Foto dari Daniel Rodrigues si fotographer miskin akhirnya memenangkan hadiah pertama World Press Photo


Kategori : Digital | Date : 14 March 2013
Daniel Rodrigues adalah wartawan freelance berumur 26 tahun. Dia lulus sekolah tahun 2010 dan mulai magang di surat kabar Correio da Manha serta Global Imagens. Daniel mulai mencari pekerjaan tetap tetapi gagal, akhirny beragabung untuk sebuah organisasi Missao Dulombi bulan Maret 2012.

Dari organisasi bantuan tersebut dia dikirim ke Afrika Barat Guinea Bissau untuk melakukan rekonstruksi rumah sakit dan sekolah yang kondisinya buruk. Pada suatu hari disana, dia ikut bermain boleh dan sempat mengabadikan anak anak bermain bola. Tahun lalu dia sudah kembali ke Portugal dan kembali menganggur akibat memotong staf freelance di Global Imagens.

Tagihannya menumpuk, bahkan dia tidak memiliki uang untuk pergi sekalipun. Akhirnya camera, 3 lensa, tripod, flash dan ranselnya dijual untuk menutup kebutuhan hidup ke seorang fotographer lain bulan Oktober 2012. Daniel hanya tinggal bersama neneknya yang berumur 68 tahun, uangnya digunakan untuk angsuran mobil, sewa rumah dan membayar tagihan listrik, air dan membeli makanan.

Foto ketika dia bermain bola bersama anak anak di Afrika sempat dikirim, ternyata memenangkan kompetisi bergengsi World Press Photo 2012. Dia mendapatkan hadiah $1940 dari hasil fotonya yang menjadi juara satu kategori Daily Life. Tidak itu saja, dia dihubungi oleh Canon dan sebuah bank Banco Espírito Santo dan mendapatkan peralatan foto yang diperlukan untuk pekerjaannya sebagai jurnalis.



Dukungan secara resmi tidak hanya dari ke 2 perusahaan. Sebuah surat kabar menceritakan pengalaman Daniel dan mengabarkan bahwa si fotographer yang memenangkan juara 1 tersebut menganggur sampai harus menjual peralatan cameranya. Banyak yang menawarkan sumbangan uang. Bahkan beberapa dari fotographer malah menawarkan peralatan pribadi untuk membantu Daniel.

Sekarang Daniel sudah kembali aktif. Menenteng Canon 5D Mark III, 3 lensa , 1 lampu flash dan ransel besar. Daniel mengatakan kepada New York Times bahwa dia akan kembali ke Guinea Bissau untuk mengucapkan terima kasih kepada anak anak disana.

Dari New York Times membuat judul dengan Good Luck and Good Light

1Rob Maclennan fotografer usia 50 tahun ini niat benar mengejar foto pesawat F15 .Dia sedang naik di gunung Welsh setinggi 300 meter dan mengabadikan momen paling lucu, menurutnya dan menurut saya juga. Untuk mengabadikan pesawat jet dengan jarak cukup dekat seperti pesawat akan berbelok memang tidak mudah. 400 foto hanya 1 yang ini, peralatan camera bukan hal utama tapi momen.

Seseorang mengaku berada di daerah konflik dan bekerja di PBB serta fotografer perang. Martins berhasil membodohi media kelas dunia, karena hasil karya fotonya di daerah peperangan. BBC curiga sampai menyelidiki siapa fotografer tersebut. Tidak ada yang mengenal namanya disana, bahkan dia tidak pernah ada disana.



Kontes foto Gurushots adalah kompetisi dengan veto dari member sendiri. Banyak tema dari foto yang sederhana dapat dilombakan. Di bulan Juni satu kontes foto baru selesai dengan tema emosional, tapi pemenangnya top foto dari Indonesia dan separuh runner-up 20 teratas juga foto dari Indonesia.

Seorang produser senior untuk WWF sedang berada di Kenya. Dia bersama kru film melakukan pekerjaan dalam dokumentasi badak. Ketika pergi ke Maasai Mara taman nasional Nairobi, dia mengabadikan Greg fotografer yang salah mengambil gambar

Membekukan sebuah foto mungkin butuh kesabaran, tapi fotografer ini super sabar. 6 tahun dia menghabiskan waktu untuk sebuah foto yang sangat akurat. Alan mulai mengunjungi danau dimana dia pernah bersama kakeknya. Rata rata menghabiskan 100 hari setiap tahun, untuk menunggu sebuah burung Kingfisher tepat sebelum menyelam kedalam air. Tapi niatnya baru tercapai bertahun tahun.

Johnson Ting adalah seorang seniman dan konsep artis, membuat gambaran seperti apa sih foto dengan pasukan masa depan ala film fiksi. Untuk menciptakan foto ini dia mengandalkan Watcom Intuos Pro dan Photoshop. Hasilnya foto tentara berubah menjadi pasukan fituristik

Bedanya seperti kejadian Steffan Tronstad, sedang asik  mengabadikan sebuah rally mobil. Satu kendaraan yang sedang di bidik, ban depannya lepas.

Satu lagi pengalaman dari Per Haar. Ngakunya sih baru 3 tahun lalu belajar foto. 2 tahun pertama hanya belajar foto. Dia mengakali dengan 3 lampu flash portabel yang di remote dari camera. Per memilih peralatan sederhana untuk setup pencahayaan.



Tjoez membuat satu foto menarik dengan galaksi Bimasakti. Kali ini dibuat lebar ala panorama. Dengan camera software Lightroom 5 dan digabung dengan Photoshop.

Bisa menjadi inspirasi lengkap dengan cerita. Kemungkinan lain malah foto anda dibeli. Namanya Rosie Hardy fotographer muda yang belajar camera sejak umur 15 tahun. Fotonya dipakai Marron dan dipekerjakan oleh Elle

Namanya Brandon Stanton dia yang membuat Humans of New York. Rata rata seorang fotographer tidak ada dijalanan. Sementara Brandon tidak memiliki banyak pengetahuan teknis dan fotonya di dunia fotograpi. Tapi komposisi foto yang dibuat berbeda, bahkan menarik jutaan penguna Facebook.

Juara pertama dari Australia. Guiding Light to the Stars by Mark Gee (Australia). Menampilkan gambar galaksi Milkyway dan cahaya terang di sisi kanan dari cahaya lampu mercusuar. Ternyata kontestan yang ikut hanya 1200 orang

Negara Korea, operasi plastik adalah hal yang biasa. Dari hal kecil sampai merombak semua wajah. Kabarnya 1 dari 5 wanita dewasa di Korea melakukan perbaikan wajah dengan operasi plastik.

Majalah Smithsonian baru mengumumkan kontes foto dalam perayaan ulang tahun ke 10 majalah tersebut. Dari 37.600 foto yang diambil dari 112 negara berbeda. Foto kontes akan diberikan ke pembaca untuk melakukan voting.

Video dibawah ini menunjukan trik mengunakan otopet atau scooter. Sepeda dengan roda kecil yang harus di dorong ternyata bisa dibuat untuk aksi seperti skateboard.

Video Street performers baru masuk Youtube, dan dalam 1 hari saja sudah naik 728 ribu kali di tonton. Tertanggal 15 Maret 2013 dan data terakhir mencapai 1.4 juta kali di tonton. Iseng sih boleh, tapi jangan keterlaluan



Marty Knapp menceritakan bagaimana dia beralih menjadi seorang fotographer. Dimulai mendapatkan camera dari kakeknya, umur 25 tahun dia mulai pindah ke Amerika. Ketika 30 tahun dia mulai melepaskan dirinya dari drug dan minum, mulai menabung membeli peralatan

Namanya Sebastian Dahl seorang pencinga fotographer umur 24 tahun. Dia melakukan perjalanan dari Norwegia sampai ke Beirut. Modal nebeng saja dan baru pulang pada 15 September 2012 kemarin. Perjalanan dilakukan selama 3 bulan



No popular articles found.