Galaksi cluster Abell 1758N dan Abell 1758S seperti ada jembatan


Science | 1 September 2020


Penemuan jembatan antara galaksi menjadi langkah menggoda di kalangan astronomi.

Untuk kedua kalinya, para astronom mengamati jembatan raksasa dari emisi radio antara dua gugus galaksi yang nantinya akan saling bertabrakan.

Jembatan tersebut seperti sebuah struktur raksasa terbesar yang dapat diamati, dan membawa ilmuwan selangkah lebih dekat ke tujuan fundamental: mengamati emisi langsung dari jaring kosmik, luasnya jaringan materi gelap dan gas hidrogen yang diyakini membentuk tulang punggung alam semesta.

Para ilmuwan menemukan seperti sebuah penghubung (jembatan) antara gugus galaksi Abell 1758N dan Abell 1758S.

Tim menditeksi mengunakan sinyal radio Low-Frequency Array (LOFAR), jaringan teleskop radio berbasis di Belanda.

Teleskop radio LOFAR dirancang untuk mencari emisi radio jenis ini, dimana sinyal memiliki lebih panjang pada gelombang frekuensi dan frekuensi lebih rendah daripada spektrum yang dapat diamati. Penemuan ini diterbitkan pada 22 Agustus 2020 di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Menurut Andrea Botteon, peneliti postdoctoral di Leiden Observatory di Belanda dan penulis pertama makalah tersebut.
Analisanya untuk menemukan jembatan radio dengan LOFAR adalah langkah pertama untuk menditeksi deteksi kosmik. web.

Kosmik Web atau jaringan kosmik, seperti adanya garis yang saling terhubung dari setiap klaster galaksi yang ada di alam semesta.

Bayangkan jembatan yang filamen kecil, dengan jaringan kosmik yang dibentuk dari jaring filamen yang jauh lebih besar dan membentuk seperti jaring yang saling terhubung ke semua gugus galaksi di alam semesta.

Filamen lain dalam bentuk dinding yang terbuat dari galaksi disebut  South Pole Wall.


Membentang sepanjang 1,4 miliar tahun cahaya.
Struktur South Pole Wall Struktur menjadi struktur terbesar yang diketahui.

Dan Hercules-Corona Borealis Great Wall yang panjangnya 10 miliar tahun cahaya.

Bayangkan saja, bila ada yang mampu melintas dengan kecepatan cahaya di antara gugus galaksi Abell 1758N dan Abell 1758S.
Membutuhkan waktu 6,5 juta tahun lamanya untuk melewati jembatan seperti dibawah ini.

Kedua bentangan seperti menjadi penghubung antara klaster galaksi A1758 yang masing masing terpisah antara berukuran beberapa juta tahun cahaya

Pengamatan terbaru itu muncul setelah penemuan pertama jembatan radio oleh sekelompok peneliti yang saling tumpang tindih,
Jauh lebih awal dalam proses bertabrakannya antara 2 kelompok galaksi dan penggabungan daripada dua cluster galaksi pertama, Abell 0399 dan Abell 0401.
Akibatnya, mereka jauh lebih jauh satu sama lain.

Botteon mengatakan adanya medan magnet, digabungkan dengan partikel relativistik (yang bergerak mendekati kecepatan cahaya), menciptakan jembatan plasma yang menghasilkan sinyal radio atau pemancar radio.

LOFAR memungkinkan penemuan jembatan ini dengan mengakses observasi frekuensi sangat rendah yang sebelum tidak dapat diselidiki oleh para astronom beberapa tahun yang lalu, kata Botteon. Sekarang setelah dua jembatan dapat diamati menggunakan instrumen LOFAR, Botteon dan kolaboratornya ingin mengetahui seberapa umum adanya jembatan di antara gugus galaksi dapat terbentuk.

Tahun lalu, dia mengamati pasangan ketiga dari gugus galaksi tetapi tidak memiliki jembatan atau tidak menghasilkan sinyal radio yang membentuk gambar seperti jembatan radio
Tetapi dua pasang gugus yang memiliki jembatan tersebut lebih masif dan dinamis daripada pasangan ketiganya.
Tidak jelas apakah kedua jembatan tersebut merupakan pengecualian.

"Menurut kami, dua jembatan radio yang telah dilaporkan ini berada dalam pasangan gugus galaksi yang sangat luar biasa yang pada dasarnya merupakan gugus paling masif yang dapat kita amati dengan LOFAR," katanya. “Apa yang kami lakukan sekarang adalah mengamati lebih banyak gugus galaksi di setiap fase tabrakan dan mencari emisi radio yang tersebar.” dari aktivitas kumpulan galaksi.

2 kelompok galaksi yang tertangkap oleh teleskop radio. Pada gelombang frekuensi 53Mhz dan 144Mhz akan tampak seperti ada penghubung di antara kedua galaksi yang nanti akan bertabrakan.


Abell 1758N dan Abell 1758S

Bagian dari galaksi sisi utara Abel 1758 dari teleskop Hubble dibawah ini tidak terlihat seperti bentuk yang ditangkap oleh teleskop radio.


Hanya di setiap cahaya kuning yang mewakili cahaya dari sebuah galaksi.

Abell 1758 North

Gugus galaksi Abell 1758 diketahui pada tahun 2004 memiliki jumlah 4x lebih besar berdasarkan data satelit XMM-NewTon Chandra dan data ESA.
Letaknya 3 miliar tahun cahaya dari Bumi, terdiri dari Cluster Utara dan Selatan.
Bagian utara lebih masif atau lebih besar dari sisi selatan. Dan keduanya mengalami peristiwa merger besar dengan tahapan berbeda.
Disini tidak berbicara 2 galaksi yang akan saling bertabrakan, tapi kelompok galaksi yang perlahan mendekat.

Disisi selatan unsur berat lebih berlimpah, menunjukan untuk tersebut tidak terpengaruh kuat dengan pergerakan.
Sebaliknya pasangan di sisi utara sudah terjadi lebih jauh, dimana elemen berat sangat dipengaruhi oleh gravitasi antara galaksi.

Ada bagian di sisi tengah antara dua pusat kelompok galaksi tersebut juga terjadi kelimpahan materi.

Abell 1758N dan Abell 1758S

Berita terkait
Planet ekstrasurya / exoplanet Mascara-2b jaraknya 456 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini begitu panas di bagian atmosfernya dan mengandung logam yang diuapkan karena suhu sangat tinggi. Planet MASCARA-2 b mengorbit ke sebuah bintang biru KELT-20 setiap 3,5 hari waktu Bumi. Jauh mengalahkan panas planet Merkurius

Galaksi NGC 2906 memiliki jarak 175 juta tahun cahaya dari Bumi. Keunikan galaksi ini terbentuk dengan inti berwarna kuning, atau kemerahan. Menunjukan bintang ukuran sedang dan kecil dengan usia lebih stabil. Tetapi dari tengah ke tepi galaksi terlihat berwarna kebiruan menandakan bintang muda yang sangat panas dan besar lahir disana.



Teleskop Karl G. Jansky, Very Large Array (VLA) dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) mempelajari ratusan bintang muda yang baru lahir dan terlihat dikelilingi cincin debu dan gas. Di tengah gambar yang di pelajari sebenarnya cikal bakal dari ratusan tata suya baru. Bintang baru saja lahir atau bayi bintang, dan terlihat di masa mendatang akan muncul planet

Galaksi ARP 203 adalah nama dari interaksi 2 galaksi NGC 6285 dan NGC 6286. Keduanya hanya berjarak 130 ribu tahun cahaya, atau dipisahkan selebar galaksi Bima Sakti. Dan kedua galaksi sedang tarik menarik, tapi yang terlihat ada jembatan debu gas yang keluar dari galaksi.

Foto galaksi Triangulum dengan tabel urutan Messier 33 dibuat oleh Andre van der Hoeven bersama Michael van Doorn. Teleskop Hubble membuat foto galaksi Triangulum dengan resolusi tinggi. Ditemukan 2 cluster bintang baru. Galaksi ini masuk local group bersama Andromeda terbesar dan Milk Way dan ketiga Messier 33 sebagai galaksi terdekat. Mau tahu dimana letaknya.

Penemuan ruang angkasa kadang tidak terduga. Peneli Jepang menemukan galaksi purba yang selama ini tidak terlihat. Teleksop Hubble tidak melihat. Sampai data dari teleskop Spitzer menampilkan data aneh. Peneliti melihat ulang dengan teleskop besar di bumi. Ditemukan galaksi purba baru berusia 2 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta.

El Gordo memiliki nama resmi SPT0615-JD. Disebut juga sebagai The Fat One, salah satu cluster atau gugus kumpulan galaksi terbesar yang pernah ditemukan. Terbentuknya SPT0615-JD akibat 2 gugus galaksi yang dahulunya terpisah dan bergerak saling mendekat dan menjadi satu gugus galaksi baru.



Westerlund 2 adalah kelompok bintang yang kompak, saling berdekatan dan jumlahnya mencapai 3000 bintang. Rata rata bintang disana memiliki usia sangat muda, antara 1-2 juta tahun. Sebagian besar adalah bintang dengan cahaya sangat panas, paling terang. sampai paling ukurannya paling masif. WR20a menjadi bintang biner terbesar yang diketahui sampai 2007.

Pertama ditemukan galaksi spiral tertua di alam semesta. Galaksi A1689B11, benda ini terlihat begitu jauh dengan usia 11 miliar tahun. \Kita lihat kembali berapa usia alam semesta kita ini setelah terjadi Big Bang.




No popular articles found.