Matahari terbenam di planet lain digambarkan ilmuwan Nasa


Science | 24 June 2020


Ketika matahari terbit kita melihat cahaya matahari kuning, dan terang di siang hari. Dan melihat cahaya ke biruan serta kuning ketika matahari terbenam

Bagaimana dengan langit di planet lain, seandainya anda tinggal disana. Apakah cahayanya sama seperti di Bumi. Pertanyaan menarik yang digambarkan oleh ilmuwan Nasa. Bila disana akan berbeda sama sekali dibanding planet Bumi.

Geronimo Villanueva, seorang ilmuwan planet dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, menciptakan simulator matahari terbenam.

Yang menunjukkan seperti apa jam ajaib dari dunia Mars yang berdebu, atau bagaimana pandangan yang lebih dekat tentang matahari akan muncul di Venus membuat cahaya disana sangat teraang.

Simulasi yang dihasilkan membawa kita pada perjalanan yang indah bila suatu hari membayangkan dapat keluar dari planet Bumi, menampilkan beragam warna langit di planet lain yang berbeda dibanding di Bumi.

Villanueva menunjukkan seperti apa Bumi, Mars, Venus, Uranus, dan Titan, bulan terbesar Saturnus, berpaling dari cahaya Matahari dan kecerahan bintang memudar di kejauhan. Dan satu planet Trappist sebagai simulasi langit bila manusia melihat langit disana.

Matahari terbenam terlihat berbeda di setiap planet sebagai hasil dari sinar matahari termasuk berinteraksi dengan atmosfer planet.

Sinar matahari membias molekul yang ditemukan di atmosfer.

Proses hamburan ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh, kebetulan lebih efektif pada panjang gelombang lebih pendek.
Kadang dapat terlihat di tepi dengan ujung biru dalam spektrum warna

Cahaya yang tersebar ke Bumi sebagian besar di dominasi oleh warna biru seperti di siang hari



Simulasi juga menunjukkan perbedaan warna langit saat matahari terbenam di Bumi pada hari langit yang cerah dan biasa.

Sedangkan di planet Uranus, sinar matahari berinteraksi dengan molekul hidrogen, helium, dan metana yang ditemukan di atmosfer planet.
Disana lebih banyak menyerap bagian panjang gelombang warna merah yang lebih panjang dari cahaya.
Apa yang dilihat ketika matahari terbenam di Uranus di dominasi warna biru bahkan terlihat biru tua dengan warna pirus, menurut NASA.

Di sisi lain, matahari terbenam di Mars berubah menjadi warna kecoklatan lalu warna kebiruan. Akibat dari debu di atmosfer Mars yang menyebarkan warna biru lebih kuat.

Bentuk matahari terbenam juga terlihat berbeda, planet yang lebih jauh dari Bumih akan terlihat titik putih mewakili posisi Matahari.

Melihat matahari seperti apa di planet lain

Villanueva menciptakan simulator matahari terbenam untuk mengembangkan alat yang mungkinkan misi di masa depan.
Dengan mempelajari atmosfer Uranus sebagai contoh.

Ketika di planet Venus, gambaran yang diberikan dengan kekuatan cahaya matahari hanya berwarna coklat saja. Lalu langit akan menghitam setelah matahari mulai terbenam.

Alat pemodelan computer bertujuan untuk membantu para ilmuwan memperkirakan pengukuran cahaya pada dunia lain dengan mengungkapkan susunan kimiawi dari atmosfer di setiap planet..

Tahun 2014, para ilmuwan yang bekerja dengan data dari misi Cassini NASA membuat gambar seperti apa matahari terbenam di sebuah bulan yang dinamai Titan sebagai salah satu bulan di planet Saturnus, dikaburkan oleh kabut dan kabut asap yang mengelilingi bulan berbeda dibanding bulan di Bumi.

Dibawah ini simulasi video yang dapat kita lihat. Bahwa langit akan benar benar berbeda ketika tinggal di luar Bumi.


Berita terkait
Teleskop eROSITA khusus untuk memetakan ruang angkasa dari radiasi sinar X-ray. Menunjukan isi galaksi Bima Sakti sebagian besar aktif. Di bagian tengah galaksi terlihat banyak debu dan gas, beberapa aktivitas radiasi tinggi juga ditemukan seperti bintang magnestar, bintang biner dan nebula.

Dimana tempat paling sepi di bumi. Bahkan manusia amat sangat jarang tinggal disana. Masih ada bahkan separuh bumi relatif masih kodong. Hanya saja daerah tersebut ada di wilayah gurun dan tundra serta wilayah iklim dingin. Indonesia hanya tersisa di Kalimantan dan Irian Jaya



Nebula RCW 36 atau Gum 20 sebuah kumpulan debu dan gas terakumulasi di satu tempat. Memiliki area yang dinamai H II atau kaya akan gas hidrogen. Badan antariksa Eropa mengabadikan bentuk dari nebula RCW 36 mengunakan FORS. Serta 2 teleskop lain X-Ray Chandra dan Spitzer, terlihat beberapa bintang muncul.

Dari 7000 bintang katai putih sebagai bekas bintang hancur. Peneliti melihat hanya jejak puing seperti sisa asteroid. Tapi di bintang WD J0914 + 1914 ditemukan sebuah planet. Sebuah planet yang bertahan dari kehancuran sebuah bintang. Walau keduanya sudah tidak harmoni lagi, menjadi petunjuk ketika bintang meledak dan mati. Masih memungkinkan planet dapat bertahan.

Beberapt tahun ini dibangun beberapa teleskop radio. Tapi bukan mencari sinyal alien, melainkan mendapatkan adanya sinyal frekuensi 21cm. Yang berasal dari sinyal sebelum pembentukan galaksi pertama, sinyal bersumber dari 13 miliar tahun lalu jauhnya dari Bumi. Mendapatkan sinyal dari bintang generasi pertama dimana benda Black Hole sebagai materi padat belum ada di awal alam semesta. Lalu untuk apa

Planet 51 Pegasi b penemuan planet yang mengorbit ke sebuah bintang seukuran matahari. Planet hanya memiliki waktu mengitari bintang induk dalam 4 hari saja. Keunikan planet, posisi sebagai planet ukuran gas, memiliki posisi paling depan atau dekat ke bintang.

Sebuah bintang pulsar bergerak dengan kecepatan 1100 km perdetik. Bagaimana bintang pulsar tersebut dapat berpindah di galaksi Bima Sakti. Dan mendorong bintang pulsar tersebut sampai keluar dari tempatnya berasal akibat sebuah supernova. Jejak bintang pulsar dapat dipelajari dengan teleskop Fermi.



Update dugaan planet X ditemukan, diberi nama VG18, memiliki orbit ekstrem dan masuk dengan orbit Trans Neptunus. Planet RR245 orbit 700 tahun dan UZ224. Benda yang melintang ke atas Drac dan Niku Berapa jumlah planet di tata surya kita.Untuk ukuran planet besar, setidaknya ada 9 planet. Tapi total tidak jelas ada berapa planet yang mengorbit ke di tata surya kita, mungkin nanti menjadi 17 atau 18 planet.

Kami tidak tahu apakah ada orang yang melihat secara langsung ketika terjadi ledakan yang sangat terang tersebut. Sumber cahaya GRB 080319B berasal dari benda yang jauhnya 7,5 miliar tahun cahaya. Atau ledakan yang tercatat tersebut di tahun 2008 berasal dari ledakan 7,5 miliar tahun lalu.

Astronomi mengidentifikasi puluhan bintang tipe OB baru di area Cygnos OB2. Penemuan ini meningkatkan populasi bintang muda yang masif (ukuran raksasa). Letak Cygnus OB2 berada 4700 tahun cahaya dari BumiMenjadi salah satu daerah pembentukan bintang paling kuat di komplek Cygnus.




No popular articles found.
< /body>