Protobintang Orion Molecular Cloud ketika tata surya baru lahir


Science | 3 March 2020

Teleskop Karl G. Jansky, Very Large Array (VLA) dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) mempelajari ratusan bintang muda yang baru lahir dan terlihat dikelilingi cincin debu dan gas.

Di tengah gambar yang di pelajari sebenarnya cikal bakal dari ratusan tata suya baru.

Bintang baru lahir, dan terlihat di masa mendatang akan muncul planet.

Dimana saja protostar atau proto bintang tersebut muncul.

Peneliti mengambil contoh dari pengamatan komplek Orion Molecular Cloud. Sebuah awan gas dan debu raksasa di dekat bumi, dan disana akan lahir ratusan bintang bintang baru. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 1450 tahun cahaya dari Bumi.
Disana menjadi tempat pembibitan bintang baru, termasuk bintang yang sudah terbentuk lebih dahulu sejak 12 miliar tahun lalu.

Di area Orion terbesar dengan jarak 1000 sampai 1400 tahun cahaya dan beberapa hanya ratusan tahun cahaya. Di komplek ini juga menjadi tempat pembibitan bintang paling aktif yang terdekat ke Bumi. Atau kita sering menyebut sebagai debu dan gas Orion Nebula.



Video diatas adalah foto yang dapat diabadikan di komplek Orion yaitu nebula Orion. Sebagian lain tidak dapat terlihat karena tertutup debu dan gas.

Tetapi hanya sebagian yang palng terang yaitu bagian nebula di kanan bawah seperti peta Orion dibawah ini.

Protobintang Orion Molecular Cloud ketika tata surya baru lahir



Cincin di sekitar bagian tengah disebut sebagai protoplanetary disk, atau disk dari proto planet.

Nantinya cincin yang mengelilingi bintang akan membentuk beberapa planet baru.

Pengamatan memerlukan 2 teleskop besar mengunakan gelombang radio untuk menembus kabut debu dan gas. Mengandalkan teleskop VLA dan ALMA, terlihat beberapa proto planet sudah lahir disekitar bintang yang sangat berusia muda.

Penelitian ini juga menghitung berapa massa dan ukuran bintang yang baru lahir tersebut, atau bayi planet nanti kata John Tobin yang mempimpin proyek NRAO.

Kita dapat membandingkan disk antara yang muda dan yang lebih tua dengan teleskop ALMA.

Awal terbentuk bintang ketika gas mulai perputar dan menarik dengan gravitasi ke arah tengah. Sampai suatu saat muncul tekanan sangat besar dan memicu termonuklir di tengah bintang.

Sebagian gas dan debu yang tersisa tetap berada di sekitar bintang, tapi akan menjadi planet planet baru.

Perbedaan tata surya yang lahir terlihat perbedaan. Gambar menunjukan planet yang berusia muda memiliki disk berukuran lebih besar dari disk yang lebih tua. Karena bintang yang lebih dahulu lahir akan mengkonsumsi gas dan sebagian debu lebih banyak, jumlah planet terbentuk akan lebih sedikit..

Ketika piring /  disk lebih banyak berada di luar, juga berdampak dengan lebih banyak bintang lahir, termasuk planet berukuran lebih masif.

Perbedaan yang ditemukan dalam protobintang

4 tata surya baru yang tertangkap memiliki keunikan tersendiri. Tidak semua tata surya terbentuk seperti disk biasa, dimana perlahan akan membentuk planet baru.
Peneliti mengatakan ada aliran yang berbeda dari 4 bintang yang dilihat dan diteliti.

Empat bintang muda yang ditangkap dalam survei itu lebih menonjol dari yang lain, karena mereka tampak "tidak teratur atau blobby," kata para peneliti.

Bentuk aneh menunjukkan bahwa bintang-bintang masih dalam tahap awal pembentukan, karena mereka belum memiliki bentuk cakram yang rata dan berputar di sekelilingnya atau aliran material yang kuat yang keduanya merupakan karakteristik protobintang.

"Kami jarang menemukan lebih dari satu objek tidak beraturan seperti itu dalam pengamatan ini," Nicole Karnath, salah satu anggota tim survei dari Stratosphere Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) Science Center, mengatakan dalam pernyataannya. "Kami tidak sepenuhnya yakin berapa umur mereka, tetapi mereka mungkin lebih muda dari 10.000 tahun."

Untuk bintang bayi, bentuknya akan mengembangkan arus keluar, dan tidak hanya membersihkan awan tebal materi yang mengelilinginya dari pandangan teleskop, tetapi juga mencegah bintang tidak lepas kendali ketika mulai tumbuh.



Namun, sedikit yang diketahui tentang bagaimana debu dan gas dapat mengalir arus keluar ini terbentuk. Seperti gambar dibawah ada 4 citra gambar dari 1 bintang dengan 1 cahaya yang berada lebih jauh keluar.

Salah satu dari empat bintang "tidak beraturan" yang disurvei, yang disebut HOPS 404, memiliki salah satu arus keluar terkecil yang pernah ada, yang menjelaskan selama tahap awal pembentukan bintang.

"Ini adalah matahari besar, ukurannya nanti akan membengkak karena masih mengumpulkan banyak massa tetapi baru melalui tahap keluar untuk kehilangan sudut momentum agar dapat terus tumbuh," kata Karnath dalam pernyataannya.

Temuan ini berkontribusi pada dua studi yang diterbitkan 20 Februari di The Astrophysical Journal.

Dibawah ini pengamatan 2 teleskop radio yang melihat lebih dalam komplek gas dan debu di area Orion. Dimana akan lahir planet dan bintang baru nanti. Kapan tidak ada yang tahu, setidaknya membutuhkan waktu miliaran tahun kedepan sampai semua bintang dan planet menjadi tata surya sempurna.

Protobintang Orion Molecular Cloud ketika tata surya baru lahir

Berita terkait
Jupiter adalah raja planet di tata surya kita. Tapi di tata surya Kepler 88, planet seukuran Jupiter hanya di urutan kedua. Kepler-88d memiliki ukuran 3x lebih besar dari Jupiter. 3 planet dari Kepler-88b, Kepler-88c dan terbesar Kepler-88d saling mempengaruhi orbit planet dengan gravitasinya.

Galaksi NGC 2906 memiliki jarak 175 juta tahun cahaya dari Bumi. Keunikan galaksi ini terbentuk dengan inti berwarna kuning, atau kemerahan. Menunjukan bintang ukuran sedang dan kecil dengan usia lebih stabil. Tetapi dari tengah ke tepi galaksi terlihat berwarna kebiruan menandakan bintang muda yang sangat panas dan besar lahir disana.



Bila ada mahluk hidup di tata surya HD 74423, akan melihat pemandangan yang lucu. Matahari akan terlihat seperti tetesan air. Karena satu bintang yang besar sedang tertarik oleh bintang lebih kecil. Tata surya HD 74423 terletak 1.600 tahun cahaya. Astronom mengumumkan 9 Maret 2020 di Nature Astronomy.

Misi Kepler telah berakhir, ditemukan banyak planet dan disebut Super Earth. Dari semua yang ditemukan apakah ada satu planet yang tepat untuk kehidupan, khususnya untuk manusia. Peneliti mengatakan tidak. Ukuran planet yang berbeda dari Bumi akan berbeda. Apa saja  yang dimaksud berbeda.

Planet TOI 1338b ditemukan seorang remaja yang kebetulan baru magang 3 hari di Nasa. Tata surya TOI 1338 memang unik dengan bintang biner. Bintang besar ada ditengah, di dampingi bintang lebih kecil TOI 1338B yang mengelilingi bintang induk. Di belakangnya ada planet yang ditemukan mengorbit di kedua bintang dan disebut planet TOI 1338b.

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. Tetapi dengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Seberapa besar alam semesta, dapat dilihat dengan membagi beberapa bentuk struktur raksasa. Dari planet yang dikira sebuah bintang, kumpulan galaksi yang bergabung menjadi kluster galaksi, cahaya ditengah galaksi yang disebut Fermi Bubble, sampai Supervoid atau wilayah dingin yang berada di tengah alam semesta tapi ilmuwan tidak tahu mengapa tempat tersebut relatif kosong.



Inlah penyebab mengapa bintang sedang menjadi ukuran raksasa. Ketika gugus bintang dapat mencapai jumlah 1 juta bintang. Sebagian besar bintang lahir dalam periode yang sama. Uniknya bintang di  Large Megallanic Cluster muncul bintang besar dan usianya muda. Mengapa bintang tersebut ada disana. Peneliti memberi 2 pendapat.

Sebuah galaksi yang bergabung, terditeksi ada 2 inti dari galaksi SDSS J1010 + 1413 yaitu 2 lubang hitam supermasif. Kedua lubang hitam yang sudah masuk menjadi satu dan perlahan saling mendekat. Terditeksi oleh teleskop Hubble dan memperlihatkan ada 2 cahaya biru. Peneliti mengatakan kedua lubang hitam akan saling mengitari. Kapan tabarakan akan terjadi, tidak tahu. Apa yang akan terjadi, disana akan terjadi riak gelombang gravitasi sangat kuat.

Bila 2 galaksi bergabung, ada 2 dampak yang terjadi. Bergesernya debu dan gas dapat memicu pembentukan bintang baru. Tetapi ada biaya yang harus dibayar oleh kehidupa di sebuah galaksi. Lubang hitam juga berperan aktif, dan mengambil sebagian dari debu dan gas tapi hanya di lontarkan ke ruang angkasa kembali.

El Gordo memiliki nama resmi SPT0615-JD. Disebut juga sebagai The Fat One, salah satu cluster atau gugus kumpulan galaksi terbesar yang pernah ditemukan. Terbentuknya SPT0615-JD akibat 2 gugus galaksi yang dahulunya terpisah dan bergerak saling mendekat dan menjadi satu gugus galaksi baru.

Dua bintang biner Bintang R Aquarii sedang bertarung. Satu bintang katai putih adalah bintang mati, dan bintang kedua adalah bintang lebih besar ukurannya terus diganggu. Bahkan materi bintang raksasa merah tertarik oleh gravitasi bintang yang lebih kecil. Suatu hari nanti bintang raksasa merah akan habis dan tersisa si bintang lebih kecil.

Sebuah gugus bintang RCW 38 diabadikan dengan teleskop VLT oleh ESO. Tampilkan gambar terbaru dimana komplek bintang padat ini berjarak 5.500 tahun cahaya.Mengunakan pencitraan inframerah HAWK-I yang dipasng pada teleskop VLT di Chili. Instrumen tersebut dapat menangkap benda yang tidak terlihat sebelumnya. Apakah semua bintang disana masuk ketegori bintang raksasa, separuhnya tidak.

Jepang menemukan kandungan mineral langka. Mampu memberi pasokan berabad abad bagi dunia. Yttrium, Dysprosium, Europium dan Terbium. Masih dihitung untuk menekstrak apakah nilainya akan ekonomis.




No popular articles found.
< /body>