Facebook seperti lingkaran tak berujung dalam media sosial


Kategori : News | Date : 30 May 2018
Maret 2013
Nampaknya Facebook sudah di jauhi oleh komunitas ramaja. Banyak remaja tergerak ke Facebook karena layanan Instagram dan SnapChat.

Kedua aplikasi tersebut lebih mudah digunakan untuk mobile phone dan keinginan mereka yang muda ingin berbagi foto. Kalagan remaja menjadikan Facebook sebagai pilihan terakhir ketika mereka bosan dengan situs jejaring lain.

Layanan lain seperti Facebook Chat yang dibuka bebas walau user tidak memiliki akun di Facebook. Juga tidak menarik seperti dahulu.

Salah satu tanggapan di dapat dari Adam Ludwin yang membuat aplikasi foto album Albumatic. Dia mewawancarai orang yang berusia dibawah 25 tahun dan mendapat jawaban dari kalangan remaja bosan dengan Facebook.

Alasan lain Facebook tidak menjadi ruang yang melayani kebutuhan remaja. Remaja tidak lagi tertarik mengekpos dirinya atau terlihat keren. Mereka mulai mencari teman yang lebih dekat untuk berbagi dan tidak sebanyak seperti Facebook sekarang. Yang mengakomodir layanan sepeti itu adalah SnapChat, ada privasi disana.

Facebook sendiri sadar bila kalangan remaja sebagai kelompok penting. Dan Facebook berupaya membuat cara lain agar member remaja tetap aktif di situs mereka. Jika Facebook tidak mampu menarik lagi bagi remaja. Nasibnya akan seperti layanan lain yang ditinggalkan. Seperti AOL Messenger, Xanga atau MySpace. Sementara layanan lain tetap hidup dan masih memiliki basis penguna.

Desember 2017
Saat ini media sosial Facebook terus memperluas ke semua sudut internet. Tetapi karyawan senior dan investor semakin vokal berbicara kerusakan dari media sosial.

Ketika menjadi wakil presiden Facebook Chamath Palihapitiya mengatakan, media sosial mengikis dasar inti orang berperilaku. Chamath  merasa bersalah bersalah, karena membuat alat yang merusak bagian dari orang bersosialisasi.





Selama berbicara di Stanford Graduate School of Business November 2017. Chamath  mengatakan, anda tidak menyadari bahwa anda telah di program.
Sekarang anda harus memutuskan kebebasan kepandaian anda. Dia sendiri menyarankan untuk meninggalkan media sosial.

Chamath bergabung di Facebook tahun 2007, bertanggung jawab atas pertumbuhan penguna Facebook.
Sekarang menjabat sebagai CEO perusahaan investasi Social Capital yang di dirikan tahun 2011.

Kritiknya tidak hanya Facebook, melainkan ekosistem online lebih luas.

Perkataan singkatnya. Kita mendapatkan imbalan jangka pendek. Suka (Like), diacungkan jempol, disini mengacaukan kebenaran, seperti popularitas palsu hanya untuk jangka pendek.

Tidak ada wacana sipil, tidak ada kerja sama, salah informasi, informasi tidak benar dan lainnya.

Kekhawatiran tentang media sosial sudah dirasakan tahun lalu. Ketika pemilihan presiden Amerika, dan kapasitas berita palsu yang berkembang. Sekarang berita tentang media sosial yang memberitakan pembersihan etnis Rohingya.

Kasus di India, karena berita di Whatsapp. 7 orang tidak bersalah dihukum mati. Bayangkan bila ada aktor buruk yang memanipulasi orang orang besar untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Chamath tidak alergi dengan Facebook, tapi dia berusaha untuk mengunakan sedikit mungkin. dan melarang anak anaknya mengunakan media sosial. Facebook dan media sosial lain baik, tapi perilaku orang disana yang dipertanyakan.
Orang yang tertarik dengan hal tersebut, seperti berputar di lingkaran tidak berujung.

Pemodal ventura Silicon Valley terus menyuntikan dana. Mengapa investor tidak memompa uangnya untuk perusahaan jenis ini. Mengapa mereka tidak melihat hal yang nyata. Seperti perubahan iklim dan penanggulangan penyakit bagi manusia. Chamath memang menjalankan perusahaan modal sosial dan fokus untuk pendanaan di sektor kesehatan dan pendidikan.
Bila pemodal memiliki uang sangat banyak, akan lebih baik menjadi pemodal perusahaan teknologi yang hemat. Karena banyak perusahaan teknologi yang lebih berguna untuk mendapatkan dana, setidaknya 1 dari 20 dapat berhasil.

Februari 2018.
Kuartal akhir tahun 2017 lalu, Facebook kehilangan 1 juta penguna di Amerika dan Kanada. Member Facebook Amerika dan Kanada hanya 184 juta.
Tidak masalah bagi Facebook, karena menjadi media sosial nomor 1 di dunia dan tambahan dari user baru.

Mengapa orang keluar dari Facebook. Sederhana, berita palsu (Hoax), urusan dari negara lain yang masuk ke media sosial Amerika, dan konten yang muncul walau penguna tidak pernah meminta.

Alasan lain adalah waktu. User lebih memilih bergabung dengan komunitas, dan memanfaatkan waktu mereka agar lebih bermakna. Dan bukan ditawarkan dengan hal yang tidak perlu serta menghabiskan waktu. Member Facebook masih tertarik melihat foto dan komentar dari teman.
Coba lepas Facebook selama beberapa hari atau satu minggu. Maka anda akan dikirim pesan utnuk kembali melihat Facebook.
Bagi satu juta orang Amerika yang keluar dari Facebook mengatakan hal menarik. Merasa dirinya dibebaskan dan dapat melanjutkan hidup.

Facebook membantah media sosial merusak masyarakat. Itu dahulu, sekarang Facebook telah berubah, dan memiliki tim agar media sosial lebih aman bagi masyarakat.

Mei 2018
Facebook semakin populer, meningkat dalam demografi. Tapi penguna media sosial di kalangan muda lebih memiliki media sosial lain.
Sebelumnya mereka datang berbondong bondong kesana. Sekarang separuh penguna di Amerika tidak terlalu peduli dengan Twitter dan Facebook.

Survei peneliti Pew mendapatkan Facebook bukan favorit di kalangan remaja.
Instagram, Snapchat masuk daftar baru. Tapi remaja Amerika dengan rentang 13-17 tahun. Sekitar 85% memilih Youtube, 72% Instagram, dan 69% Snapchat
Dimana Facebook, 51% ada di Facebook dan Twitter lebih rendah lagi 32%.
Remaja memilih mengunakan smartphone, bahkan mencapai 95% untuk urusan media sosial.


Mengenai dampak positif dan negatif, 45% mengatakan tidak berpengaruh untuk keduanya. 31% mengatakan memberi efek positif dan 24% mengatakan ada sisi buruknya.

Cita cita ingin ngetop di media sosial tercapai. Akhir keluar setelah mengungkap semua kehidupan palsu dirinya. Setelah populer di Instagram, Carveiro modis gaya jet set, 2,6 ribu dollar berakhir hutang. Smartphone seperti lem begitu kuat melekat ditangan sebagian orang. Hindari diri kita terjebak dari kebiasaan kurang baik khususnya dari media sosial

Ingin populer, terlihat populer gitu. Bisa membeli akun Follower palsu agar terlihat banyak pengikut. Membuat Follower palsu sudah lama ada, sejak media sosial ramai dikunjungi. Stok bot di Twitter mencapai 48 juta akun palsu

Peneliti dari Princeton membuat analisa dari Facebook, kemungkinan member akan meninggalkan Facebook lebih banyak lagi. Awalnya Facebook seperti penyakit menular, terus menarik member baru. Tapi suatu saat akan kebal.



Masih di Facebook. 11 juta remaja kabarnya sudah tidak tertarik dengan Facebook dan beralih ke layanan lain. Ada beberapa alasan, yang utama adalah orang mereka atau keluarga ikutan di Facebook. Sekarang mereka pindah ke Tumblar, Twitter, Instagram dan layanan lain

Penelitian dari 3 universitas University of Birmingham, University West of England dan University of Edinburgh, menyebutkan bila terlalu sering posting foto terlalu banyak di media sosial, akan kehilangan banyak teman. Dan bukan mendorong mendapatkan teman lebih banyak.

Bagaimana dengan kalagan muda disana. Apakah mereka melihat Facebook seperti dahulu kala, ketika tidak banyak orang dewasa masuk ke Facebook.

Apa saja yang terjadi dalam setiap menit di internet. Sekitar 204 juta email dikirim setiap menit, dan 47 ribu aplikasi di download. Amazon mendapatkan penjualan $83 ribu permenit. Ada 20 juta foto dan 6 juta halaman di Facebook sedang dibuka disana.



Google baru mengupdate tampilan Google+. Cover depan dibuat lebih besar sampai 2120 x 1192 pixel dengan ratio 16:9. Sebelumnya hanya berbentuk kotak memanjang dengan resolusi rendah.

Facebook memang paling top sebagai situs jejaring. Dibelakang Facebook sudah tampil Google+, sampai akhir tahun situs Google+ lalu sudah mencapai 343 juta user. Walau jumlah user yang aktif tidak mewakili user yang terdaftar sebagai member

Facebook adalah keharusan, Google Plus untuk gaya. Mana yang lebih baik, Facebook vs Google Plus

Bisa dijadikan referensi, bagaimana kita mengetahui sebuah profile di Facebook adalah si pemilik asli, atau hanya user palsu. Tetapi tidak semua user Facebook palsu bertujuan seperti itu, ada saja yang sekedar iseng, membuat profile asal asalan atau memiliki tujuan tertentu


No popular articles found.