Teleskop eROSITA petakan cahaya X-ray Bima sakti di ruang angkasa


Science | 23 June 2020


11 Juni 2020
Teleskop telah menyelesaikan misi untuk memetakan seluruh galaksi kita dalam bentuk cahaya X-ray.

Gambar yang didapat dibawah ini adalah radiasi sinyar X di ruang angkasa. Teleskop yang ditempatkan di ruang angkasa dan pengambilan gambar membutuhkan durasi selama 182 hari dengan pengamatan di satu area selama 120-200 detik.

Data yang diambil terdiri dari
Merah Energi rendah 0,3 - 0,6 KeV kiloelectronvolt.
Hijau 0,6 - 1 KeV
Biru 1 - 2,4 KeV

Debu padat dan gas di pusat galaksi kita Bima Sakti terlihat jelas dengan warna garis biru.
Daerah hijua juga terlihat di wilayah pusat, mewakili gas panas yang tersapi oleh energi yang kuat seperti Supernova.

Gelembung kuning dibagian atas dan awah menunjukan cerobong radiasi X-ray raksasa yang dipompakan ke luar tepian kutub galaksi.
Hal tersebut bisa saja menjadi bukti adanya aktivitas di masa lalu, ketika intensitas lubang hitam yang aktif.

Semburan merah dari gambar adalah gelembung gas panas yang menyebar lebihd ekat ke tata surya dapat diamati oleh teleskop eRosita.

Binting binting cerah adalah jejak noda adanya radiasi Xray seperti QUasar dan inti galaksi aktif lain.



Beberapa titik lain menunjukan adanya aktivitas seperti bintang magnet atau Magnestar, sistem bintang biner dan sisa dari ledakan bintang supernova.

eRosita telah menangkap 1 juta sumber radiasi cahaya X-ray, 2 kali lebih besar jumlahnya dari yang pernah ditemukan oleh para astronom sebelumnya.

Click gambar untuk zoom

Teleskop eROSITA petakan cahaya X-ray Bima sakti di ruang angkasa

Misi pertama eROSITA mulai mengambil gambar pertama 17 Oktober 2019, dan survei langit pertama selesai pada 11 Juni 2020 selesai dibuat.

Pekerjaan eRosita masih berlanjut, sekarang sudah melakukan survei kedua, diperkirakan akan selesai dalam waktu 3,5 tahun kedepan.
Untuk membuat 7 peta lain seperti idbawah ini.
Nantinya peta kosmos eROSITA akan digabung seakan astronom dapat melihat ke bagian lebih dalam.

Tentang teleskop eROSITA X-ray atau teleskop Spektr-RG
Teleskop Xray eROSITA adalah instrumen pengamat sinar-X dibangun Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics (MPE) Jerman.
Bagian teleskop ruang angkasa Rusia-Jerman Spektr-RG, yang juga membawa teleskop Rusia ART-XC.

Diluncurkan oleh Roscosmos pada 13 Juli 2019 dari Baikonur. Teleskop ditempatkan pada orbit sangat jauh, melewati orbit Bulan ke Bumi.

Teleskop Spektr-RG membawa 2 instrumen.

Instrumen utama disebut eROSITA dengan bobot 810kg dibuat oleh Max Planck Institute, memetakan gelombang menengah X-ray sampai 10keV.
Menditeksi cluster galaksi dan meneliti inti galaksi yang aktif.

Peralatan kedua disebut ART-XC dibuat oleh IKI dengan bobot 350kg, atau teleskop X-Ray.

Rancangan ulang tahun 2005, konstruksi selesai 2016, pertengahan 2018 dilakukan uji coba dan diluncurkan 13 Juli 2019.

eROSITA memetakan seluruh langit gelombang sinar-X selama periode 7 tahun.



EROSITA all-sky survey (eRASS) adalah gambar pertama dari seluruh langit dalam spektrum 2-10 keV.

Dalam band 0,3-2 keV, diharapkan kekuatannya 25 kali lebih sensitif daripada misi ROSAT tahun 1990-an, dan secara efektif akan menggantikannya teleskop lama tersebut.

eROSITA diperkirakan telah mendeteksi 100.000 gugus galaksi, 3 juta inti galaksi aktif dan 700.000 bintang di Bima Sakti.
Tujuan sains utama adalah mengukur energi gelap / dark matter melalui struktur dan sejarah alam semesta yang dilacak dengan pengamatan kumpulan kluster galaksi.

Teleskop tersebut terdiri dari tujuh modul cermin tipe Wolter yang identik dengan 54 cermin berlapis emas.

Cermin diatur untuk mengumpulkan foton sinar-X berenergi tinggi dan mengarahkan ke kamera sensitif eROSITA X-ray.
Kamera juga dibuat khusus di MPE, dengan CCD X-ray dibuat dari bahan silikon dengan kemurnian tinggi.
Untuk kinerja optimal, kamera harus didinginkan hingga ?90 ° C

Berita terkait
Bila melihat cahaya matahari di Bumi, apakah sama seperti di planet lain. Cahaya matahari berinteraksi dengan molekul di setiap planet. Di Bumi cahaya biru akan mendominasi di siang hari, dan kuning serta biru lain ketika matahari terbenam. Apakah yang dilihat di planet lain sama.

Dimana tempat paling sepi di bumi. Bahkan manusia amat sangat jarang tinggal disana. Masih ada bahkan separuh bumi relatif masih kodong. Hanya saja daerah tersebut ada di wilayah gurun dan tundra serta wilayah iklim dingin. Indonesia hanya tersisa di Kalimantan dan Irian Jaya



Teleksop Speculoos milik ESO mengunakan lengan robot. Bertugas untuk mengamati planet yang mungkin ada di sekitar bintang katai coklat. Observasi baru tersebut awalnya bekerja akhir 2017, dan test pertama tahun 2019. Setelah data observasi, akan dilanjutkan dengan teleskop lebih besar ELT

Teleskop terbesar dunia pada 10 tahun mendatang akan dinamai European Extremely Large Telescope (E-ELT). Dibangun di Chile, dan membutuhkan waktu pembangunan selama 10 tahun. Konstruksi E-ELT sudah dikonfirmasi pada Juni 2012, dimulai 2017 selesai 2024. Sebesar apa ukurannya ketika jadi nanti

Ketika berbicara antariksa, gambar bintang, galaksi tentu diabadikan oleh teleskop. Salah satu tempat observasi paling berjasa di dunia astronomi adalah VLT / Very Large Telescope. Pengamatan VLT tidak hanya melihat galaksi yang jauh. Tapi benda yang ada disekitar galaksi kita sampai bintang.

Tahun 1996 teleskop Hubble diminta untuk mengarahkan ke satu arah yang kosong. Ruang kosong tersebut ukurannya sangat kecil, apa benar disana memang kosong. Film terbaru dengan penemuan teleskop Hubble. Yang dilihat kosong di ruang angkasa ternyata ada isinya. Ini cerita setelah teleskop Hubble pensiun

Teori Newton tidak berlaku di dunia Kosmos, ketika cahaya tidak memiliki massa dapat berbelok. Disini teori Einstein dengan antariksa mulai terungkap dengan penemuan saat ini. Dahulu masih terbatas teori, sekarang menjadi kenyataan. Gravitasi mampu membelokan cahaya sampai gravitasi bisa bergerak seperti kekuatan gelombang



Teleskop baru Next Generation Transit Survey atau NGTS siap bekerja di tempat observasi Paranal utara Chile. Terdapat 12 teleskop tapi bentuknya tidak seperti teleskop biasa. Terdiri dari 12 teleskop yang dipasang bekerja dengan sistem robot secara otomatis.

Jangan tanya dengan camera dengan sensor terbesar yang satu ini. Dimiliki oleh teleskop SLAC National Accelerator Laboratory dan sedang dibangun di Chile

Ilmuan mengunakan Wide Field camera 3 untuk mempelajari panjang gelombang inframerah dan mencari tanda tanda adanya air. Bagaimana ilmuwan mengetahui apakah planet seperti bumi dengan ukuran memiliki air, gas CO, metana bahkan ukurannya




No popular articles found.
< /body>