Teknologi Ground Penetrating Radar membuat peta dibawah tanah tanpa mengali


Technology | 17 June 2020

Para arkeolog memetakan kota Romawi kuno tanpa menggali

Untuk pertama kali, para arkeolog telah memetakan sebuah kota Romawi kuno tanpa menggali menggunakan teknologi ground-penetrating radar (GPR).

Teknik ini tidak akan merusak peninggalan yang sedang diteliti saja, tetapi mengungkapkan detail yang tidak dapat ditemukan dengan penggalian tradisional biasa

Tim arkeolog Universitas Cambridge dan Ghent menggunakan teknik GPR untuk memindai area kuno Falerii Novi, sekitar 45 km utara kota Roma.

Peralatan tersebut menemukan sebuah peta kota Romawi kuno yang didirikan pada 241 sebelum Masehi
Dan ditingalkan oleh masyarakat kuno ketika itu pada tahun 700 Masehi.

Melihat kota kecil tersebut, sekilas hanya sangat sedikit reruntuhan yang tampak di permukaan tanah sekaligus dan tidak ada hutan atau konstruksi di atas reruntuhan yang terkubur lebih dari 20 abad

Akhirnya, situs seluas 75 hektar tersebut dapat tampak luar biasa besar, jadi meskipun diizinkan, penggalian akan menjadi tugas besar.

Kota kecil Falerii Novi adalah kandidat yang ideal peneliti melakukan uji coba teknik radar yang dapat menembus tanah.

Tim itu menarik sebuah rig khusus di belakang kendaraan ATV 4 roda, melakukan pindaian / scanning di setiap 15 cm atau lebih.
Unit GPR menembakkan pulsa elektromagnetik ke tanah, sehingga dapat mendeteksi bentuk dan kedalaman struktur bawah permukaan.



Ground Penetrating Radar

Tidak hanya gambar 2 dimensi, tetapi dalam bentuk 3D yang dapat digunakan para arkeolog untuk membuat peta tanpa perlu mengali.

Tim mengumpulkan sekitar 28 miliar titik data, yang mereka gunakan untuk membuat peta 2D dan 3D.

Meskipun peta bersifat sementara, mereka sudah mengungkapkan detail yang tidak diketahui tentang kota dibawah tanah tersebut.
Tim juga menemukan sebuah monumen dari jenis yang tidak dikenal yang mungkin terikat kultur atau budaya di wilayah tersebut.
Serta beberapa tempat yang tampak seperti rumah mandi, pasar, tempat pertemuan, toko-toko dan kuil kuno

Skala pemindaian dapat mengungkapkan bagaimana kota dahulunya bekerja secara keseluruhan.

Tim juga menemukan rute pinggiran di sekitar kota dengan kuil atau bangunan keagamaan lainnya, menunjukkan kota Falerii Novi tidak menggunakan tata ruang desain khas seperti kota-kota seperti Pompeii. Banyak fitur arsitektur utamanya, seperti tempat pertemuan dan pasar, juga lebih rumit secara arsitektur daripada yang terlihat di kota-kota kuno lain.

Penulis Profesor Martin Millet dari Universitas Cambridge. "Kami masih harus banyak belajar tentang kehidupan perkotaan Romawi dan teknologi ini harus membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa dekade mendatang."

Peta kota kuno Faleri Novi

Siapa tahu tim Cambridge ini tertarik melakukan evaluasi peninggalan purbakala di Indonesia.
Sepertinya masih banyak lagi peninggalan kuno yang akan di dapat dari sejarah budaya Indonesia yang belum terkungkap.

Berita terkait
Video dramatis ini memperlihatkan tur safari di Afrika Selatan. Pemandu hutan ini cukup berterika dan mengangkat tangan untuk menghentikan si gajah. Dan gajah berhenti diam lalu mundur.

Topher White seorang insinyur dari San Francisco pernah mendaki dan bekerja untuk hutan Indonesia. Idenya lahir untuk membuat alat yang dapat mendengar mesin gergaji. Lain lagi upaya PES, lebih baik memberikan subsidi kepada masyarakat untuk biaya hidup bila mereka tidak menebang hutan



Sekelompok gorila menerima Gray seorang fotografer sebagai keluarganya. Karena dia salah mengunakan kaos yang berwarna hitam. Beberapa bayi gorila dan seekor gorila dewasa berdada besar mendatanginya. Berat gorila dewasa mencapai 130-180kg.

Dengan sensor dari masing masing baju yang dipajang, layar di iklan ikut berubah dan menampilkan video seperti sang model. Teknologi dari teamLabHanger Jepang baru memasang teknologi gantungan baju pintar di toko Vanquish di Ikebukuro.

Mengapa layar handphone ikut berputar dari 90 derajat atau lebih. Ada sensor sangat kecil membantu mengatur posisi gravitasi dari handphone. Sebuah chip disebut Accelerometer membantu mengatur layar




No popular articles found.
< /body>