragon Kyro. Produk menyusul dipasarkan oleh produsen smartphone setelah beberapa bulan diperkenalkan.

Huawei meminta paten untuk membuat procesor dari ARM.
Tapi kehebatan perusahaan Huawei ada disini. Huawei hanya butuh waktu 8 bulan untuk merilis procesor baru, sedangkan produsen lain setidaknya memakan waktu 1 tahun.

Smartphone Huawei Mate 9 dirilis dengan grafik Mali-G71, dan sempat memegang kecepatan graphic untuk layar smartphone tercepat.
Tapi 8 bulan sebelumnya perusahaan Huawei telah merancang dan mengunakan teknologi tersebut. Sedangkan ARM baru resmi menyampaikan disain grafik ke mitra mereka pada bulan Mei 2017.

Artinya Huawei sudah mendapatkan lebih dahulu teknologi dari ARM dan memproduksi membuat prototipe chip CPU mobile yang terintegrasi dengan chip GPU Mali G71, atau Huawei hanya membutuhkan waktu 1/3 dari pabrik  chip procesor mobile lainnya.

Huawei tidak hanya membuat chip CPU mobile procesor yang dibutuhkan. Ketika perusahaan ARM mengumumkan teknologi baru, bersamaan dengan perangkat smartphone dalam bentuk jadi siap tampil dalam hitungan bulan dari Huawei.

Procesor mobile telah siap diproduksi, dan smartphone yang mengunakan chip terbaru juga telah siap untuk dipasangkan procesor terbaru.
Produk chip procesor, sampai barang jadi dalam bentuk smartphone ada di satu perusahaan.

Sementara produsen lain hanya membuat chip CPU dengan ijin ARM, lalu dijual ke produsen smartphone lain. Dan produsen smartphone baru menerima chip procesor untuk dijadikan smartphone

Hanya Samsung bermitra dengan Snapdragon untuk memproduksi chip CPU high end Snapdragon 835 di tahun 2017 dan membuat procesor smartphone sendiri seperti Exynos.
Pabrik Samsung membuat procesor Snapdrago 845 untuk Qualcomm.
Tahun 2018, pabrikan China sudah memiliki model smartphone dengan Snapragon 845.

Perusahaan Snapdragon tidak meminta procesor atau memesan ke pabrik CPU seperti TSMC. Melainkan meminta pabrik Samsung yang membuat, dan Samsung juga yang mengunakan pertama. Sisanya diberikan ke produsen smartphone lain. Setelah Samsung merilis Galaxy S9, dalam hitungan bulan merek China ikut menawarkan smartphone model high end.

Cerita penjualan.
Oneplus perusahaan berbasis di Shenzen agresif menawarkan Oneplus 3T setelah peluncuruan Oneplus 3. Dan tahun 2017 menyiapkan Oneplus 5 terbaru.
Oppo dan Vivo membangun sistem penjualan mereka sampai ke pedesaan. Jadi jangan heran bila di kota anda juga terlihat logo besar kedua perusahaan tersebut.
Sedangkan Huawei memfokus pasar di kota besar. memilih mengembangkan disain smartphone lebih awal dengan teknologi dual camera.

Masih ada lagi produsen baru, Doogee dan Maze, langsung menawarkan smartphone bezel-less alias nyaris tidak ada bingkai dan lagi lagi merek dari China.
Walau nama mereka mungkin sekarang masih terlihat baru. Tetapi siapa yang menyangka nama perusahaan tersebut akan menjadi nama raksasa dimasa mendatang.

Begitu cepatnya produk dibuat, apakah produsen smartphone China tidak menguji dahulu.
Disini keunikan merek China.
ARM mengatakan vendor China tidak melakukan pengujian secara menyeluruh. Mereka hanya melakukan pembagian dan mengantisipasi masalah agar agresif menawarkan produk dengan teknologi terbaru.

Jadi jauh hari mereka telah merancang terlebih dahulu sesuai persyaratan, seperti kekuatan dan panas pada chip sebelum tiba untuk diproduksi di pabrik mereka. Ketika chip datang, mereka sudah merancang dengan baik dan tinggal memasangnya, langsung smartphone langsung diproduksi.

Konsumen di China sendiri tumbuh dengan baik. Menikmati ponsel baru mereka dan tentunya harga murah. Berbeda dengan produk barat. iPhone butuh berbulan bulan untuk riset dan mematangkan pasar baru produk dirilis. Bahkan kepala produksi harus mundar mandir memeriksa kualitas produk iPhone yang akan dibuat di China.
Jadi iPhone hanya dinikmati di kalangan mewah atau bermerek premium di China setidaknya setahun sekali dengan iPhone baru.

Bila bercerita produsen China, Apple menyerahkan produksinya di China, karena disain pabrik China jauh lebih cepat dibanding mendisain sendiri di Amerika. Karena di China semua ada, bahkan urusan baut ditangani oleh pabrik lain dengan pengalaman yang baik.

Mengambil resiko adalah kebutuhan setiap orang termasuk perusahaan. Tidak heran bila Huawei menangkap prospek dengan menekan resiko, mereka berlatih tapi bergerak sangat cepat.

Meniru lalu menjadi inovator September 2017

Du partner manager di perusahaan Latham Watkins adalah penasihat perusahaan blue chip China. Menceritakan seperti apa teknologi China saat ini.

Produk elektronik China sudah melepas reputasi sebagai barang KW, barang tiruan, kualitas rendah, sebagai produsen barang imitasi atau meniru menjadi produk inovasi.
Dengan dukungan pemerintah, pertumbuhan PDB yang kuat, dan investasi di bidang pendidikan, prospek pengembangan produk China berubah.

Pertumbuhan negara China dipengaruhi beberapa faktor.

Pertumbuhan ekonomi mendorong ekspansi perusahaan internet. Sekarang 731 juta penduduk China adalah penguna internet, 95% mengakses web dari ponsel. Membuat perusahaan di China sendiri harus meningkatkan permintan produk dan layanan inovatif.

Tenaga kerja, beberapa tahun terakhir masuk pekerja ahli yang terlatih, baik di bidang sain dan teknologi. Angkatan kerja yang besar dan canggih membantu memenuhi permintaan untuk teknologi masa depan.

Pemerintah yang stabil, tidak pernah membuat gaduh dan membuat kebijaksanaan yang mendukung industri dan masyarakat. Chip adalah bagian utama dari kebijaksanaan industri China. Pemerintah China berinvestasi 150 miliar di bidang industri semikonduktor domestik sampai 2025. Subsidi pemerintah begitu kuat ke bidang industri ini.
China menjadi salah satu negara yang memiliki supercomputer terbanyak dan berada di pusat riset serta universitas.

Dapat dilihat dari chip Kirin dibuat oleh perusahaan Huawei dengan lisensi ARM Cortex. Huawei mengunakan sumber dari pabrik chip sendiri.
Artinya procesor Kirin mengunakan disain arsitek ARM, dan Huawei langsung memproduksi untuk procesor smartphone mereka.

China produk barang tiruan menjadi inovasi

Beberapa perusahaan China baru baru ini lebih memilih bergabung atau merger, membuat perusahaan semakin besar dan dapat bermain di pasar internasional.

WeChat, QQ, JooX, Tencent News Video adalah beberapa nama besar perusahaan teknologi.
Raksasa internet dari Baidu, Alibaba dan Tencent sudah hadir dengan membawa dana investasi keluar negeri.
Global sepertinya demikian. Tencent WeChat menyediakan sistem pembayaran online dari aplikasi chatting. Baidu membuat perluasan pasar dengan peralatan kecerdasan pintar. Dan masih banyak lagi.

Pengembangan baru adalah bioteknologi, banyak investor asing masuk mencari perusahaan yang menjanjikan di China. Sedangkan perusahaan besar China mencari perusahaan di luar negeri, agar mereka dapat berinvestasi. Bukan produk karena di China sendiri sudah memiliki pabrik sendiri. Tapi pendukung dari produk mereka di masa mendatang.

Tidak semua nyaman. Beberapa perusahaan kecil semakin kesulitan mendapatkan ijin untuk beroperasi atau memperkejakan orang diluar wilayah mereka.
Bagaimanapun kebijaksaan pemerintah China. Di China sendiri menjadi pasar tenaga kerja yang menarik, dengan tersedia insinyur kelas dunia.
Smartphone murah lirik saja merek China, bila beruntung kita mendapatkan separuh harga dengan spesifikasi hampir sama dibanding merek ternama diluar China.