Smartphone palsu Samsung Huawei dan komponen palsu Xiaomi


Shortstory | 17 February 2020

Membeli barang online dari luar negeri hanya mengandalkan gambar visual.

Kasus kemarin smartphone rekondisi yang ramai di Indonesia sudah terungkap. Sekarang di online, toko online dari luar negeri sedang membanjir smartphone model Huawei dan Samsung.

Karena pembeli online hanya melihat gambar sekilas, mungkin sulit mengira bila produk yang mereka anggap si asli ternyata palsu alias mirip

2020 Nopember
Pemerintah India dan Xiaomi bekerja sama untuk mengungkap pemalsuan produk Xiaomi.
Setidaknya perangkat Xiaomi palsu ditemukan senilai ribuan dollar

Selama Oktober - November 2020, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan mendadak di pasar.
Termasuk pemeriksaan beberapa produk casing, earphone, powerbank, charger, Mi Band dan lainnya dari produk Xiaomi. Xiaomi mengatakan Charger dan Power Bank yang dipasarkan dapat merusak smartphone, dan Xiaomi tidak akan memberikan garansi perbaikan bila mengunakan produk palsu.
Dari 2 kota ditemukan produk palsu senilai $3.300 dan $1.135.



2020 Februari
Mengunakan nama berbeda seperti Kimtien tampil seperti Note 10+, mirip seperti nama Samsung Galaxy Note10+.

Siapa produsen Kimtien, tidak ada yang tahu. Tapi anda mencari nama Kimtien akan muncul banyak informasi tentang smartphone



Harga yang ditawarkan hanya 1/5 produk asli atau 20% saja dari harga resmi smartphone Samsung dan Huawei.

Mungkin kita mengira barang rekondisi, barang bekas. Pada kenyataannya di smartphone Kimtien mengunakan procesor media. Bukan Snapdragon 855 atau Exynos 9825, melainkan procesor Mediatek.
Dibilang palsu 100% juga tidak, tapi bentuknya dibuat mirip dan pembeli tidak melihat lebih lanjut dengan membandingkan ke produk smartphone asli.

Disain smartphone Huawei sekilas terlihat sama yaitu model Huawei Mate 30.

Terlihat banyak di beli oleh netter Rusia dan Brasil, kabar lain mungkin sedang masuk ke pasar Asia Tenggara.


Smartphone palsu Samsung Huawei ramai di Aliexpress

Berita terkait
35 tahun lalu, nama laptop Toshiba menjadi panduan industri computer portabel pertama.Tetapi di tahun 2020, Toshiba tidak lagi membuat notebook termasuk computer. Toshiba mengalihkan ke pemlikan perusahaan ke Sharp yang sudah menjadi pemilik divisi computer Toshiba sejak tahun 2018.

April 2020, procesor Intel juga dipalsu, bahkan dijual dengan harga tinggi. VGA Nvidia seri high end GTX masih ramai dijual tapi produknya mungkin palsu. Penjual sepertinya tidak peduli aturan di toko online.Beberapa model VGA GTX 1060 ditawarkan oleh 8 penjual. VGA Palsu GTX 1050 mengunakan disain yang sama, harga sangat murah hanya $56-80 euro, aslinya 200 euro.



MicroSD palsu 1TB dan 2TB, tidak peduli merek apa. Dari Sandisk, Samsung, Huawei juga dipalsu. 1TB microSD $300 paling murah, dijual $3 di Indonesia. MicroSD 4GB dan 8GB dirubah menjadi 64GB, 128GB, 256GB, 512GB. Kabar baik dan kabar buruk bagi penguna gadget. Chip di dalam memory card sebenarnya bisa di rubah dari program. Memeriksa memory card dengan software khusus.

Lepas dari kata jujur dari marketing memang berada di garis abu abu. Pemasaran smartphone Huawei Nova 3 dan P30 Pro ketahuan netter. Desember 2018 fotografer melihat hasil karyanya muncul di website Samsung. Foto memang dijual tapi tidak disangka diakui sebagai hasil foto camera smartphone

Fotografer ambasador Nikon Charmi membeli 4 memory Sandisk Extreme 128GB SDXC tetapi semuanya palsu. Diketahui ketika digunakan, memory menghentikan proses camera. Diamati memory SD card sangat mirip, seperti bagian label. Hanya satu yang tertinggal, dan luput oleh pemalsu yang dapat dikenali.

Smartphone Xiaomi palsu meledak di kantong. Sempat diselidiki oleh staf Xiaomi  dan diketahui model tersebut palsu. Menurut Xiaomi , smartphone tersebut bukan produksi mereka atau model imitasi.




No popular articles found.