Mengapa industri harus mematikan perusahan solar cell lain


News | 18 March 2013

Suntech sedang bertahan sebagai produsen panel surya, dibelakangnya sudah banyak perushaan solarcell bangkrut atau dijual. Industri panel surya membutuhkan inovasi untuk bersaing dengan bahan bakar fosil, tetapi kondisi pasar saat ini menunda masuknya teknologi baru.

Suntech sebuah perusahaan asal China dai Wuxi menjadi perusahan terbesar membuat panel surya saat ini. Kondisinya masih kurang baik, keuangan yang menipis, harus berhutang dengan investor belum lagi pinjaman ke pihak kreditor. Suntech tidak sendiri, mereka harus berjuang bertahan dipasar industri panel surya sekarang. Beijing tahu mereka tidak bisa memiliki 500 perusahaan pembuat panel surya di Cina sendiri. Tetapi mereka tidak bisa menutup, karena ribuan orang akan terkena PHK.

Mengapa pabrik industri panel surya yang lain harus dimatikan. Terlalu banyak produsen dipasar ini dan banjirnya produk ke pasar membuat harga panel terlalu murah. Dengan matinya perusahaan lain, maka perusahaan yang tersisa dapat menahan melambatnya penurunan harga panel.  Bila pasar kembali pulih, industri panel dapat membeli mesin baru dan membuat inovasi lain.

Suntech dan perusahaan panel lain akan diselamatkan oleh pemerintah setempat di Cina. Tetapi mereka harus menurunkan kapasitas produksinya, pasar kembali melemah tahun ini. Tahun lalu kebutuhan panel surya mencapai kapasitas 60-70GW, tahun ini diperkirakan hanya 30GW. Penguna solar cell sudah kenyang dengan harga murah selama 2 tahun lalu. Surplus produk membantu harga panel menurun drastis, setidaknya harga tahun 2011 sudah jatuh sampai 60% dari harga tahun sebelumnya.

Update Suntech sebagai produsen solar cell asal China dinyatakan bangkrut. Suntech dibawa oleh 8 bank kreditor untuk menyelesaikan pinjaman $541 juta.

8 tahun lalu harga kapasitas per watt dijual $4, sekarang hanya 78 sen saja. Harga murah , terlalu cepat turun, baik untuk pembeli. Tidak untuk pabrikan. Perusahaan  industri tidak memiliki dana lebih dan harus bertahan dengan biaya produksi. Tidak ada investasi mesin baru, hasilnya tidak ada inovasi dan perbaikan di teknologi panel surya.

Suntech telah bekerja sama dengan universitas New South Wales, karena mereka menemukan solar cell tertinggi yang paling efisien dalam menghasilkan listrik. Lagi lagi teknologi tersebut harus ditunda. Bila ada industri pemula bermain di pasar solar cell, mereka akan kesulitan meneruskan bisnisnya. GE telah mengembangakn sendiri panel surya dengan silikon konvensional. Tapi tahun lalu mereka menunda pembuat pabriknya sampai kondisi pasar benar benar membaik.

Informasi diatas dari kolom MIT

Berita terkait
Bila iPhone akhirnya memilih membuat produk sendiri di China. Tesla terlihat demikian. Walau tidak langsung OEM, tetapi Tesla membuat perusahaan gabungan dengan mitra lokal. Dana yang dikumpulkan juga fantastik untuk membuat pabrik mobil listrik. Membuat mobil listrik di Amerika sudah mahal, di ekpor akan dikenakan tarif yang lebih mahal bagi masyarakat.

Smartphone China model high end tapi dijual lebih murah. Ketika sebuah procesor baru diumumkan, 3 bulan Huawei merancang lebih dahulu. Ketika chip procesor tiba, di pasang ke smartphone terbaru. Tidak ada test, prototipe, dan pengujian karena sudah sesuai standar. Dari barang KW menjadi produk inovasi.



Ini cerita asli dari China, memberi gambaran perbedaan kualitas produk bearing buatan China vs Jerman. Produk dari mana yang berkualitas, dan lebih halus bekerja. Kedua bearing disebut dengan standar persenjataan atau Grade A, tapi lihat bedanya.

Ketika menonton acara bola dunia 2014, mungkin terlihat iklan perusahaan YingLi asal Tiongkok. Pabrik ini masuk bursa tahun 2007, sekarang menjadi pabrik terbesar pembuat panel surya untuk pasar global.

Sekitar 290 ribu solar panel untuk menghasilkan sumber listrik 22 ribu rumah. Menghasilkan sumber power listrik 70MW ditempatkan dilahan seluas 314 hektar atau 3x lebih luas dari kota Vatikan.

Keunikan EV ARC memiliki sistem tracking ke sumber cahaya. Alat motor dibawah panel akan ikut bergerak sesuai cahaya matahari. Sehingga pengisian baterai dengan kekuatan 22kWh akan optimal. Menurut EV ARC, peralatan mereka hanya butuh 5 menit untuk pemasangan dan ditanam di tanah

2 produsen mobil listrik baru dari Amerika adalah Tesla dan Fisker. Fisker gugur sedangkan Tesla masih berlanjut sampai sekarang. Mengapa Fisker gagal dan mendekati bangkrut. Keduanya lahir dalam waktu bersamaan, keduanya memiliki teknologi dalam mobil listrik.



Dirancang oleh arsitek Brooks + Scarpa, membuat sebuah sekolah SMA Green Dot. Sekolah yang menampung 500 pelajar tersebut dilengkapi dengan solar cell. Setidaknya dipasang 650 panel sepanjang tembok sekolah

Cree memperkenalkan lampu LED dengan disain seperti lampu Bohlam biasa. Harganya dipasar hanya $10-an dan lebih hemat listrik. Lampu Cree tersebut akan bertahan 25x lebih lama menyala dibanding lampu pijar. Dengan pemakaian sampai 4 jam perhari ( 25 ribu jam)

288 panel surya di pasang di atap dealer KIA Afrika Selatan, menghasilkan power 69kW perhari, cukup untuk 12 jam kebutuhan power listrik. Bila surplus, energi akan dipakai ke esokan hari. Dealer KIA disana menjadi dealer mobil paling ramah lingkungan.

Akan banyak pabrik solar cell kecil dan menengah tutup, hanya produsen solar cell besar akan bertahan. Satu persatu rontok kalah bersaing.

Awalnya dipasang untuk badan non profit, tetapi masih digunakan dan bekerja setelah 20 tahun dipasang.




No popular articles found.
< /body>