Timelapse Justland II selesai 3 tahun seperti video CGI tapi ini asli


Digital | 15 May 2020

Fotografi timelapse adalah proses yang sangat memakan waktu.

Meskipun sebagian besar dari kita membayangkan membuat video timelapse cukup singkat. Atau hanya dibuat dalam beberapa hari.

Tetapi fotografer yang satu ini membutuhkan waktu selama 3 tahun. Untuk mengambil gambar dari musim ke musim.

Fotografer Denmark Jonas Hoholt untuk membuatnya timelapse yang memukau dari rumahnya di Jutland, Denmark.

Timelapse dibuat untuk menunjukkan perubahan musim dalam satu tahun penuh, tetapi menurut Høholt begitu foto yang dibuat begitu lama.
Karena harus melalui 12 musim berbeda selama periode 3 tahun agar dapat dapatkan membuat semua foto dan disatukan dalam video ini

Menurut Hoholt, “Banyaknya waktu yang dihabiskan di lokasi tersebut membuat dia melihat dan merasakan perbedaan di setiap musim. Dan membuka mata tentang betapa miripnya alam dengan manusia; Saat alam mengambil perubahan, keempat musim berbeda di depan mata kita sampai dia siap untuk berubah kembali di tayangan berikutnya dan semuanya kembali dimulai lagi. "

Kami harus mengatakan bahwa kami telah melihat banyak video timelapse sebelumnya, tetapi ini harus salah satu yang indah yang kami lihat hingga saat ini.




Kadang ada pemadangan yang dapat diabadikan di sekitar rumah. Dengan teknik fotografi dapat menampilkan perbedaan dengan apa yang dilihat setiap hari



Tertarik membuat video timelapse sendiri. Tidak sulit asalkan tahu tahap dari pembuatan.







Berita terkait
Seorang astrofotografer Phil Hart berada disana,untuk video timelapse The Moon in Motion. Dia membawa peralatan camera seberat 180kg. Termasuk mounting teleskop dan teleskopnya sendiri. Karena targetnya mengabadikan gerhana tersebut hanya berlangsung dalam hitungan jam. Dia menempatkan peralatan di 2 tempat kota aIdaho dan Whyoming.Video yang dibuat benar benar beda, sudah setingkat astronomi dari Nasa

Fotografer Jerman Martin Heck membuat sebuah video pendek selama 6 menit dari hasil rekaman rekannya di observasi CMB. Video yang dibuat ini mengabungkan penampakan garis galaksi Bima Sakti bersama Aurora bersamaan. Karena salah satu tempat terdingin, dan sulit dijangkau, jarang manusia yang menentap disana



Salah satu target membuat foto ini untuk melihat garis galaksi yang selalu muncul diatas bumi. Camera andalannya adalah Canon 7D mkII, mengunakan adaptor dengan lensa Nikon 1000mm. Satu lagi video indah tentang astronomi. Siang hari di Hawai bisa melihat bintang.

Fotografer Tristan merekam 2 pendaki yang menaklukan El Capitan. Tebing setinggi hampir 1000 meter, rata rata pendaki membutuhkan waktu 3-4 hari. Tapi kedua pendaki ini memecahkan rekor kurang dari 3 jam. Bagaimana mereka mendaki, teknik yang unik terlihat dalam video Timelapse. Kedua pendaki terlihat terpisah tapi saling bekerja sama.

Awan Undulatus Asperatus dibuat video timelapse. Penampakan awan ini berubah dari abu abu menjadi kemerahan dan ungu. Kejadian langka, bahkan 6 fotografer lain membuat hasil gambar yang sama

Chad Cowan fotografer dari Kansas melakukan perjalanan sepanjang 156 ribu km. Melintas di Amerika Serikat dan dia mengejar badai dasyat ketika munculnya supercell. Rekaman dibuat dengan resolusi tinggi sampai 4K.

Ketika terbang pada malam hari, lihat ke arah selatan. Mungkin anda akan melihat galaksi Bima Sakti. Dibuktikan oleh Wick adalah pilot Swiss Airline berusia 30 tahun. Mengunakan camera yang ditaruh di ruang pilot, dia merekam penerbangan dari Zurich ke Sao Paulo dengan camera.



Fotografer Murali kembali memberikan pelajaran, bagaimana melihat nebula Orion. Melihat garis galaksi pada prinsipnya sama, menjauhi polusi lampu di kota. Cahaya lampu yang menerangi atmofer akan menutup cahaya bintang termasuk cahaya dari orion nebula.

Sebuah pulau di Atlantik utara menjadi tempat paling menakjubkan kalangan fotografer. Nick Kontostavlakis membuat video timelapse, dan diberi nama Whispering Iceland. Direkam mentok dengan resolusi 4K, dan camera Sony serta lensa premium Zeiss.

Sebuah video dengan judul Once Upon a Time in Cappadocia, mengunakan teknik Hyperlapse. Tapi kali beda. Rob Whitworth kembali memukai dengan produksi video Timelapsenya untuk Turkish Airlines. Mengunakan beraneka teknik dari pemandangan Turki.




No popular articles found.