News | 19 November 2023

Satelit navigasi BeiDou China digunakan penerbangan dimana letak satelit di Indonesia



2023 Nov Beidou diakui standar global penerbangan internasional
Sistem navigasi satelit Beidou telah mendapat kualifikasi internasional, memungkinkan layanan penerbangan komersil mengunakan satelit GPS dan pendamping Geidou.

Setelah tahun 2020 aktif 56 satelit.
Sistem satelit dengan sinyal lebih kuat dapat menjadi opsi atau cadangan bila terjadi gangguan sinyal satelit lain.
Beberapa satelit ditempatkan pada orbit lebih stasioner atau lebih lama berada di satu wilayah.

Satelit tidak diam, tapi memutar dengan sudut angka 8 di satu area.
Satelit lain memiliki orbit lebih rendah, dengan rotasi mengikuti orbit Bumi.

Indonesia menangkap sinyal Beidou 2 sejak tahun 2012.



Lokasi satelit Beidou di Asia Pacific

Setidaknya 4 sistem satelit global, tapi 2 untuk layanan global paling lengkap setelah GPS. Yaitu jaringan satelit Beidou dan Glonass.

Sistem Beidou telah terpasang di perangkat yang mendukung, 13 juta perangkat di tahun 2023.
60% digunakan untuk sistem transportasi.


30% perangkat selular
12% untuk pertanian.

China menghabiskan daa $69 miliar pada tahun 2022, 30% dana untuk penelitian, pengembangan dan produksi langsung sistem Beidou.

Sistem satelit Beidou lebih banyak digunakan di Asia, seperti Indonesia.
Mengingat posisi satelit memiliki orbit lebih banyak di Asia Pasifik.
Dapat dilihat posisi keberadaan posisi masing masing konstelasi satelit dibawah ini.






Generasi terbaru satelit Beidou-3

Teknologi Beidou-3 membawa akurasi jam atom, 3 satelit memiliki kemampuan mengirim waktu pulse radio.
Sistem satelit baru diperkuat dengan teknologi anti jammer. Tetapi hanya digunakan untuk militer.

2012
Kabarnya satelit China akan mencapai 33 unit di orbit, tetapi 6 yang diaktifkan di tahun 2012

Sebuah sistem satelit navigasi memerlukan 24 satelit minimal yang aktif untuk meliput area di seluruh dunia.

Pemerintah China rencananya akan menempatkan lagi 5 unit satelit geostasioner dan 30 unit non geostasioner sampai tahun 2020.

Menurut pejabat China, sistem Beidou dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan dengan satelit negara lain. Tetapi dibuat terbuka, kompatibel, kestabilan untuk seluruh dunia.

Seperti GPS yang dimiliki Amerika, awalnya telah digunakan oleh pihak militer, dan diberikan ke publik untuk pemakaian umum.

BeiDou awal peluncuruan, hanya meliputi di negara Asia saja.
Sampai bulan Desember 2012 sudah ada 2 sistem dari Beidou 1 dan Beidou 2 (aka navigasi Compass). Untuk Beiduo 2 sudah ada 16 satelit, dan 6 saja yang diaktifkan.

Sistem satelit Beidou-3 adalah generasi terbaru, pertama diluncurkan tahun Maret 2015.

2017 November, 2 satelit M1 dan M2 dikirim.  Memasuki teknologi satelit navigasi Beidou 3 (generasi ke 3) seperti model satelit navigasi pertama generasi ke 3 yang diluncurkan pada Maret 2015

2018, China berencana mengirim 9 satelit navigasi. Januari, Februari dan Maret telah mengirim 6 satelit Beidou-3.

2018 Januari, 2 satelit M7 dan M8. Model Beidou-3

2018 Februari, 2 satelit M3 dan M4



2018 Maret, 2 satelit M5 dan M6

2018 Agustus 25, 2 satelit dikirim dengan roket Long March 3B dari Sichuan. Total 12 satelit telah berada di Orbit



China menempatkan posisi berbeda. Beidou-3 adalah sistem tahap akhir.
  • Dimana seri Beidou-3 harus terdiri dari 27 satelit yang berada pada ketinggian MEO
  • 5 satelit Beidou-3G berada di posisi Geostationer- GTO.
  • 3 satelit Beidou-3 pada orbit Geosynchronous - IGSO. Dengan orbit membentuk loop angka 8. Mencakup wilayah Cina dan negara tetangga Asia - Pasifik.

Tahap pembangunan dibagi 3 fase.

BDS 1 untuk layanan China sudah selesai

BDS 2 untuk layanan Asia Pasifik selesai tahun 2012.

BDS 3 selesai pertengahan 2020.

Tahun 2018, menyusul beberapa satelit navigasi lain akan diluncurkan. Mei 2 satelit, Agustus 1 satelit, September 2 satelit, Oktober 1 satelit, November 2 satelit dan mungkin Desember 2 satelit lain.

Total 12 satelit baru menyusul berada di ruang angkasa, dengan 1 unit satelit tipe Geosynchronous G1Q dan sateu tipe IGSO7.

Satelit terakhir tahun 2020

2 satelit terakhir akan diluncurkan tahun 2020, berisi teknologi paling penting dan inti di konstelasi satelit Beidou. Termasuk performa tinggi untuk indikator, sistem terbaru, high lokasi.

Setelah era di tahun 2020 ini, menyusul teknologi satelit baru yang lebih pintar, dan dapat di akses dengan sistem terintegrasi di tahun 2034.

Bulan Februari 2020 nomor satelit 41 dan 49 Geoskinron
2 satelit terakhir untuk melengkapi konstelasi Beidou dengan nomor 50 dan 51

2 peluncuran terakhir pada Maret dan Mei 2020.
Dikirim mengunakan roket Long March 3B, satu roket tiba di pusat peluncuran Xichang pada 14 Februari 2020.
Jadwal peluncuran satelit tertunda setelah merebaknya virus Corona di China.
Akurasi satelit navigasi Beidou mencapai 5 meter untuk Asia Pasifik.


Artikel Lain

Delta dan United pegang rekor rute pesawat terjauh 13 ribu km, nonstop 15 jam 2024. Quantas test 19 ribu km nonston 19 jam penerbangan Sydney London. Maskapai Emirates Quantas Qatar Airways memiliki rute penerbangan nonstop 14000km. Rute dari Dubai dan Doha ke Auckland Selandia baru, Perth Australia ke London Inggris.

Starlink telah membuka jaringan koneksi internet untuk kendaraan bergerak. Dari kendaran seperti mobil, kapal laut dan layanan di pesawat komersil. Walau biayanya tidak murah dibanding layanan internet stasioner. Uji coba kirim SMS dan telepon langsung ke satelit dengan ponsel biasa.



Teknologi satelit navigasi dapat dinikmati dengan smartphone. Apakah smartphone dapat mengantikan sistem GPS atau penunjuk arah ketiga berkendara atau pergi ke daerah terpencil. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari smartphone untuk dijadikan alat navigasi.

Layanan pesan singkat dari ponsel Android standar ke satelit telah tersedia. Indonesia masuk area telepon satelit tahun 2024. Biaya pengiriman SMS tergantung di area penguna mendaftar. Kirim SMS dimana saja walau tidak ada sinyal.

Setelah teknologi smartphone dapat terhubung untuk mengirim SMS mengunakan sinyal satelit. Satu lagi layanan SMS satelit dari Sateliot, tahap awal satelit akan lewat 1 kali sehari. Menyusul dalam 3 tahun akan ada 256 satelit.

Berapa jumlah satelit di ruang angkasa yang mengorbit Bumi. Sampai Maret sekitar 10 ribu lebih objek satelit di ruang angkasa. Penyumbang terbesar jumlah satelit akan naik 6x lipat. Terbesar dari layanan internet satelit seperti Starlink, OneWeb, China Sat, dan Project Kuiper Amazon.

Amazon mendapat ijin satelit internet broadband. Peluncuran jaringan satelit Kuiper dalam 5 tahun, mengkontrak 3 perusahaan roket dari ESA, US dan Amazon sendiri. 3000 satelit. Menawarkan 3 ukuran antena kecepatan 100Mbps sampai 1Gbps



Teknologi 6G tidak lagi membawa jaringan selular. Tapi konekvitas ke perangkat yang membutuhkan wireless. Dari sistem IoT, industri, jaringan data selular, sampai medis. Ada yang menganggu di teknologi 6G, karena mengunakan frekuensi Thz, bukan lagi Mhz.

Satelit Bluewalker 3 untuk jaringan 5G membentang panel surya penuh, ukuran 64 meter persegi. Nanti menjadi konstelasi Bluebird, dengan total 100 satelit. Astronom mengatakan itu akan menganggu peneriman sinyal teleskop radio. Masalahnya jaringan Bluebirds digunakan untuk komunikasi 5G.

Earth Wind Map peta arus angin secara global. Memperlihatkan gerakan angin, kecepatan angin, laju arah angin dan awan hujan. Foto satelit cuaca Himawari untuk Asia, memantau kondisi cuaca di belahan Asia setiap 10 menit. Foto satelit dengan durasi 12 jam sebelumnya


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.