Galaksi NGC 2906 dengan inti kuning dan biru di bagian tepi dimana lahir bintang raksasa


Science | 14 April 2020

Salah satu target terbarunya oleh Nasa dan ESA.

Galaksi spiral besar NGC 2906, terletak kira-kira 145 juta tahun cahaya dari Bumi.

Dalam gambar yang diabadikan oleh Hubble terlihat bentuk galaksi dalam warna warni berbeda.

Di bagian tengah galaksi adalah wilayah tengah oranye dan inti putih tebal lalu tampak titik-titik biru cemerlang dan beberapa noda pada foto di sekitar bagian tepi luar galaksi.

Masing-masing warna ini mewakili sesuatu, dan para astronom bisa mendapatkan ide menarik tentang apa yang terjadi di galaksi NGC 2906.
Cukup dengan mengenal warna yang ditampilkannya dari benda yang jaraknya 145 juta tahun cahaya ini.

Isi galaksi memiliki siklus, dari dilahirkan, hidup, dan mati seperti bintang-bintang yang mengisinya.
Galaksi yang sangat tua dipenuhi dengan warna oranye dan merah yang mengisyaratkan sejumlah besar bintang yang lebih tua dan panas bintang lebih dingin.

Sebaliknya, galaksi berwarna cerah seperti NGC 2906 masih memiliki banyak kehidupan. Masuk kategori galaksi yang sedang aktif, dimana muncul bintang bintang muda yang lahir disana.

Foto terbaru di rilis April 2020. Mengunakan teleskop Hubble dengan instrumen Wide Field Camera 3. Yang dipasang pada tahun 2009 selama layanan ke 4.

Bintik-bintik biru yang terlihat tersebar di galaksi ini adalah bintang-bintang usia muda yang besar, memancarkan radiasi berwarna biru saat mereka membakar bahan bakarnya dengan kecepatan yang luar biasa," tim Hubble menjelaskan.



“Petak-petak oranye adalah cahaya bintang dari campuran bintang-bintang yang lebih tua yang telah membengkak dan suhunya lebih dingin.

Bintang-bintang bermassa rendah yang tidak pernah terlalu panas. Karena suhu bintang lebih kecil atau lebih rendah, bintang-bintang ini memancarkan radiasi yang lebih dingin, dengan cahaya berwarna kemerahan, ”

Pada jarak yang sangat jauh dari tata surya kita, kita bahkan tidak dapat bermimpi untuk mengunjungi NGC 2906, tetapi itu tidak berarti tidak ada hal-hal yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi para astronom.

Mengamati galaksi-galaksi semacam itu memberi para peneliti gagasan yang lebih baik tentang usia wilayah-wilayah ruang tertentu dari sebuah galaksi.

Dan membantu kita memahami proses yang terus-menerus membentuk galaksi, adanya hancur, dan membentuk kembali di kosmos. Bintang mati, debu gas terlempar, kembali menjadi bintang baru. Sisa debu gas yang tidak terbentuk, dapat membentuk wilayah bintang baru yang sangat padat.
Itu yang terjadi di sebuah galaksi, sampai semua sumber akhirnya habis.

Dibawah ini bentuk galaksi NGC 2906

Galaksi NGC 2906 dengan inti kuning dan biru di bagian tepi

Berita terkait
2 Cluster galaksi akan bertabrakan, apa yang terlihat di antara keduanya seperti ada jembatang penghubung. Masalahnya luas struktur mencapai panjang 6,5 juta tahun. Disebut filamen dari penghubung antar galaksi, yang membentuk jaringan kosmik atau Cosmic Web sebagai jaring di antara galaksi di alam semesta

Galaksi NGC 2275 memiliki bentuk yang unik, walau disebut galaksi spiral tapi garis lengan belum terbentuk. Galaksi NGC 2275 sebenarnya galaksi yang baru terbentuk dan pola struktur yang belum selesai. Sehingga terlihat di antara garis bintang raksasa banyak muncul seperti garis bulu kecil.



Teleskop Karl G. Jansky, Very Large Array (VLA) dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) mempelajari ratusan bintang muda yang baru lahir dan terlihat dikelilingi cincin debu dan gas. Di tengah gambar yang di pelajari sebenarnya cikal bakal dari ratusan tata suya baru. Bintang baru saja lahir atau bayi bintang, dan terlihat di masa mendatang akan muncul planet

Nebula RCW 36 atau Gum 20 sebuah kumpulan debu dan gas terakumulasi di satu tempat. Memiliki area yang dinamai H II atau kaya akan gas hidrogen. Badan antariksa Eropa mengabadikan bentuk dari nebula RCW 36 mengunakan FORS. Serta 2 teleskop lain X-Ray Chandra dan Spitzer, terlihat beberapa bintang muncul.

Bintang NGC 2169 adalah kelompok bintang yang tidak terlalu banyak, dan berkelompok bersama. Lahir pada waktu yang sama tapi ukurannya berbeda-beda. Bintang bintang disana hanya membentang 7 tahun cahaya. Letaknya tinggal di cari 3 bintang The Three Sisters, dekat nebula Orion, dan satu bintang paling terang Betelgeuse

Sebuah tata surya Planet  Planet  GJ 3512 ditemukan sebuah planet gas raksas. Teorinya planet tersebut seharusnya tidak ada atau tidak terbentuk disana. Karena tata surya Planet  GJ 3512 hanya sebuah bintang ukuran kecil Katai Merah. Teori umum, bintang ukuran kecil hanya melahirkan planet berbatu seukuran bumi dan berada dekat ke bintang induk.

Bagian luar galaksi olahraga lengan spiral besar yang membentuk pseudoring yang mengelilingi galaksi. Sementara bagian dalam yang unik, Di bagian dalam galaksi ditemukan tidak stabil terlihat dalam bentuk warna seperti kabut. Bertentangan dengan bagian luar yang terlihat sudah membentuk lengan galaksi.




Galaksi yang ada di alam semesta kadang terbentuk dalam kelompok. Tapi area IDCS 1426 terlihat adanya kelompok galaksi dimana keberadaan mereka sangat jauh. Bahkan baru terbentuk ketika alam semesta juga baru melewati masa Big Bang. 10 miliar tahun cahaya jauhnya.

Galaksi NGC 1316 memiliki bagian inti dengan debu dan gas. Diperkirakan pernah menelan galaksi lain dan membentuk dirinya saat ini. Dengan lubang hitam aktif menjadi sinyal radio paling kuat nomor 4 dan galaksi mengeluarkan sinyal radio 1,4Ghz dari lubang hitam.

Astronomi mengidentifikasi puluhan bintang tipe OB baru di area Cygnos OB2. Penemuan ini meningkatkan populasi bintang muda yang masif (ukuran raksasa). Letak Cygnus OB2 berada 4700 tahun cahaya dari BumiMenjadi salah satu daerah pembentukan bintang paling kuat di komplek Cygnus.

Dua lubang hitam ini berada pada jarak 750 juta tahun cahaya menunjukan kehancuran dua galaksi 0402-379 akibat kedua lubang hitam. Bentuk visual dari galaksi Galaksi 04020-379 dahulu kedua galaksi memiliki lengan spiral yang terbentuk dari garis bintang. Update foto VLBA




No popular articles found.