Pembersih kendaraan dari pategon manfaatkan panas di mesin kata Ford


Green | 30 May 2020


Karena COVID-19 telah menyebar di seluruh AS, sterilisasi tisu dan pembersih tangan tidak banyak tersedia, yang merupakan masalah bagi petigas kepolisian NYC di kota New York.

Masyarakat juga mengunakan lampu UVC untuk mensterilisasi ruangan sampai kendaraan. Walau kemampuan lampu UVC tingkat tipe tipe tabung vakum yang efektif mematikan virus berukuran 100nm. Tapi dampaknya sangat berbahaya bagi paparan sinar UVC terhadap kulit dan mata. Model lain di buat portabel yang tidak diketahui tingkat efektivitasnya.

Ford melihat apakah ada produk pembersih alternatif yang dapat digunakan untuk menjaga agar armada kendaraan Interceptor SUV steril petugas.

Dan saat itulah seorang insinyur di Ford menyadari:
Kita tidak perlu pemutih atau cairan  sanitizer untuk membunuh COVID-19 ketika pemanas mobil sendiri bisa melakukan pekerjaan.

Setelah 40 hari perusahaan mobil Ford menciptakan fitur tambahan pada perangkat lunak kendaraan sendiri, yang dapat memutakhirkan kontrol mobil Ford Interceptor menjadi steril sendiri dengan sistem kontrol suhu selama 15 menit.

Tapi itu bukan hanya alat yang bisa bekerja di SUV polisi tenaga kuda tinggi yang digunakan petugas.
Menurut Bill Gubing, direktur kendaraan penumpang dan SUV Ford, sistem Ford dapat bekerja di hampir semua mobil di pasarkan.

Bagaimana ini mungkin? seperti kita ketahui virus COVID-19 rentan terhadap panas. Lalu apa hubungannya dengan  mesin mobil?, karena mesin mobil mengeluarkan banyak panas.

Meskipun masih belum pasti apakah iklim musim panas dapat menghentikan penyebaran COVID-19, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak perlu suhu yang sangat tinggi untuk membunuh virus corona.

Ford bekerja sama dengan Ohio State University, Ford mengkonfirmasi bahwa suhu 132,8 F derajat / 56 deg.C selama 15 menit dapat mengurangi konsentrasi virus lebih dari 99% di permukaan dan di udara.



Sementara itu, pemanas mobil yang berfungsi dengan baik meniupkan udara yang sudah dipanaskan sekitar 130 derajat Farenheit, jadi pada kenyataannya mobil hanya perlu sedikit dorongan mesin (serta bahan bakar) untuk naik ke suhu itu. Dan dalam kasus Ford, dapat ditangani sepenuhnya dibuat dari pembaruan perangkat lunak, yang memodifikasi engine dan kontrol suhu ke kabin kendaraan.

Perangkat lunak hanya perlu di modifikasi untuk setting sterilisasi Ford, tapi perlu di instal dealer Ford berlisensi, kemudian diaktifkan / di setting melalui laptop yang terhubung ke sistem kendaraan

Ribut dengan kekhawatiran banyak patogen yang masuk di dalam kendaraan. Membuat warga khawatir dengan kendaraan mereka menjadi sumber penularan.

Virus yang kecil memang tidak dapat dihapus dengan cara biasa. Solusinya mengunakan lampu UVC untuk merusak RNA virus, menghancurkan dengan cairan khusus seperti pembersih.

Tetapi ada yang luput bahwa ada cara lain yaitu panas.
Bila virus ternyata tidak tahan terhadap panas. Khususnya ketika panas mencapai 56 derajat Celcius atau lebih tinggi.

Di Amerika suhu relatif lebih sejuk bahkan dingin. Ford memilih mengambil panas dari mesin untuk pemanas ruangan kabin kendaraan.

Untuk mencapai panas yang tepat, hanya memerlukan putaran mesin dari 1800 - 1900 RPM. Seperti mobil yang dipacu di jalan raya.

Mobil yang diparkir halaman dapat menghasilkan panas seperti memanaskan mesin mobil sementara waktu agar oli naik ke semua ruang pembakaran mesin.

Panas dapat dihantarkan masuk ke dalam kabin kendaraan untuk sanitaizer.

Tetapi disain mobil Ford memiliki sistem pengaman. Ketika sistem pemanas di kendaraan sudah terlalu tinggi maka katup akan menutup. Akhirnya panas tidak lagi memasok suhu ke dalam heater kendaraan.

Ford merubah sistem dari software kendaraan. Setelah mode diaktifkan dan pengendara keluar dan menutup pintu.

Lampu peringatan akan berkedip dan kecepatan mesin naik selama 15 menit dan selesai.
Setelah proses pemanasan selesai, maka lampu rem otomatis akan aktif, memberitahu pengendara sistem sanitaizer kendaran telah selesai.

Ford mengatakan mobil ukuran kecil seperti Ford Fiesta memiliki kemampuan tersebut. Karena sebagian besar sistem pembakaran mesin secara umum memiliki kapasitas pemanas.

Apa yang menarik dari penemuan tersebut. Apakah akan difungsikan ke seluruh kendaraan buatan Ford.

Mungkin lebih tepat untuk kendaraan tumpangan dari layanan Lyft atau Uber sampai kendaraan petugas yang harus berpatroli.

Karena pengendara dan penumpang bisa saja membawa patogen dan membuat penumpang lain masuk ke area abu abu yang tidak terduga.

Setiap kendaraan Ford nantinya dapat memanfaatkan sistem pemanas untuk kendaraan umum seperti taksi online.

Bila situasi mungkin fitur tersebut tidak akan dipakai lagi. Tapi siapa tahu pandemi kembali merebak, maka teknologi pemanas kendaraan dapat menjadi peluru perak pertama dalam menghentikan penyebaran patogen di kendaraan taksi online.



Dibanding khawatir dengan pategon yang ada di kendaraan. Ternyata solusinya sangat sederhana.

Dengan panas saja menjadi alternatif untuk membersihkan patogen di kendaraan. Di Indonesia yang kaya akan cahaya matahari dan udara panas, sebenarnya tidak memerlukan modifikasi software di kendaraan.

Jemur saja kendaraan di jalan sementara waktu sampai suhu kabin kendaraan tercapai 56 derajat Celcius selama 15 menit. Maka kendaraan bersih dari patogen.

Virus mati dengan panas suhu 56 derajat Celcius kata Ford

Apakah virus dapat di redam dengan panas. Data ScienceDireect  memberitakan kelemahan dengan virus vs panas di tahun 2004 dengan pengujian jenis Covid generasi pertama yang sempat merebak di dunia.

Efektif tidaknya, masih menunggu hasil implementasi sistem pemanas kendaraan dari Ford.

Berita terkait
Ketika sebuah kota untuk kendaraan menjadi kota sepeda kembali. Paris berhasil setidaknya dampak dari Covid. Disana tidak lagi ramai dengan kendaraan, melainkan sepeda yang mundar mandir di jalan utama. Pesepeda Jakarta naik tapi hanya sebagai tren. Waktu dan infrastruktur menentukan apakah bertahan atau hanya tren semata.

Terkena Covid19, lalu imun bekerja. Tidak menjamin 3 bulan kedepan tidak terkena lagi. Gejala baru virus Corona ditambahkan CDC, Pilek, Mual dan Diare. Virus tahan udara panas, tidak selalu. Berkumpul bersama keluarga besar lebih berbahaya. Lebih efektif membersihkan, jaga jarak dan paling efektif berada di rumah.



Update 27 Juni 2020 data pergerakan orang di Indonesia dari Google Community Mobility warga Indonesia kembali bersiaga. Melihat aktivitas masyarakat terkait pandemi.Mei 2020 Jakarta parkir turun drastis. Apa yang dilakukan oleh perusahan besar teknologi dan layanan online.

Oksimeter atau Oxymeter adalah alat mengukur kadar oksigen di dalam darah. Alat tersebut meningkat penjualannya setelah banyak tim medis memberikan informasi pasien mengalami penurunan kadar oksigen. Tetapi apakah semua Oxymeter memiliki kemampuan yang sama, dan cukup akurat.

Melihat benda yang sangat kecil seperti ukuran nanomikron tidak semudah melihat benda kecil dengan mikroskop biasa. Melihat bentuk nanomikron tidak dapat di lihat langsung bila objek terlalu kecil, karena tidak akan memantulkan cahaya. Gambar hanya di proyeksikan untuk ditampilkan ke layar dengan elektron..

Kita kalah dalam pertempuran untuk menyelamatkan planet kita, dan kita tidak bisa menyalahkan siapa pun selain diri kita sendiri. Generasi masa depan akan menjadi bingung dan marah terhadap leluhur mereka.. Dampaknya sudah terasa, tapi tidak melakukan perbaikan. Memperbaiki saja sudah terlambat, kata banyak peneliti.

Sampah medis dari rumah sakit atau bidang medis tidak lagi menjadi masalah. Penemuan perangkat pembersih limbah rumah sakit mengunakan gelombang Microwave dari Turki. Hanya membutuhkan waktu 60 detik dan limbat sudah dibersihkan. Biaya mendekati 0 kecuali biaya listrik. Jauh lebih murah dibanding teknologi konvensional dimana limbah harus di bawa ke tempat penampungan khusus.



Cahaya UV dari matahari dapat mencapai permukaan bumi. 95% radiasi ultra-violet adalah tipe UV-A dimana dapat merusak lensa mata. UV_B yang beresiko menganggu mata. UV-C lebih berbahaya tapi tidak menembus permukaan Bumi. Kulit juga terkena dampak radiasi sinar UV, membuat keriput tapi bagaimana terjadinya.




No popular articles found.
< /body>