Maret 2013
Nampaknya Facebook sudah di jauhi oleh komunitas ramaja. Banyak remaja tergerak ke Facebook karena layanan Instagram dan SnapChat.

Kedua aplikasi tersebut lebih mudah digunakan untuk mobile phone dan keinginan mereka yang muda ingin berbagi foto. Kalagan remaja menjadikan Facebook sebagai pilihan terakhir ketika mereka bosan dengan situs jejaring lain.

Layanan lain seperti Facebook Chat yang dibuka bebas walau user tidak memiliki akun di Facebook. Juga tidak menarik seperti dahulu.

Salah satu tanggapan di dapat dari Adam Ludwin yang membuat aplikasi foto album Albumatic. Dia mewawancarai orang yang berusia dibawah 25 tahun dan mendapat jawaban dari kalangan remaja bosan dengan Facebook.

Alasan lain Facebook tidak menjadi ruang yang melayani kebutuhan remaja. Remaja tidak lagi tertarik mengekpos dirinya atau terlihat keren. Mereka mulai mencari teman yang lebih dekat untuk berbagi dan tidak sebanyak seperti Facebook sekarang. Yang mengakomodir layanan sepeti itu adalah SnapChat, ada privasi disana.

Facebook sendiri sadar bila kalangan remaja sebagai kelompok penting. Dan Facebook berupaya membuat cara lain agar member remaja tetap aktif di situs mereka. Jika Facebook tidak mampu menarik lagi bagi remaja. Nasibnya akan seperti layanan lain yang ditinggalkan. Seperti AOL Messenger, Xanga atau MySpace. Sementara layanan lain tetap hidup dan masih memiliki basis penguna.

Desember 2017
Saat ini media sosial Facebook terus memperluas ke semua sudut internet. Tetapi karyawan senior dan investor semakin vokal berbicara kerusakan dari media sosial.

Ketika menjadi wakil presiden Facebook Chamath Palihapitiya mengatakan, media sosial mengikis dasar inti orang berperilaku. Chamath  merasa bersalah bersalah, karena membuat alat yang merusak bagian dari orang bersosialisasi.



Selama berbicara di Stanford Graduate School of Business November 2017. Chamath  mengatakan, anda tidak menyadari bahwa anda telah di program.
Sekarang anda harus memutuskan kebebasan kepandaian anda. Dia sendiri menyarankan untuk meninggalkan media sosial.

Chamath bergabung di Facebook tahun 2007, bertanggung jawab atas pertumbuhan penguna Facebook.
Sekarang menjabat sebagai CEO perusahaan investasi Social Capital yang di dirikan tahun 2011.

Kritiknya tidak hanya Facebook, melainkan ekosistem online yang lebih luas.

Perkataan singkatnya. Kita mendapatkan imbalan jangka pendek. Suka (Like), diacungkan jempol, disini mengacaukan kebenaran, seperti popularitas palsu hanya untuk jangka pendek.

Tidak ada wacana sipil, tidak ada kerja sama, salah informasi, informasi tidak benar dan lainnya.

Kekhawatiran tentang media sosial sudah dirasakan tahun lalu. Ketika pemilihan presiden Amerika, dan kapasitas berita palsu yang berkembang. Sekarang berita tentang media sosial yang memberitakan pembersihan etnis Rohingya.

Kasus di India, karena berita di Whatsapp. 7 orang tidak bersalah dihukum mati. Bayangkan bila ada aktor buruk yang memanipulasi orang orang besar untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Chamath tidak alergi dengan Facebook, tapi dia berusaha untuk mengunakan sedikit mungkin. dan melarang anak anaknya mengunakan media sosial. Facebook dan media sosial lain baik, tapi perilaku orang disana yang dipertanyakan.
Orang yang tertarik dengan hal tersebut, seperti berputar di lingkaran tidak berujung.

Pemodal ventura Silicon Valley terus menyuntikan dana. Mengapa investor tidak memompa uangnya untuk perusahaan jenis ini. Mengapa mereka tidak melihat hal yang nyata. Seperti perubahan iklim dan penanggulangan penyakit bagi manusia. Chamath memang menjalankan perusahaan modal sosial dan fokus untuk pendanaan di sektor kesehatan dan pendidikan.
Bila pemodal memiliki uang sangat banyak, akan lebih baik menjadi pemodal perusahaan teknologi yang hemat. Karena banyak perusahaan teknologi yang lebih berguna untuk mendapatkan dana, setidaknya 1 dari 20 dapat berhasil.



Facebook membantah media sosial merusak masyarakat. Itu dahulu, sekarang Facebook telah berubah, dan memiliki tim agar media sosial lebih aman bagi masyarakat.