Pesawat MEV dapat mengaktifkan satelit tidak terpakai di ruang angkasa


Technology | 19 June 2020

Teknologi baru dapat membantu mengaktifkan kembali satelit yang sudah tidak bekerja.

Awal tahun 2020, Mission Extension Vehicle (MEV), sebuah pesawat luar angkasa yang dikelola badan antariksa NASA dan perusahaan Northrop Grumman.

Mengirim pesawat mendekati satelit tua yang sudah tidak aktif dengan perangkat MEV untuk menghidupkan kembali sebuah satelit dari orbitnya.
Menghidupkan kembali satelit menjadi langkah kunci dalam memperpanjang usia objek yang mengorbit di ruang angkasa, disusul memperbaiki satelit kedua nantinya dapat memperpanjang masa pakai satelit di akhir musim panas 2020.

Sebagian besar satelit yang ditempatkan di orbit geosinkron (GEO) pada ketinggian 35.786 km dari permukaan Bumi. Umur satelit rata rata dirancang untuk bekerja 15 tahun.
Ketika diluncurkan, setiap satelit membawa bahan bakar yang cukup untuk beroperasi dalam kurun waktu tersebut.

Pada akhir masa pakai, aturan satelit yang sudah kehabisan bahan bakar harus memasuki area orbit kuburan satelit yang diamanatkan Pedoman Mitigasi 2002 yang dikeluarkan oleh Komite Koordinasi Puing Antariksa Antar-Lembaga Antariksa (IADC).

Area ketinggian orbit Graveyard (tempat sampah) terdiri dari jalur dibawah 300 kilometer wilayah geosinkron 35.786 km.
Memberikan ruang bagi satelit yang sudah kekurangan bahan bakar untuk mempertahankan orbitnya, akan diturunkan ke area ketinggian dari tempat orbit awal.
Dan masa pakai yang sudah selesai, disebut sebagai satelit zombie untuk mendapatkan orbitnya bertahan secara bertahap turun akibat gravitasi matahari dan bulan.

Menariknya satelit yang telah kehabisan bahan bakar, sebagian besar satelit sepenuhnya berfungsi.
Tentu saja ada yang tidak berfungsi "Degradasi teknis - habisnya bahan bakar setelah bekerja 15 tahun sangat marjinal" kata Joe Anderson, wakil presiden pengembangan bisnis dan operasi di SpaceLogistics, anak perusahaan dari Northrop Grumman.

Tetapi Anerson mengatakan satelit masih dapat berfungsi setidaknya menyediakan layanan berharga selama hampir 30 tahun dari usia pakai satelit.



Satelit yang tidak aktif tersebut dilacak oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, dengan mengikuti posisi satelit mengunakan sinyal radio.

Menurut McDowell, penulis Jonathan's Space Report, memiliki katalog dari daftar satelit yang ada di orbit ruang angkasa.
Setidaknya ada 915 objek dalam rentang jarak 200 km dari orbit GEO, sehingga posisi satelit masih memiliki banyak ruang untuk saling menghindari.

Ada 365 zombie yang sistemnya mengalami kegagalan fungsi, kurang perencanaan atau habis masa pakai
Dan satelit ditempatkan tidak mengikuti pedoman IADC.

Sebaliknya, wilayah parkir satelit yang tidak aktif, hanya berisi 283 satelit di ruang angkasa.
Satelit mati yang tidak diparkir di tempat yang disepakati dapat menyebabkan tabrakan (dan karenanya lebih banyak puing) yang dapat merusak pesawat ruang angkasa aktif saat ini.

Pesawat ruang angkasa MEV-1 dirancang untuk berinteraksi dengan satelit sekali pakai seperti satelit milik Intelsat.

MEV-1 dapat menangkap sebuah satelit yang posisinya sudah diturunkan dari orbitnya. Memasukan bahan bakar baru ke satelit.
Menjadikan Intelsat kembali bekerja pada awal April 2020.

Pesawat MEV-1 akan tetap terhubung dengan Intelsat selama lima tahun setelah terkoneksi, kemudian mengembalikannya lagi ke posisi orbit di area zombie.
MEV-1 kemudian akan berpindah ke satelit berikutnya untuk kembali menghidupkan satelit lain.

Rancangan MEV-1 hanyalah awal. Anderson mengatakan MEV-2 (satelit servis kedua) akan diluncurkan akhir musim panas 2020.
Dan akan ditempatkan di posisi orbit geostasioner.

Tugasnya sama untuk memperpanjang masa pakai satelit Intelsat kedua selama lima tahun tambahan.

Northrup Grumman berencana untuk menempatkan 2 MEV di ruang angkasa, tetapi Anderson mengharapkan mereka untuk digunakan sepanjang 15 tahun lebih hidup mereka. Perusahaan Northrup juga mengembangkan Mission Extension Pods, perangkat augmentasi propulsi yang lebih kecil yang dipasang pada satelit pelanggan untuk memberikan dorongan orbital, sehingga satelit dapat beroperasi kembali untuk misi baru selama enam tahun. Pod pertama akan diluncurkan pada 2023, kata Anderson.

Sementara Northrup Grumman menyebut misi pengisian bahan bakar dan perbaikan dengan peralatan MEV sebagai bonus bagi perusahaan.

McDowell melihatnya sebagai cara yang baik untuk menyelesaikan masalah puing di antariksa yang terus meningkat dan koleksi benda buatan manusia yang bertebaran di ruang angkasa



Pesawat ruang angkasa seperti MEV juga berpotensi memindahkan satelit yang tidak berfungsi dari orbit GEO ke tempat awal.

Meskipun nantinya akan muncul masalah peraturan dan hukum mengenai siapa yang memiliki hak untuk mengangkut sampah orang lain.
Di ruang angkasa saja masih diatur, siapa yang harus mengirim dan membuang sampah. Setidaknya pesawat MEV bertugas untuk memindahkan satelit yang diminta oleh pemiliknya




Kembali ke rancangan MEV
Ide membuat pesawat ruang angkasa MEV sudah lama dibuat.
Pertama adalah perusahaan ViviSat sebagai perancang pertama tapi tutup. Dan teknologinya dialihkan ke perusahaan ATK.
Dan proyek yang diambil ATK kembali dialihkan ke Nortrop Grumman tahun 2018 dan masih berlanjut sampai menjadi produk MEV ini.

Pesawat MEV-1 diluncurkan 9 Oktober 2019. Baru berhasil bertemu dengan satelit Intelsat-901 25 Februari 2020. Menemukan satelit yang sudah tidak bekerja memang tidak semudah mencari barang di Bumi. Membutuhkan waktu berbulan bulan.
Satelit Intelsat-901 telah kembali beroperasi pada 2 April 2020, diperkirakan satelit tersebut dapat bekerja sampai tahun 2025.

Pesawat MEV-2 rencana diluncurkan tahun 2020 dengan roket Ariane untuk mengaktifkan dan memindahkan satelit Intelsat-1002.

Berita terkait
Skysat layanan satelit milik perusahaan Planet. Tahun ini diperkirakan selesai meluncurkan satelit bersama SpaceX. Membuat pengambilan gambar permukaan bumi sampai 12x sehari, atau di semua wilayah 7x sehari. Resolusi gambar permukaan bumi yang sangat tajam mencapai 50cm

Satelit cuaca GOES-16 dan GOES-17 mampu mengambil gambar setiap 30 detik. 2 satelit cuaca memantau secara realtime petir di permukaan Bumi, meningkatkan peringatan dini dengan badai dan tornado dan kondisi cuaca lainnya.



Dari ketinggian 34 ribu km, disana terdapat satelit cuaca Himawari-8. Mengambil gambar untuk peringatan cuaca, seperti topan yang berada di Asia dengan resolusi tinggi 5500x5500 pixel. Keunggulan satelit Himawari dapat mengambil foto setiap 10 menit, atau rata rata sehari mengirim gambar cuaca 144 gambar

4 Oktober 2015, satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dari satelit Terra milik Nasa menangkap gambar arus asap di pulau Sumatra Selatan. Satelit Terra dapat memantau arah arus asap dengan pencitraan satelit.

Boeing membuat satelit ABS-3A dengan bahan listrik. Satelit komunikasi dengan berat 2 ton memberikan sinyal frekuensi C dan Ku-band di daerah Amerika Selatan, Timur Tengah dan Afrika. Berbeda dengan teknologi satelit generasi sebelumnya memerlukan tangki bahan bakar ukuran besar

Satelit mata mata Tiongkok Gaofen-2 adalah satelit pencitraan gambar paling canggih. Memiliki resolusi 80cm perpixel. Xinhua melaporkan satelit tersebut dapat mengambil gambar zebra cross di jalan. Satelit Cheos adalah singkatan China Earth Observation System. Rencananya akan dibuat 5 satelit jenis ini




No popular articles found.
< /body>