Informasi dari China DCCI menyebut 35% aplikasi Android diam diam mencuri data. DCCI melakukan penelitian dari 1.400 aplikasi yang ramai dipakai penguna Android. Sekitar 66.9% aplikasi melacak data pribadi, 34,5% melakukan tracking data. Pelacakan tidak terkait dengan fungsi aplikasi dan penguna tidak menyadari dari kegiatasn aplikasi melakukan hal tersebut.

Aplikasi smartphone Android umumnya memberitahukan secara resmi ketika aplikasi akan di install, seperti meminta data apa saja yang mereka ambil. Tetapi melakukan tracking ke penguna bahkan sampai membaca SMS tentunya bukan hal biasa.

Apa saja yang diambil oleh aplikasi. Histori pesan SMS, catatan telepon, informasi tentang buku alamat.

Lebih dari separuh aplikasi yang diperiksa melakukan pelacakan lokasi pemilik ponsel, 13,2% aplikasi yang melakukan pelacakan tidak terkait dengan fungsi aplikasi itu sendiri.
21,2% aplikasi memeriksa buku alamat telepon, 18,1% membaca panggilan telepon, 12% aplikasi membaca pesan SMS dan beberapa melakukan pengiriman SMS atau membuat panggilan.

Informasi diatas dilakukan oleh DCCI Cina. Belum diketahui apakah aplikasi versi diluar Cina memiliki fitur seperti hal diatas.