Planet Kelt 20b atau Mascara-2b raksasa biru gas atmosfer metal cair diatas suhu cair besi


Science | 26 April 2020

Tim peneliti internasional telah menemukan planet ekstrasurya / exopllanet yang jaraknya 456 tahun cahaya dari Bumi.

Planet ini begitu panas di bagian atmosfernya dan mengandung logam yang diuapkan karena suhu sangat tinggi.

Planet MASCARA-2b atau planet Kelt 20b mengorbit ke sebuah bintang biru KELT-20 setiap 3,5 hari waktu Bumi.

Di observasi pertama tahun 2017, dan status planet ini sudah dikonfirmasi ada. Sampai tahun April 2020 data telah di update.

Letaknya di konstelasi Cygnus, MASCARA-2b disebut sebagai planet gas raksasa raksasa, Jupiter panas, ukuran planet Masif karena 2x lebih besar dari Jupiter.
Sialnya planet tersebut berada di sisi paling dekat ke bintang, hanya 8 juta km.
Dibanding planet Merkurius ke matahari saja yang sudah sangat panas, memiliki orbit paling dekat 46 juta km.

Peneliti memperkirakan suhu atmosfer di planet tersebut lebih dari 1.727 ° C, jauh dari titik didih air, jauh lebih panas dari titik lelek besi yang mencair pada suhu 1.350 - 1.500 derajat Celcius.
Suhu di planet Merkurius saja sudah dikatakan luar biasa panasnya dengan tertinggi 430 deajat Celcius.
Walau planet Kelt 20b ini belum masuk sebagai kategori planet terpanas. Rekor  planet terpanas planet Kelt-9b dengan perkiraan panas 4000 derajat C.

Planet Hot Jupiter sangat menarik para ilmuwan antariksa karena baru ditemukan beberapa planet pada 25 tahun terakhir.
Sebelumnya astronom beranggapan bentuk planet yang sangat dekat dan ukuran besar sekaligus sebagai planet gas tidak pernah ada atau dapat terbentuk di dekat bintang.

Penelitian mendalam sejak tahun 2019, bagian atmofer planet terlihat jejak beberapa material alam. Dari elemen Ca, Cr, Fa, Fe+, H, Mg, dan Na



Sebagian besar tata surya lain, lahirnya planet gas besar seperti Jupiter dan Saturnus akan terbatas pada bagian luar, dimana berada di suhu lebih dingin dari sistem planet dengan jarak lebih jauh, sedangkan planet-planet kecil berbatu akan mendominasi wilayah bagian dalam yang lebih hangat.

Penemuan planet ekstrasurya program seperti misi Kepler telah membalik beberapa gagasan tentang sistem planet dan pembentukannya.

Planet kelas Hot Jupiter adalah salah satu contohnya - raksasa gas yang duduk sangat dekat dengan bintang induknya sehingga seperti dipanggang. Namun, mereka juga sangat berguna bagi para astronom.

"Hot Jupiters menyediakan laboratorium terbaik untuk mengembangkan teknik analisis untuk suatu hari nanti dapat digunakan untuk mencari biosignatures dari dunia yang berpotensi dihuni," kata Debra Fischer, Profesor Astronomi Eugene Higgins Yale.

Fischer dengan tim yang terdiri dari para ilmuwan dari Yale, Observatorium Jenewa, Universitas Bern, Universitas Teknis Denmark pengembangan instrumen Extreme PREcision Spectrometer (EXPRES), yang dipasang di Lowell sepanjang 4,3 meter (14 kaki). Discovery Telescope dekat Flagstaff, Arizona.

Tujuannya terutama penelitian seperti ini untuk mencari exoplanet untuk mengukur bagaimana orbit planet yang tak terlihat mempengaruhi gerakan bintang induknya, sekaligus dapat menjelaskan atmosfer planet ekstrasurya ketika planet lewat di depan bintangnya, menyerap cahaya bintang pada panjang gelombang tertentu yang di analisa dari sisi bumi yang melihat.

Dalam kasus MASCARA-2b, spektogram menunjukkan bahwa atmosfer super-panas mengandung gas, magnesium, dan kromium dalam jumlah yang lebih sedikit, tetapi dapat terdeteksi.

Tim mengatakan bahwa penemuan semacam ini dapat membantu dalam mempelajari lebih lanjut tentang komposisi planet ekstrasurya, dan juga menjelaskan pola sirkulasi atmosfer mereka.

Deteksi logam yang diuapkan di atmosfer MASCARA-2b adalah salah satu hasil sains menarik pertama yang muncul dari dari instrumen EXPRES," kata Fischer.


Planet Mascara-2b raksasa biru gas

Berita terkait
2 Cluster galaksi akan bertabrakan, apa yang terlihat di antara keduanya seperti ada jembatang penghubung. Masalahnya luas struktur mencapai panjang 6,5 juta tahun. Disebut filamen dari penghubung antar galaksi, yang membentuk jaringan kosmik atau Cosmic Web sebagai jaring di antara galaksi di alam semesta

Planet KOI-456.04 ditemukan dan dikonfirmasi, berada di zona layak huni. Planet mengorbit ke sebuah bintang seukuran matahari. Disana tidak terlalu panas hanya selisih 10 derajat Celcius dari rata rata suhu di Bumi. Walau ukurannya 90% lebih besar, peneliti menyebut planet memiliki permukaan cairan dimana tidak terlalu panas dan dingin.



Pertama kali tim peneliti melihat planet langsung dari teleskop Hubble dengan teknik optik. Tetapi 10 tahun kemudian penemuan planet Fomalhaut b menghilang begitu saja. Simulasi menunjukan apa yang ditemukan oleh astronom bukan sebuah planet.

Misi Kepler telah berakhir, ditemukan banyak planet dan disebut Super Earth. Dari semua yang ditemukan apakah ada satu planet yang tepat untuk kehidupan, khususnya untuk manusia. Peneliti mengatakan tidak. Ukuran planet yang berbeda dari Bumi akan berbeda. Apa saja  yang dimaksud berbeda.

Planet TOI 1338b ditemukan seorang remaja yang kebetulan baru magang 3 hari di Nasa. Tata surya TOI 1338 memang unik dengan bintang biner. Bintang besar ada ditengah, di dampingi bintang lebih kecil TOI 1338B yang mengelilingi bintang induk. Di belakangnya ada planet yang ditemukan mengorbit di kedua bintang dan disebut planet TOI 1338b.

Planet yang disebutkan dalam berita ini dinami HD 21749b, dan ditemukan oleh misi TESS (Transiting Exoplanets Survey Satellite) NASA sebagai perangkat terbaru. Yang membuatnya menarik dari planet HD 21749b adalah beberapa kombinasi unik. Salah satu dari mereka saja tidak akan menjadi masalah besar, tetapi kombinasi ini membuat planet ini cukup signifikan. :

Astronom menemukan sebuah planet liar dan tidak mengorbit ke bintang. Ukuran 12x massa planet Jupiter dengan medan magnit sangat kuat. Pertama kali sebuah planet Rogue atau planet tanpa mengobit ke bintang induk, bahkan ditemukan karena terditeksi dari emisi radio. Bahkan peneliti mengatakan jangan jangan ada puluhan ribu planet liar seperti ini di galaksi kita.



Planet KELT-9b memang memiliki orbit paling gila dari planet yang pernah ditemukan. Hanya mengorbit ke bintang setiap 1,5 hari. Artinya jarak planet ini amat sangat dekat ke bintang. Kedua bintang disana memiliki panas lebih besar dari rata rata bintang.

Sebuah tata surya dengan jarak 11 tahun cahaya dari Bumi kembali ditemukan, disana terdapat planet. Planet Ross 128b berada di posisi yang tepat atau dikenal Goldilock. Planet ke 2 paling dekat ke Bumi setelah planet yang ada di Proxima

Mendeteksi sebuah planet yang memiliki atmofer seperti Bumi bukan hal istimewa. Tapi menemukan planet dengan atmofer dengan ukuran kecil seperti Bumi, ceritanya berbeda. Planet GJ 1132b ini menarik, diketahui memiliki atmofer dengan ukuran 1,4x lebih besar dari Bumi.

Planet Tap 26b ditemukan awal Januari 2016. Masuk sebagai planet bongsor dan lebih besar dari planet Jupiter, tapi planet ini sangat panas. Bahkan berada dekat dengan bintang induknya TAP 26. Jangan berharap mampir di planet seperti ini.

Badai dengan jutaan petir lebih kuat dari Bumi, menjelaskan mengapa sinyal planet HAT-P-11b tertangkap oleh teleskop ruang angkasa. Di tahun 2009, mengapa planet ini dapat mengeluarkan sinyal radio. Kondisi alam yang membuat sinyal planet bisa ditangkap oleh teleskop di Bumi




No popular articles found.
< /body>